bontangpost.id – Pencarian Liy Dunwoo (44) seorang kapten kapal tanker MV.H.C Unity yang hilang di perairan Bontang dihentikan di hari ketujuh.
Kasi Kedaruratan dan logistik BPBD Bontang Irwan dalam konferensi persnya menyatakan sejak menerima laporan pada 26 Desember 2022 lalu pihaknya langsung melakukan pencarian. Kasus dihentikan lantaran tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapten berkebangsaan China itu.
Meski kasus dihentikan, namun apabila ada petunjuk maka proses pencarian kapten Liy Dungwoo akan dilanjutkan.
Penghentian dilakukan akibat selama pencarian tim gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Liy Dungwoo.
Bahkan tim terpadu telah melakukan pecarian hingga 10 mil dari bibir pantai lokasi Liy Dungwoo hilang. Tidak hanya di perairan, bahkan pecarian juga dilakukan di darat dan beberapa sudut-sudut kapal.
“Hari ini kita hentikan karena tidak ada tanda-tanda. Keputusan menghentikan pencarian berdasarkan kesepakatan bersama dari Basarnas, Polairud, Polres Bontang dan KPHP Santan dan beberapa unsur terkait lainnya,” ujarnya, Senin (2/1/2023).
Pencarian akan kembali dilanjutkan setelah ada temuan baru tanda-tanda kehilangan pria 40 tahun itu.
“Kami lanjutkan kalau misalnya ada temuan tanda-tanda dari nelayan atau warga setempat,” bebernya.
Sementara untuk hasil pemeriksaan terhadap 6 ABK masuk dalam ranah kepolisian Polres Bontang.
“Kalau hasil pemeriksaan ABK di polisi. Kami hanya mencari. Yang jelas tidak ada dugaan kuat entah jatuh atau bagaimana,” tandasnya. (*)





