<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pembelajaran tatap muka Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/pembelajaran-tatap-muka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/pembelajaran-tatap-muka/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 May 2022 11:33:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Pembelajaran tatap muka Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/pembelajaran-tatap-muka/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PTM 100 Persen di Bontang, Durasi Belajar Kembali Normal</title>
		<link>https://bontangpost.id/ptm-100-persen-di-bontang-durasi-belajar-kembali-normal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lutfi Rahmatunnisa']]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 May 2022 11:23:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran tatap muka]]></category>
		<category><![CDATA[ptm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=99711</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id –  Seuruh tingkat sekolah di Kota Bontang telah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Hal itu berdasadkan Surat Edaran Nomor 420/0562/DIKBUD tentang PTM  100 persen di masa pandemi covid-19. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Bambang Cipto Mulyono mengatakan, sejak April lalu semua siswa dan siswi mulai dari PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ptm-100-persen-di-bontang-durasi-belajar-kembali-normal/">PTM 100 Persen di Bontang, Durasi Belajar Kembali Normal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong>  Seuruh tingkat sekolah di Kota Bontang telah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Hal itu berdasadkan Surat Edaran Nomor 420/0562/DIKBUD tentang PTM  100 persen di masa pandemi covid-19.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Bambang Cipto Mulyono mengatakan, sejak April lalu semua siswa dan siswi mulai dari PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK mulai sekolah seperti biasa.</p>
<p>“Kalau April kemarin jam terbatas. Tapi kalau bulan ini sudah normal sesuai dengan jam pelajaran,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (23/5/2022).</p>
<p>Menurut dia, kegiatan PTM 100 persen ini, akan dilakukan evaluasi. Bila hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang positif tanpa ada terpapar kasus Covid-19, maka PTM 100 persen akan diteruskan. Dan, kegiatan ekstra kurikuler di sekolah juga diperbolehkan.</p>
<p>Bambang mengatakan, saat ini perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bontang terus menurun bahkan telah mencapai zero kasus. “Bahkan kantin sudah boleh buka, olahraga pun boleh di lakukan,” ucap Bambang.</p>
<p>Meski PTM 100 persen diperbolehkan, Bambang mengimbau kepada tim satgas Covid-19 di tiap sekolah agar melakukan pemantaun dan tetap menerapkan protokol kesehatan.</p>
<p>“Guru juga tetap memonitor, jangan sampai dengan adanya kelonggoran malah kecolongan ada yang terpapar,” pesannya. Sebagai informasi, Kota Bontang memiliki 280  sekolah dari semua jenjang mulai TK, SD/MI, SMP/MTS, hingga SMA/SMK/MA. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ptm-100-persen-di-bontang-durasi-belajar-kembali-normal/">PTM 100 Persen di Bontang, Durasi Belajar Kembali Normal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PTM Dinilai Rentan Penularan Hepatitis Akut dan Covid-19</title>
		<link>https://bontangpost.id/ptm-dinilai-rentan-penularan-hepatitis-akut-dan-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2022 12:37:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis akut]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran tatap muka]]></category>
