BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang mencatat sebanyak 22 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, arus pendek listrik menjadi penyebab yang paling dominan.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan sebanyak 11 kasus atau sekitar 50 persen dari total kejadian kebakaran yang ditangani diduga dipicu gangguan instalasi dan arus listrik.
“Memang dugaan penyebab arus listrik paling banyak yang kami tangani,” ujarnya.
Selain faktor kelistrikan, kelalaian manusia menjadi penyebab kedua terbanyak dengan 10 kejadian atau sekitar 45,5 persen. Sementara satu kasus lainnya dipicu tabung gas atau kompor.
Berdasarkan data Disdamkartan, April menjadi bulan dengan jumlah kebakaran tertinggi sepanjang tahun ini. Tercatat tujuh kejadian kebakaran terjadi di berbagai wilayah Kota Bontang selama periode tersebut.
Amiluddin menjelaskan, penanganan kebakaran menjadi lebih menantang ketika terjadi di kawasan permukiman padat penduduk dengan jarak antarbangunan yang berdekatan, terutama rumah yang masih didominasi material kayu.
Kondisi tersebut salah satunya terlihat saat kebakaran yang melanda kawasan Kelurahan Berbas Tengah pada 22 Maret lalu. Api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah kebakaran meluas.
“Kami tetap berupaya agar api tidak menyebar ke bangunan lain meskipun kondisi permukiman sangat padat,” katanya.
Melihat tingginya kasus kebakaran akibat faktor kelistrikan, Disdamkartan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
Warga juga diminta memastikan peralatan elektronik yang tidak digunakan telah dicabut dari stopkontak serta melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala guna meminimalkan risiko terjadinya kebakaran.
“Masyarakat yang akan bepergian dan meninggalkan rumah dalam beberapa hari sebaiknya memastikan seluruh colokan dan aliran listrik yang tidak digunakan sudah dalam kondisi aman,” pungkasnya. (*)







