BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang berencana merevitalisasi skatepark yang berada di kawasan Lapangan Bessai Berinta (Lang-Lang). Fasilitas olahraga ekstrem tersebut dinilai sudah membutuhkan pembenahan setelah lebih dari satu dekade belum tersentuh perbaikan signifikan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Bontang, Eko Mashudi, mengatakan usulan revitalisasi skatepark telah diajukan pada tahun ini dan masuk dalam pembahasan anggaran pemerintah daerah.
Menurutnya, konsep pembangunan yang diusulkan mengacu pada skatepark di Kabupaten Paser yang telah dibangun dengan standar internasional dan menjadi salah satu arena skateboard representatif di Kalimantan Timur.
“Rujukannya seperti skatepark Paser. Ini juga merupakan aspirasi dari teman-teman komunitas skateboard di Bontang,” ujar Eko saat dihubungi, Selasa (23/6/2026).
Terkait kebutuhan anggaran, Eko menyebut pihaknya masih melakukan penyesuaian. Nilainya diperkirakan tidak jauh berbeda dengan pembangunan skatepark di Paser, namun tetap akan menyesuaikan harga material serta kemampuan keuangan daerah.
Sebagai gambaran, Arena Skatepark di Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, rampung dibangun pada akhir 2025 dengan anggaran sekitar Rp1,8 miliar.
Saat ini usulan revitalisasi tersebut telah masuk dalam pembahasan APBD. Namun, pelaksanaannya belum dapat dipastikan apakah dapat direalisasikan melalui APBD Perubahan 2026 atau baru akan masuk dalam anggaran tahun 2027.
“Insyaallah tahun depan kemungkinan besar bisa diwujudkan,” katanya.
Revitalisasi skatepark menjadi salah satu harapan komunitas skateboard di Bontang. Pasalnya, fasilitas yang berada di kawasan Lang-Lang itu diketahui belum pernah mendapatkan perbaikan besar sejak dibangun pada 2010 lalu.
Seiring bertambahnya usia fasilitas, sejumlah bagian arena mulai mengalami kerusakan dan dinilai tidak lagi optimal untuk menunjang aktivitas para skater. (*)

