TERSANGKA OS (15) yang melakukan tindakan pencurian dengan pemberatan (curat) mengaku hasil dari penjualan sepeda curiannya dia gunakan untuk beli baju distro. OS juga tidak melakukannya sendirian, tetapi ada temannya yang membantu OS melancarkan aksi mencurinya.
Ditemui di ruangan Kasat Reskrim, OS tampak lebih tinggi dari anak-anak seusianya. Bocah dengan tubuh kurus itu mengecat bagian tengah rambutnya dengan warna kuning keemasan. Tanpa menggunakan alas kaki, OS menjawab pertanyaan polisi dengan polos. Kata dia, dirinya baru saja dikeluarkan dari sekolahnya di salah satu sekolah swasta karena membuat onar. Sekolah tersebut merupakan sekolah keduanya, setelah di sekolah pertamanya dia juga dikeluarkan karena menghambur ruang guru. “Saat itu saya dihukum dengan teman saya, kami enggak terima dan teman saya mengajak menghamburkan ruang guru,” ujar dia bercerita, Selasa (30/1) kemarin.
Saat menghambur ruang guru, temannya mengajaknya untuk mencuri laptop dan handphone tetapi OS menolaknya. Akhirnya mereka harus mendekam di balik jeruji besi selama satu pekan di Polsek Bontang Selatan. Sementara itu, OS mengakui jika dirinya sudah mencuri sepeda sejak tahun 2016. Saat itu satu sepeda ia curi bersama temannya yang berumur jauh dibawahnya. Termasuk bulan Desember 2017 lalu dia juga kembali mencuri sepeda. “Awalnya enggak kepikiran, tiba-tiba saja ambil sepeda terus dijual sama teman di BBB, hasilnya dibelikan baju di distro dengan harga Rp 120 ribu, sisanya dipakai main game di warnet,” terang dia.
Untuk yang ketiga kalinya, dia lakukan pada Sabtu (27/1) lalu. Saat itu, dengan menggunakan motor milik kakek temannya dia berkeliling ke wilayah HOP. Saat melihat ada sepeda di salah satu pekarangan, temannya menyuruhnya untuk mengambilnya. “Saya yang kendarai motor, teman saya yang bawa sepedanya, terus dia suruh saya simpan sepeda itu di rumah saya,” ungkapnya.
Untuk menjualnya di BBB, OS mengatakan bahwa temannya yang mem-postingnya menggunakan handphone teman lainnya. Di BBB, sepeda tersebut dijual seharga Rp 700 ribu. “Teman saya juga yang jawab komentar-komentarnya,” imbunya.
OS yang tinggal dengan ayah dan ibu tirinya mengaku kedua orang tuanya tidak mengetahui adanya sepeda tersebut. Karena dirinya menyimpannya di samping rumahnya. Orang tuanya baru mengetahui jika OS sudah mencuri sepeda ketika OS ditangkap oleh polisi. “Sempat dimarahi sama bapak kenapa mencuri, tetapi kalau minta uang sama bapak tidak dikasih alasannya tidak ada uang,” ungkapnya polos.
Sementara itu, Kasat Reskrim Iptu Rihard mengatakan, bahwa ada satu temannya yang masih dalam pencarian. Namun berdasarkan informasi, teman OS masih sekolah kelas 3 SMP dan sebentar lagi akan menghadapi ujian. Terkait kasus hukum yang menimpa anak di bawah umur, Rihard mengaku bisa dilakukan diversi. Tetapi untuk kasus yang ini, karena pencurian dilakukan dengan pemberatan maka proses hukum tetap berjalan. “Kami masih proses tersangka OS,” ujarnya.
Kabar terbaru, sekira pukul 13.30 Wita, Unit Opsnal Polres Bontang berhasil menangkap teman OS yakni WY. Namun pihaknya masih melakukan pengembangan. (mga)







