• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Spekulasi di Balik Mundurnya Isran Noor dari Ketua NasDem Kaltim; IKN dan Sikap Anies, hingga Kursi Gerindra

by BontangPost
14 November 2023, 12:15
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Gubernur Kaltim Isran Noor (Nasrullah/bontangpost.id)

Gubernur Kaltim Isran Noor (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Pesaing terkuat yang berpeluang menjegal Isran Noor maju di Pilgub Kaltim ditengarai hanya Andi Harun atau Hadi Mulyadi. Namun, Hadi dengan tegas tak ingin bertarung melawan Isran. Menyisakan Andi Harun sebagai kompetitor terberat saa ini.

ROOBAYU
lawlietroobayu@gmail.com

SEPUCUK surat pernyataan beredar luas di jejaring sosial pada Sabtu, 11 November 2023. Surat tertanggal sehari sebelumnya, Jumat, 10 November 2023, berisi informasi tentang pengunduran diri Isran Noor memimpin DPW NasDem Kaltim.

Mundurnya Isran ketika Pemilu 2024 tinggal 93 hari lagi, jelas berimplikasi pada konstelasi politik di Kaltim.

Menurut pengamat politik Universitas Mulawarman (Unmul) Budiman, sinyalemen ketidakharmonisan Isran dengan NasDem sudah terlihat beberapa waktu lalu. Ketika Anies Baswedan bertandang ke Kaltim medio Februari 2023.

Kala itu, Anies masih mencari figur mendampinginya sebagai calon wakil presiden. Isran secara terang-terangan tak hadir dan memilih fokus menjalankan tugas kedinasannya selaku gubernur Kaltim.

Kedatangan Anies pun tak banyak dihandel NasDem. Mesin yang bekerja mengampanyekan calon presiden dari NasDem itu, justru dikomandoi ormas kepemudaan Pemuda Pancasila.

“Ini mengindikasikan ada ketidakselarasan NasDem di bawah kepemimpinan Isran dan DPP,” tuturnya.

Dalam pemilu legislatif, ada beberapa calon legislatif di daerah yang memiliki kecenderungan karena ada patronasi. Nah Isran tak bisa dimungkiri merupakan salah satu patronasi yang ada di tubuh NasDem Kaltim.

Baca Juga:  Gugatan Isran-Hadi Kandas, MK Sebut Selisih Suara Terlalu Jauh

Patronasi akan hadir dengan karakteristik yang jelas dalam setiap pemimpin sebuah partai di daerah. Baik tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Yakni pengalaman, modal sosial atau elektabilitas, hingga finansial.

Bukan tak mungkin, ada beberapa figur yang menggantungkan asanya berlaga di kontestasi politik tiga bulan lagi ke Isran ketika masih menjabat ketua DPW NasDem.

“Sudah jadi rahasia umum ada yang seperti itu. Mundurnya Isran jelas berpengaruh ke urusan “peluru”. Tiga hal dasar itu (pengalaman, modal sosial, hingga finansial),” sebutnya.

NasDem pun harus bergegas mencari nakhoda baru di waktu yang teramat mepet dan keberadaan Isran yang menanggalkan seragam NasDem bakal membawa arus politik baru di Kaltim. Partai lain justru memiliki peluang menggaet Isran dan memanfaatkan efek ekor jas dari figur gubernur Kaltim periode 2018–2023 itu.

“Tapi ini bergantung arah kebijakan partai di nasional, sejauh mana kepentingan mereka di Kaltim,” tuturnya.

Untuk merebut kekuasaan secara legal lewat pemilu, figur atau kader dan partai politik (parpol), menjadi dua hal yang tak bisa dipisahkan.

Parpol membutuhkan figur untuk mendulang suara. Atau sebaliknya, figur yang butuh partai untuk bisa terjun ke kancah politik. “Dalam kasus Isran, justru partai yang butuh figur seperti dia. Ini hal yang sangat jarang untuk dinamika politik di daerah,” sebutnya.

Baca Juga:  Didemo, Pabrik Semen Jalan Terus

Budiman berani berpremis demikian lantaran Isran memenuhi semua kebutuhan politik yang ada. Dari pengalaman, modal sosial, serta finansial. Paket komplet di diri Isran justru kian melambungkan nilai tawarnya ke parpol yang ada.

Hal itu, lanjut dia, bahkan sudah ditunjukkan Isran ketika dirinya maju ke Pilgub Kaltim 2018 silam. Kala itu, Isran sempat menjadi ketua umum Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI), sebelumnya memimpin Demokrat Kaltim.

