bontangpost.id – Meninggalnya A seorang warga Kelurahan Gunung Telihan pada Senin (18/9/2023) di Jalan Denpasar 3, RT 09, diduga akibat sakit maag.
Hal itu diungkapkan Yuli Iskandar yang merupakan tetangga sekaligus saksi ditemukannya A. Kata Yuli, A terlihat pucat sejak dua hari yang lalu.
Yuli menuturkan, pada Minggu kemarin sekira pukul 16.30 almarhum sempat meminta makan pada istri Yuli. Namun, saat sang istri menanyakan apakah A sakit, A mengaku tidak sakit.
“Kemarin itu dia tanya ke istri saya. Masak apa. Terus istri saya jawab masak nasi goreng. Nah, akhirnya diantarkan makan sama istri saya. Mungkin untuk minum obat atau gimana gitu. Soalnya pas istri saya tanya. Sakit apa, dia bilang enggak,” jelasnya.
Setelah itu, pada pukul 21.30 setelah pulang kerja Yuli mengirimkan pesan kepada A dengan niatan menawarkan makan. Namun, pesan tidak dibalas. Yuli mengira A sudah tidur.
“Dia kalau sudah tidur itu enggak mau diganggu. Makanya saya langsung pulang. Enggak jadi belikan makan,” tuturnya.
Curiga A tidak keluar rumah, pada hari ini pukul 10.00, Yuli berinisiatif untuk menawarkan makan kepada tetangganya itu dengan cara mengetuk pintu dan jendela kamar A. Tidak mendapat respons, akhirnya Yuli memasuki rumah A. Kebetulan pintu rumah tidak terkunci.
“Saya langsung inisiatif masuki rumahnya. Kebetulan pintunya enggak dikunci,” tuturnya.
Alangkah terkejutnya, Yuli mendapati tubuh A terbaring di ranjang menghadap ke kanan dengan menjadikan tangan sebagai bantalan. Saat ia temui, tubuh A dalam kondisi biru lalu di mulutnya mengeluarkan cairan busa.
Panik, Yuli menggoyangkan tubuh A dan meluruskan badannya yang kaku. Baik tangan, maupun kaki A.
“Sebelum berbusa awalnya saya temukan keluar cairan warna hitam di mulutnya. Seharusnya saya enggak pegang badannya. Tapi saya enggak tahu,” timpalnya.
Semasa hidupnya, A terbilang tertutup. Namun, tetap bersosialisasi dengan tetangga sekitar. Bahkan kata Yuli, setiap A sakit selalu memberitahu Yuli untuk meminta diantarkan berobat.
Baca juga; Penemuan Mayat Pria di Dalam Kontrakan, Bikin Geger Warga Gunung Telihan
“Nah, pas sakit ini dia enggak ada bilang. Tapi, tapi pernah dia bilang sakit maag,” jatanya.
Paman A, Suharno mengatakan almarhum akan dikebumikan di pemakaman umum Bontang Kuala. Setelah dilakukan autopsi di RSUD Taman Husada Bontang. (*)






