bontangpost.id – Paket kuota untuk mendukung sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) ternyata belum sepenuhnya didistribusikan kepada penerima, hingga Rabu (2/9/2020).
Hal ini diungkapkan oleh Kepala SMP 1 Bontang Riyanto. Menurutnya, pihak sekolah masih menunggu penyaluran tersebut.
“Karena memang launchingnya kan sudah bisa per 1 September. Kami masih menunggu ini,” kata Riyanto.
Ia pun tidak mengetahui permasalahan keterlambatan penyaluran dikarenakan apa. Namun, informasinya ialah sekolah diminta menghubungi kontak person provider. Bahkan sekolah dimintakan permohonan bantuan untuk penyuntikkan kuota yakni petugas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan guru Teknologi Informasi (TI)
“Kapasitas kami tidak tahu mengenai masalahnya apa,” ucapnya.
Selama ini, SMP 1 Bontang masih menggunakan sistem manajemen pembelajaran yang dimiliki. Sehingga tidak terpengaruh dengan belum didistribusikannya bantuan paket kuota internet.
Senada, Kepala SD 011 Bontang Selatan Koriyatin membenarkan belum masuknya paket kuota bagi pelajar di satuan pendidikannya. Akan tetapi, Rabu (2/9) sekolah diminta untuk menghubungi provider.
“Kami masih PJJ seperti biasanya. Mereka umumnya mengandalkan paket milik orangtuanya,” ujar Koriyatin.
Mekanismenya, pembelajaran berbentuk soal maupun video dikirimkan melalui grup Whatsapp paguyuban kelas. Sementara untuk pembelajaran video telekonferensi hanya digunakan minimal sekali sepekan. Mengingat keperluan itu cukup menguras kuota internet.
“Kami mengandalkan aplikasi gratis untuk video telekonferensi,” sebut dia.
Diduga keterlambatan bantuan ini menurutnya karena beberapa sekolah juga terlambat menyetorkan data. Mencakup pelajar yang dominan memperoleh pembelajaran daring. Termasuk nomor yang selaras dengan provider yang diajak kerja sama oleh Pemkot Bontang.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIsdikbud) Bontang Akhmad Suharto belum bisa memberikan keterangan terkait keterlambatan pendistribusian bantuan ini. Ia membenarkan pada 1 September penerima belum disuplai koutanya.
“Saya masih belum monitor hari ini (kemarin),” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 29.477 pelajar terdata memperoleh bantuan paket internet. Rinciannya jenjang SD 19.011 siswa, SMP 8.337 siswa, MI 1.144 siswa, dan MTs 985 siswa. Tiap penerima memperoleh paket 8 gigabita tiap bulannya. Akan tetapi volume itu hanya bisa digunakan untuk video telekonferensi.
“Tidak bisa untuk browsing maupun Tiktok,” pungkasnya. (*/ak/rdh)






