• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Soal Strategi Ofensif, Jokowi: Masa 4 Tahun Suruh Diam Saja

by M Zulfikar Akbar
6 Februari 2019, 11:30
in Nasional
Reading Time: 1 min read
0
Presiden Joko Widodo (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)

Presiden Joko Widodo (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) kerap melakukan serangan balik menyindir hoaks yang menyerangnya. Termasuk juga salah satu capres dan cawapres yang menakuti rakyat dengan menggunakan data tidak valid.

Sehingga Jokowi disebut-sebut di Pilpres 2019 ini menerapkan strategi ofensif atau menyerang, kepada pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengatakan dirinya tidak ingin hanya diam saja terhadap serang-seragan yang ditujukan kepadanya. Sehingga strategi ofensif ini memang dilakukannya.

“Ya kampanye kan perlu ofensif. Masa kita empat tahun suruh diam saja. Ya endaklah,” tegas Jokowi di kediaman Akbar Tandjung, Jalan Purnawarman, Jakarta, Selasa (5/2) malam.

‎Sementara terpisah, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan, pernyataan ofensif yang dilontarkan Jokowi beberapa waktu belakangan merupakan bentuk serangan balik atas narasi pesimis dan tanpa data yang dilontarkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca Juga:  Sindir Prabowo, Jokowi: Pengkritik Sri Mulyani Tak Mengerti Ekonomi Makro

Hal itu menurut Ace, supaya narasi negatif tidak bisa masuk ke dalam pikiran rakyat. Sehingga memang cara ofensif itu sangat dibutuhkan.

“Selagi kubu sebelah tetap menyerang kami dengan narasi pesimistik dan tanpa data-data yang objektif, tentu kami akan menanggapinya dengan serangan balik yang lebih tajam,” ujar Ace.

Menurut Ketua DPP Partai Golkar ini kepemimpin Jokowi ke depan lebih mengedepankan program-program yang konkret dan solutif dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi bangsa saat ini. Bukan menebarkan pesimisme yang dilakukan Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia bakal bubar.

“Tidak hanya cukup menebarkan pesimisme dengan mengatakan Indonesia punah, bubar dan lain-lain,” katanya.

Ace menambahkan, Jokowi yang kini sekarang ofensif juga sekaligus mengingatkan kubu Prabowo-Sandiaga tidak menggunakan data dan fakta dalam menyampaikan ke masyarakat.

Baca Juga:  Adu Program Tema Dasar Kesra Menuju Debat Cawapres (1): KIP Kuliah vs Kesejahteraan Guru Honorer

“Rakyat harus diberikan pencerahan secara obyektif jangan disuguhi oleh informasi hoaks dan kebohongan,” pungkasnya. (jpc)

Tags: jokowiPilpres 2019
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Terjerat Pasal Berlapis, Habib Bahar Terancam 5 Tahun Penjara

Next Post

KPK Minta Pemrov Papua Tak Perlu Khawatir Jika Tak Menyimpang

Related Posts

Kunjungan ke Kaltim, Jokowi Minta Dilakukan Operasi Pasar Tekan Kenaikan Harga Beras
Kaltim

Kunjungan ke Kaltim, Jokowi Minta Dilakukan Operasi Pasar Tekan Kenaikan Harga Beras

21 September 2023, 12:58
Peluang Jokowi 3 Periode Dinilai Sudah Tertutup
Nasional

Peluang Jokowi 3 Periode Dinilai Sudah Tertutup

21 Maret 2022, 16:30
Soal Strategi Ofensif, Jokowi: Masa 4 Tahun Suruh Diam Saja
Nasional

Jokowi: Masyarakat Harus Lebih Aktif Menyampaikan Kritik

9 Februari 2021, 09:00
Lokasi Calon Ibu Kota Berbukit-bukit, Jokowi: Arsiteknya Pasti Senang
Nasional

Jokowi Semakin Berjarak dengan Rakyat

22 Oktober 2020, 08:53
Aliansi BEM Tolak Pertemuan dengan Jokowi di Istana
Nasional

Jokowi Sebar BLT Rp2,4 Juta Buat Usaha

30 Juli 2020, 10:30
Presiden Jokowi Ancam Bubarkan Lembaga dan Reshuffle Para Menterinya
Nasional

Jokowi Resmi Bubarkan 18 Lembaga Negara

21 Juli 2020, 09:06

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.