BONTANGPOST.ID, Bontang – Usulan pembangunan Sekolah Rakyat diajukan oleh Pemkot Bontang kepada Kementerian Sosial. Bahkan, Wakil Wali Kota Agus Haris, perwakilan Kementerian PUPR dari Satker Wilayah Kaltim, hingga OPD terkait di Bontang telah melakukan tinjauan lapangan terkait titik rencana lokasi program itu, Selasa (5/8/2025).
Kabid Tata Ruang dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Robysai Manassa Mallisa mengatakan terkait pematangan lahan memang menjadi ranah Pemkot Bontang. Tetapi pihaknya masih menunggu hasil survei lapangan.
“Hasil ini akan diserahkan ke kementerian. Nanti kami menunggu apakah diterima atau tidak,” kata Robysai. Jika diterima lahan seluas delapan hektare ini akan dihibahkan ke pemerintah pusat. Kemudian kementerian akan melakukan pembangunan. Pematangan lahan diperkirakan membutuhkan waktu sekira tiga bulan.
Sejatinya tahapan untuk pendaftaran program ini pada Juli lalu. Kemudian Agustus pemerintah pusat sudah melakukan pembangunan. Mengingat proses pembangunan akan berjalan kurun satu tahun. Sehingga di Agustus tahun depan sudah siap membuka siswa baru.
Nantinya fasilitas yang ada di bangunan Sekolah Rakyat ini dilengkapi dengan lapangan sepakbola standar FIFA, asrama, hingga tempat ibadah.
Adapun luasan lahan untuk infrastruktur utama hanya 2,6 hektare. Sisanya nanti digunakan untuk ruang terbuka hijau. “Termasuk untuk kegiatan siswa untuk belajar budidaya ikan maupun bercocok tanam,” terangnya.
Sementara itu, Satker Wilayah Kaltim Kementerian PUPR Syahkroni menyebut pihaknya belum tahu kapan mulai pembangunan fisik sekolah rakyat.
Terkait desain bangunan sama dengan daerah lain. Hanya yang membedakan yakni topografi berdasarkan lahan tersedia. “Anggaran untuk pembangunan sekolah rakyat ini mencapai Rp250 miliar,” pungkasnya. (*)