		<category><![CDATA[ptm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=99263</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Pembelajaran tatap muka (PTM) segera digelar kembali. Sekolah diminta memperketat protokol kesehatan (prokes) untuk mengantisipasi penularan penyakit hepatitis akut yang hingga kini belum diketahui etiologinya. Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim khawatir penyakit tersebut dapat berubah menjadi pandemi terhadap anak. Karena itu, pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), dan pihak sekolah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ptm-dinilai-rentan-penularan-hepatitis-akut-dan-covid-19/">PTM Dinilai Rentan Penularan Hepatitis Akut dan Covid-19</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Pembelajaran tatap muka (PTM) segera digelar kembali. Sekolah diminta memperketat protokol kesehatan (prokes) untuk mengantisipasi penularan penyakit hepatitis akut yang hingga kini belum diketahui etiologinya.</p>
<p>Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim khawatir penyakit tersebut dapat berubah menjadi pandemi terhadap anak. Karena itu, pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), dan pihak sekolah harus melakukan langkah serius untuk mencegah persebarannya.</p>
<p>Salah satunya mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta pemda membuat surat edaran sebagai pengingat pentingnya meningkatkan disiplin prokes. ”Selain untuk mencegah Covid-19 yang masih pandemi, ini mencegah penularan hepatitis terhadap anak,” ujarnya kemarin (11/5).</p>
<p>Pencegahan kasus hepatitis misterius itu hendaknya menjadi perhatian lebih, khususnya bagi anak usia playgroup (day care), PAUD/TK, dan SD/MI. Karena itu, kesadaran kolektif harus dimiliki, khususnya bagi guru, siswa, dan orang tua.</p>
<p>Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri menambahkan, surat edaran yang ditujukan kepada sekolah, guru, siswa, orang tua, dan warga sekolah lainnya sangatlah penting. Dengan adanya surat tersebut, semua pihak bisa memiliki pemahaman yang baik mengenai penyakit itu. Terutama terkait dengan indikasi gejala, faktor penyebab, langkah pencegahan, serta kiat hidup bersih demi menjaga anak agar tidak tertular.</p>
<p>”Prokes banyak dilanggar warga sekolah. Siswa maupun guru makin tak disiplin prokes,” keluhnya. Padahal, langkah itu penting untuk pencegahan penularan Covid-19 dan antisipasi kasus hepatitis akut misterius anak. Sejauh ini, kebijakan PTM belum akan mengalami perubahan meski tengah marak kasus hepatitis akut misterius di luar negeri. Pemerintah bahkan telah mengeluarkan SKB 4 menteri terbaru yang mengatur soal PTM 100 persen.</p>
<p>Pada penyesuaian keenam SKB 4 menteri terbaru dengan nomor 01/KB/2022, nomor 408 tahun 2022, nomor HK.01.08/MENKES/1140/2022, dan nomor 420–1026 tahun 2022 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19, disebutkan bahwa penyelenggaraan PTM berdasar beberapa hal. Yakni, level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang ditetapkan pemerintah pusat dan capaian vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) serta masyarakat lansia. <strong>(jawapos)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ptm-dinilai-rentan-penularan-hepatitis-akut-dan-covid-19/">PTM Dinilai Rentan Penularan Hepatitis Akut dan Covid-19</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SKB 4 Menteri Terbaru Bolehkan PTM 100 Persen</title>
		<link>https://bontangpost.id/skb-4-menteri-terbaru-bolehkan-ptm-100-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2022 02:24:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran tatap muka]]></category>
		<category><![CDATA[ptm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=99232</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menerbitkan Keputusan Bersama (SKB 4 Menteri) Nomor 01/KB/2022, Nomor 408 Tahun 2022, Nomor HK.01.08/MENKES/1140/2022, Nomor 420-1026 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Pada penyesuaian keenam, penyelenggaraan PTM dilaksanakan berdasarkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/skb-4-menteri-terbaru-bolehkan-ptm-100-persen/">SKB 4 Menteri Terbaru Bolehkan PTM 100 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menerbitkan Keputusan Bersama (SKB 4 Menteri) Nomor 01/KB/2022, Nomor 408 Tahun 2022, Nomor HK.01.08/MENKES/1140/2022, Nomor 420-1026 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.</p>
<p>Pada penyesuaian keenam, penyelenggaraan PTM dilaksanakan berdasarkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditetapkan pemerintah pusat dan capaian vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), serta warga masyarakat lansia.</p>
