bontangpost.id – Pemkot Bontang telah mengeluarkan surat edaran mengenai pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada saat Natal dan tahun baru (Nataru). Bernomor 188.65/1796/BPBD/2021. Wakil Ketua I Satgas Letkol Arh Choirul Huda mengatakan regulasi ini mengacu terhadap Inmendagri 66/2021.
“Substansinya sama,” kata Choirul.
Salah satu perbedaannya ialah Satgas bakal menutup akses taman dan lapangan pada 31 Desember dan 1 Januari 2022. Bila dalam Inmendagri penutupan ini menyasar alun-alun di seluruh daerah. Ia menjelaskan pertimbangannya ialah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat di lokasi yang berpotensi sebagai tempat berkumpul dalam jumlah banyak.
“Karena di Bontang tidak ada alun-alun maka kecenderungannya berkumpul di taman dan lapangan,” ucapnya.
Nantinya akses masuk fasilitas tersebut akan ditutup. Sementara terkait penjagaan bersifat tidak statis. Mengingat dari pihak aparat keamanan maupun satgas akan melakukan patroli rutin. Diketahui Bontang memiliki sejumlah taman yakni Adipura dan Tanjung Laut. Di tambah Lapangan Aini Rasyifa, Bessai Berinta, Taman Prestasi, BTN PKT, dan Mulawarman.
“Taman atau lapangan yang dikelola pemerintah daerah, BUMN, swasta, dan masyarakat harus ditutup,” tutur dia.
Disinggung mengenai keberadaan pedagang kreatif lapangan di Stadion Bessai Berinta, ia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Apakah dalam kurun dua hari ini bisa berdagang atau tidak. Tetapi akses masuk ke lapangan tidak bisa dilewati oleh masyarakat.
Ia pun meminta masyarakat memahami dengan kebijakan ini. Pasalnya tren penambahan kasus terkonfirmasi di Kota Bontang masih ada tiap harinya. Apalagi mobilisasi masyarakat juga dibuka lebar selama penerapan pembatasan kegiatan masyarakat ini. Di tambah adanya varian omricon yang sudah masuk Indonesia.
“Tidak menutup kemungkinan warga yang baru saja dari Jakarta bisa terpapar,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkot juga melarang warga untuk menggelar pawai ketika menyambut tahun baru. Nantinya satgas akan melakukan patroli. Jika kedapatan ada konvoi maka akan ditindak. “Lebih baik menyambut pergantian tahun baru itu bersama keluarga,” sebutnya.
Ia juga menekankan kepada warga untuk tidak menyalakan kembang api saat momen pergantian tahun. Terlebih mereka yang berada di dekat kawasan obyek vital nasional. (*/ak)







