• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Sering Diberi Makan, Muncul saat Air Pasang

by M Zulfikar Akbar
4 Desember 2017, 11:08
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
EDWIN AGUSTYAN/KALTIM POST/BONTANG POST
HIDUP BERDAMPINGAN: Di Sungai Guntung, Bontang Utara ini, buaya seakan menjadi hewan peliharaan. Hewan buas itu biasa diberi makanan oleh warga.

EDWIN AGUSTYAN/KALTIM POST/BONTANG POST HIDUP BERDAMPINGAN: Di Sungai Guntung, Bontang Utara ini, buaya seakan menjadi hewan peliharaan. Hewan buas itu biasa diberi makanan oleh warga.

Share on FacebookShare on Twitter

Menengok Buaya “Jinak” di Sungai Guntung

Hidup berdampingan bersama buaya sudah dilalui warga bantaran Sungai Guntung, Bontang, sejak lama. Belakangan ini, hewan predator itu semakin sering menampakkan diri. Warga pun seolah memanjakan dengan memberinya makan.

EDWIN AGUSTYAN, Bontang

PRIA paruh baya jongkok di atas jembatan kayu yang melintang di atas Sungai Guntung. Matanya memerhatikan dengan seksama buaya yang berenang pelan ke arahnya. Saat berjarak sekira 2 meter, dilemparkannya daging kerang ke arah mulut reptil buas itu. Maslah yang sedang mencuci kerang pun tak ketinggalan.

Perempuan berambut sebahu itu ikut memberi makan buaya dengan panjang sekira 3 meter itu. Keduanya cukup berani. Karena jarak dengan hewan yang hidup di dua alam itu sangat dekat. Sekira 1 meter. Bahkan sesekali buaya merapat ke siring sungai, di mana Maslah di atasnya asyik membersihkan kerang. Pun dengan pria beruban itu. Meski berada di atas jembatan. Namun, ketinggiannya dari permukaan sungai tak sampai semeter.

Lebih dari cukup jika buaya itu ingin menyambarnya. Dia bahkan menyadari hal itu. ”Dilompatinya kita biar sampai sana (menunjuk kejauhan). Tidak ada apa-apanya kita kalau begini (jarak dekat) kalau dia (buaya) mau loncat,” katanya, seperti yang terekam dalam video yang diunggah akun Zblind Virgo di Facebook. Hingga Ahad (3/12) sekira pukul 19.18 Wita, video berdurasi 1 menit 24 detik itu sudah ditonton 1,146 juta kali. Sementara video 3.18 menit ditonton 1,9 juta kali dan di-share sebanyak 17.241 kali.

Dalam video itu, buaya tampak sangat jinak. Tak terlihat sedikit pun tanda-tanda akan menyerang manusia. Dia seakan fokus menunggu kerang yang dilemparkan Maslah.

Sutikno, warga RT 06, Kelurahan Guntung, mengatakan bahwa buaya itu mulai sering berenang hingga permukiman warga saat bakau di sekitar muara sungai ditebang. Saat air pasang, dia masuk menyusuri Sungai Guntung.

”Paling sering terlihat siang pukul 2 atau senja. Biasa ada saja di samping perahu-perahu itu,” katanya, sambil menunjuk deretan perahu yang ditambat di dermaga. Pria 52 tahun itu menyebut, buaya itu sejak kecil sudah sering menampakkan diri. Terutama saat air pasang. Ada dua ekor. Yang lebih kecil berukuran sekira 1,5 meter. ”(Buaya) yang kuning yang besar. Yang hitam, kecil,” terangnya.

Buaya sering muncul jika ada yang mencuci ikan atau tercium bau amis. Namun buaya tersebut, kata dia, tidak pernah menyerang warga. Terpenting jangan diganggu. Tidak heran, jika ada yang justru menjadikannya hiburan. Salah satunya dengan melemparinya makanan. ”Tapi kadang ceroboh juga. Tidak baik sebenarnya kalau terlalu dekat. Bagaimanapun itu hewan buas,” tuturnya, ditemui kemarin (3/12).

Bagi nelayan yang biasa menyusuri sungai, kemunculan buaya itu sudah lumrah. Bahkan mereka sering kali berpapasan. ”Tidak ada reaksi. Dia berenang seperti biasa. Tapi, saya tetap hati-hati,” kata Herianto (50). Warga RT 08 itu mengatakan, jika ada kelebihan umpan, tak jarang diberikannya kepada buaya itu. Pria yang sebagian giginya sudah tanggal tersebut mengaku sering bertemu siang hari.

”Kalau tidak ada di sungai, biasanya berjemur di muara. Sekitar sekilo dari sini,” ungkapnya. Muhariah (56) yang rumahnya berada di samping dermaga mengaku, saat malam, buaya itu kerap mengitari sungai. Tampak dari matanya yang memantulkan sinar. ”Tapi, saya tetap hati-hati. Dulu sering saja anak-anak berenang di sungai, tapi sekarang sudah kami larang,” terangnya.

Awak media sempat menunggu kemunculan buaya tersebut hingga pukul 18.00 Wita. Namun, tak kunjung muncul. Menurut Sutikno, kemungkinan karena air semakin tinggi. “Kalaupun masuk (ke permukiman warga), mungkin sudah jauh. Tidak di sekitar sini lagi,” ungkapnya. (riz/k15)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pupuk Kaltim Gelar Mancing Bersama

Next Post

Rusunawa Guntung dan Loktuan Masih Finishing

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.