BONTANG – Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang dirasakan oleh tenaga pengajar Madrasah Aliyah Darul Dakwah wal Irsyad (MA DDI). Hal ini dikarenakan beberapa dokumen penting ikut dilalap si jago merah dalam peristiwa naas yang terjadi bulan lalu.
Dari data yang dihimpun oleh Kepala MA DDI Jamaluddin, sebanyak 8 lembar ijazah terbakar. Di antaranya merupakan ijazah milik alumni yang belum sempat diambil oleh pihak bersangkutan.
“Termasuk satu lembar milik lulusan tahun 2017,” kata Jamaluddin saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPRD, kemarin (30/1).
Dokumen tak kalah pentingnya yang menjadi abu ialah surat keterangan (SK) pendirian MA DDI. Di mana SK tersebut merupakan buatan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kaltim sejak tahun 1990.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Bontang Sulaiman mengatakan, perihal ijazah sudah tertangani. Blanko ijazah sudah diberikan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kaltim sejak beberapa hari yang lalu.
“Blanko juga sudah kami (Kemenag Bontang, Red.) berikan kepada kepala MA DDI,” kata Sulaiman.
Sehubungan dengan permintaan SK pendirian sekolah, menurutnya membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, segala upaya telah dilakukan salah satunya dengan mengirimkan berita acara disertai foto pada saat musibah terjadi. “Targetnya bulan Maret SK MA DDI sudah terbit,” tambahnya.
Di samping itu musibah akhir tahun ini juga menyebabkan beberapa perlengkapan sekolah milik para pelajar hangus. Di antaranya ialah seragam, sepatu, dan tas bantuan gratis dari Pemkot Bontang beberapa hari sebelum musibah terjadi.
Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Saparuddin menuturkan, telah memberikan bantuan berupa tas dan sepatu pasca kebakaran. Akan tetapi, urung terbagikannya bantuan seragam dikarenakan tidak adanya stok tersisa.
“Untuk bantuan seragam kami program tahun ini terutama bagi kelas XI dan XII. Karena kelas X secara otomatis sudah mendapat jatah bantuan,” terang Saparuddin.
Terpisah, Sekretaris Komisi I Abdul Malik memberikan apresiasi kepada Kemenag yang membantu pengurusan dokumen penting MA DDI selama ini. Tak hanya itu, Politikus PKS ini melontarkan kepada Disdik terkait upaya penyaluran bantuan perlengkapan sekolah.
“Ini mengingat para pelajar merupakan aset masa depan Kota Bontang kelak,” tutup Malik. (*/ak)