Ketika maju di pilgub Isran sudah menanggalkan seragam PKPI, tapi dia tetap bisa mengantongi rekomendasi dari partai sekelas Gerindra untuk mengusungnya.
Menggeser Ketua DPD Gerindra Kaltim Yusran Aspar kala itu, yang gencar safari politik untuk maju di pilgub.

“Isran itu punya bargaining yang tinggi. Makanya saya meyakini ada kepentingan Isran yang tidak terakomodasi dan membuatnya memilih melepas tongkat komando NasDem Kaltim,” jelasnya.

IKN di Kaltim, dalam kacamatanya, jadi alasan paling logis yang mendasari Isran mundur. Dari tiga kandidat presiden, hanya Anies, capres yang diusung NasDem, yang tak pernah menyiratkan seperti apa nasib IKN ke depannya.

Sementara Isran di berbagai kesempatan selalu menunjukkan komitmennya agar IKN benar-benar terwujud di Kaltim lantaran diyakini punya implikasi positif. Dengan tak lagi adanya seragam partai yang dikenakan, Isran punya keleluasaan bermanuver politik untuk menyiapkan pijakannya kembali maju di Pilgub 2024 yang digelar November 2024 mendatang.

Baca Juga:  Banyak Laporan Berkepentingan

“Memang muncul beberapa asumsi. Dianggap blunder mundur di waktu genting seperti ini. Tanpa partai pun Isran bisa jadi gubernur pada 2018 lalu. Jangan lupa, Isran ini punya rekam jejak yang cukup intim dengan Prabowo Subianto, capres sekaligus pemimpin Gerindra,” paparnya.

Besar peluang, rekomendasi Gerindra untuk pilgub nanti kembali jatuh ke tangan Isran. Status Isran saat ini punya dua keuntungan. Pertama menjegal Andi Harun yang memiliki kans cukup baik maju berlaga di pilgub. Di sisi lain, hal ini bisa meniadakan konflik politik jika akhirnya dukungan Isran jatuh ke Prabowo.

“Mengunci semua lini. Atas-bawah. Pesaing terkuat yang berpeluang menjegal Isran maju di pilgub itu hanya Andi Harun atau Hadi Mulyadi. Hadi dengan tegas tak ingin bertarung melawan Isran. Hanya Andi Harun kompetitor terberatnya saat ini,” jelasnya mengakhiri.

Sebelumnya, dalam keterangannya kepada Prokal.co (Kaltim Post Group), Sekretaris DPW Partai NasDem Kaltim Fatimah Asyari membenarkan atas pengunduran diri Isran Noor. “Iya, betul,” katanya.

Terkait pelaksana tugas atau pengganti Isran Noor sebagai ketua NasDem Kaltim, Fatimah menegaskan, pihaknya masih menunggu arahan dari DPP NasDem. “Belum. Kami menunggu arahan DPP,” ujarnya. (riz/k8)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Isran Noorpilgub kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Soal Legalitas di Perumahan Griya Wisata Bontang Kuala, Developer Sebut Kawasan Sempat Ada di Jalur Hijau

Next Post

8 Ribu Rumah di Bontang Belum Teraliri Air, Perbaikan WTP Belum Rampung

Related Posts

KPU Tetapkan Rudy Mas`ud-Seno Aji Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Terpilih Periode 2025-2030
Kaltim

KPU Tetapkan Rudy Mas`ud-Seno Aji Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Terpilih Periode 2025-2030

7 Februari 2025, 08:05
Gugatan Isran-Hadi Kandas, MK Sebut Selisih Suara Terlalu Jauh
Kaltim

Gugatan Isran-Hadi Kandas, MK Sebut Selisih Suara Terlalu Jauh

6 Februari 2025, 10:49
Sengketa Pilgub Kaltim: Tim Isran-Hadi Enggan Adu Klaim, Sebut Tunggu Pembuktian di MK
Kaltim

Sengketa Pilgub Kaltim: Tim Isran-Hadi Enggan Adu Klaim, Sebut Tunggu Pembuktian di MK

8 Januari 2025, 13:38
Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pilgub Kaltim, Rudy-Seno Unggul di 8 Kabupaten/Kota
Kaltim

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pilgub Kaltim, Rudy-Seno Unggul di 8 Kabupaten/Kota

9 Desember 2024, 09:00
Update Real Count KPU; Rudy Mas’ud – Seno Aji Unggul 55,66% di Pilgub Kaltim 2024
Kaltim

Update Real Count KPU; Rudy Mas’ud – Seno Aji Unggul 55,66% di Pilgub Kaltim 2024

29 November 2024, 14:11
Pengamat Sebut Peran Swing Voter Berpengaruh di Pilgub Kaltim
Kaltim

Pengamat Sebut Peran Swing Voter Berpengaruh di Pilgub Kaltim

29 November 2024, 10:00

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.