• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Tafsir Baru Usep

by BontangPost
15 April 2018, 09:15
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
SEPERTI BUKU: Alquran tafsir yang disusun oleh Usep Fathuddin.(DAHLAN ISKAN)

SEPERTI BUKU: Alquran tafsir yang disusun oleh Usep Fathuddin.(DAHLAN ISKAN)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

Inilah satu jenis tafsir Alquran yang baru terbit. Dikhususkan untuk kalangan sarjana. Atau intelektual muslim.

Rasanya baru kali ini ada terjemahan Alquran yang seperti ini: bentuk, tebal dan ukurannya seperti buku biasa. Atau  seperti novel. Tidak terlihat seperti kitab suci: Quran atau pun Bibel.

Kalau saya tidak membaca judulnya saya tidak tahu: bahwa ini Alquran dan terjemahannya.

Bahkan lihatlah sampulnya. Kertas biasa. Bukan kertas tebal seperti biasanya. Dan tidak ada satu pun huruf Arab di sampulnya.

Mengapa dibuat seperti itu? Saya pun penasaran. Saya cari nomor telepon penyusunnya. Maka saya pun langsung bertanya ke penyususun tafsir tersebut: Usep Fathuddin. Yang dikenal dekat dengan tokoh pembaharu seperti Nurcholish Madjid. Dan memang segenerasi.

Kang Usep terlihat sangat prihatin. “Umumnya para cendekiawan, ICMI atau bukan ICMI, tidak suka membaca Quran, termasuk terjemahannya,” katanya.

“Terjemahan yang ada selama ini hampir selalu menggunakan huruf yang kecil dengan lebar terjemahan 1/3 halaman atau kurang,” tambahnya.

Baca Juga:  Adu Kuat Kereta Cepat

Karena itu Kang Usep membuat edisi yang berbeda. Terjemahannya tidak ditulis di  bawah atau di samping ayat asli.

Terjemahannya dikelompokkan jadi satu. Jadi, kalau membuka buku ini dari kiri, tidak ada huruf Arabnya.

Sejak halaman satu sampai seterusnya isinya penuh dalam bahasa Indonesia. Baru kalau kita buka buku ini dari kanan isinya Alquran dalam bahasa aslinya.

Dengan demikian pembaca bisa membaca tafsir dari awal sampai selesai. Tanpa perlu melihat huruf aslinya. Bahkan Kang Usep memberi judul. Untuk setiap tiga atau empat ayat. Yang isinya berada dalam satu tema.

“Setahu saya cara ini belum ditemukan pada terjemahan lain,” kata Kang Usep.

Agar ketebalan kitab ini bisa mirip buku biasa Kang Usep membaginya dalam dua jilid. Masing-masing 15 juz. Dengan demikian bentuk, ukuran maupun tebalnya mirip buku biasa. Kalau ada orang membawa buku ini tidak akan terlihat sedang membawa kitab suci.

Baca Juga:  Lumbung Itu Tidak Untuk Ayam

Saya sudah membacanya beberapa juz. Termasuk terjemahan surah Al Maidah ayat 51.

Saya tidak melihat adanya penerjemahan beda. Standar terjemahan yang sudah kita kenal. Lalu mana yang dimaksudkan khusus untuk cendekiawan itu?

Terjemahan Alquran versi Kang Usep ini sangat standar. Tidak ada pemikiran baru. Tidak ada tafsir yang berbeda. Termasuk untuk Al Maidah 51.

Ini berbeda kalau saya melihat tafsir lain. Misalnya tafsir Quran berbahasa Jawa: Al Ibriz. Terbitan 1938. Oleh KH Bisri Mustofa. Ayah KH Mustofa Bisri dari Rembang itu.

Lihat kata “persasat” di tafsir Al Maidah ayat 51 di Al Ibriz itu. Kata “persasat” memang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Arab sangat kaya akan makna. Seperti juga bahasa Mandarin.  Tafsir bahasa Jawa pasti bisa lebih pas dalam mengimbangi kekayaan bahasa Arab.

Lihat juga kata dalam bahasa Jawa “asih asihan” di tafsir ayat itu. Sama sekali tidak berbau pilih-memilih pemimpin. Mungkin di tahun 1938 ketika tafsir Al Ibriz diterbitkan memang belum ada istilah ini: pilkada.

Baca Juga:  Alexa Si Seksi dari Amerika

Saya juga pernah membaca tafsir Alquran versi Iran. Yang saya beli saat saya ke Iran dulu. Artinya: versi Syiah.

Saya bisa menangkap nuansa yang berbeda dalam pemaknaan istilah. Sayang tafsir itu dipinjam orang. Dan saya lupa siapa yang meminjam. Sudah begitu lama.

Namun tafsir Kang Usep yang khusus diperuntukkan cendekiawan ini benar-benar sangat standar. Lantas di mana letak kecendekiawanan tafsir ini?

Kang Usep ternyata punya maksud khusus dengan buku tafsirnya ini. Yaitu agar lebih banyak cendekiawan muslim yang memahami Quran.

Sebab, tulisnya di kata pengantar, Alquran adalah salah satu kitab suci yang paling tidak dipahami oleh umatnya. Meski begitu banyak yang membacanya. Bahkan menghafalnya.

Tujuan Kang Usep adalah: memudahkan orang membawanya. Dan membaca terjemahannya. Ya sudah. Alhamdulillah.(dis)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: catatan dahlan iksan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hobi Jambret, Puluhan Kera Dijebak Warga

Next Post

Tak Targetkan Emas, IPSI Prioritaskan Proses

Related Posts

Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dag Dig Dug Pemilu Malaysia

9 Mei 2018, 09:15
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Manufacturing Hope

8 Mei 2018, 09:15
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Adu Kuat Kereta Cepat

4 Mei 2018, 09:15
Obat #Stress2019 Ala Shanghai
Dahlan Iskan

Obat #Stress2019 Ala Shanghai

3 Mei 2018, 09:15
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Problem Bule Baca Disway

2 Mei 2018, 09:15
Ideologi Republik dari Kansas
Dahlan Iskan

Ideologi Republik dari Kansas

1 Mei 2018, 09:15

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.