BONTANG – Saat ini Bontang sering dilanda hujan. Jika hujan berangsur deras, maka dipastikan 50 rumah di 3 RT wilayah Gunung Telihan langsung direndam banjir. Setelah diusut, ternyata saluran air yang melintas di 3 RT Kelurahan Gunung Telihan tersebut sangat dangkal, yakni sekitar 60 sentimeter saja. Kondisinya pun memprihatinkan karena dipenuhi material pasir yang tertimbun, sehingga aliran air terhambat.
Menurut Camat Bontang Barat, Sutrisno, beragam upaya penanganan selalu menjadi prioritas pihak kecamatan. Sayangnya, dua kali diusulkan dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tetapi tidak ada kelanjutan pengerjaannya.
“Tahun lalu sudah ada Dokumen Pelaksanaan Anggarannya (DPA) tetapi hilang begitu saja,” kata Sutrisno saat mengikuti sidak yang dihelat oleh Komisi III DPRD, kemarin (8/1).
Panjang dari kanal ini ialah 1,5 kilometer. Terhubung dari Pasar Telihan hingga belakang Kantor Kecamatan Bontang Barat. Lokasi terparah ialah di RT 27, pasalnya di daerah lainnya pendangkalan tidak separah di area samping pasar ini.
Sementara itu, Ketua RT 25 Kelurahan Gunung Telihan Mahmud mengatakan, telah menggerakan warga guna gotong-royong melakukan normalisasi. Kegiatan itu dilakukan secara manual, akan tetapi material tersebut selalu kembali menumpuk di saluran air .
“Ini bisa selesai kalau digali dua meter lagi, tapi harus menggunakan alat,” ungkap Mahmud.
Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Maksi Dwiyanto mengungkapkan, Rabu (10/1) besok, akan ditindaklanjuti permasalahan ini dengan melakukan pemetaan dan pengukuran elevasi. Ia berharap agar Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) membuka akses agak lebar. “Normalisir drainase minimal 50 sentimeter dan dipasangi patok,” ungkap Maksi. (*/ak)