<p>“Penetapan level PPKM masih diatur melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri yang disesuaikan berkala,” kata Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti kepada wartawan, Kamis (11/5).</p>
<p>Bagi satuan pendidikan yang berada pada PPKM Level 1 dan Level 2 dengan capaian vaksinasi PTK di atas 80 persen dan lanjut usia (lansia) di atas 60 persen, diwajibkan menyelenggarakan PTM 100 persen setiap hari, dengan Jam Pembelajaran (JP) sesuai kurikulum. Bagi yang capaian vaksinasi PTK di bawah 80 persen dan lansia di bawah 60 persen juga diwajibkan menyelenggarakan PTM 100 persen setiap hari dengan durasi pembelajaran paling sedikit 6 JP.</p>
<p>Kemudian, bagi satuan pendidikan yang berada di wilayah PPKM level 3 dengan capaian vaksinasi PTK di atas 80 persen dan lansia di atas 60 persen, diwajibkan menyelenggarakan PTM 100 persen setiap hari dengan JP sesuai kurikulum. Sedangkan yang capaian vaksinasi PTK di bawah 80 persen dan lansia di bawah 60 persen, diwajibkan menyelenggarakan PTM 50 persen setiap hari secara bergantian dengan moda pembelajaran campuran maksimal 6 JP.</p>
<p>Untuk satuan pendidikan di wilayah PPKM level 4, dengan vaksinasi PTK di atas 80 persen dan lansia lebih dari 60 persen diwajibkan menyelenggarakan PTM 50 persen setiap hari secara bergantian dengan moda pembelajaran campuran maksimal 6 JP.</p>
<p>“Sementara yang vaksinasi PTK-nya di bawah 80 persen dan vaksinasi lansianya di bawah 60 persen masih diwajibkan untuk melaksanakan PJJ,” imbuh Suharti.</p>
<p>Lebih lanjut, satuan pendidikan yang berada pada daerah khusus berdasarkan kondisi geografis terpencil sesuai dengan Kepmendikbudristek Nomor 160/P/2021, juga dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka secara penuh dengan kapasitas peserta didik 100 persen.</p>
<p>Suharti mengatakan, penyesuaian aturan telah melalui pembahasan lintas sektor dengan mempertimbangkan hasil penilaian situasi pandemi Covid-19 terkini dengan melibatkan para pakar pendidikan dan epidemiolog. “SKB Empat Menteri yang terbaru menjadi acuan untuk Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan PTM. Pemerintah daerah tidak diperkenankan menambahkan pengaturan atau persyaratan lain,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/skb-4-menteri-terbaru-bolehkan-ptm-100-persen/">SKB 4 Menteri Terbaru Bolehkan PTM 100 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lima Sekolah Hentikan PTM</title>
		<link>https://bontangpost.id/lima-sekolah-hentikan-ptm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2022 08:07:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran tatap muka]]></category>
		<category><![CDATA[pjj]]></category>
		<category><![CDATA[ptm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=96148</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Jumlah paparan Covid-19 yang menyasar pelajar terus bertambah. Setelah tiga sekolah terpaksa menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kini dua satuan pendidikan lainnya mengikuti jejak. Meliputi SMK 1 dan SD Bethlehem. Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Adi Permana membenarkan kondisi itu. Petugas kesehatan sedang melakukan tracing kepada siswa dan guru yang melakukan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lima-sekolah-hentikan-ptm/">Lima Sekolah Hentikan PTM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Jumlah paparan Covid-19 yang menyasar pelajar terus bertambah. Setelah tiga sekolah terpaksa menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kini dua satuan pendidikan lainnya mengikuti jejak. Meliputi SMK 1 dan SD Bethlehem.</p>
<p>Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Adi Permana membenarkan kondisi itu. Petugas kesehatan sedang melakukan tracing kepada siswa dan guru yang melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi. “Tracing masih lanjut,” kata Adi.</p>
<p>Bila ada satu kasus, Puskesmas di wilayah kerja akan melakukan tahapan tracing. Jumlah paparan itu akan menentukan nantinya apakah penghentian sementara dilakukan selama lima atau 14 hari. Berdasarkan regulasi jika lima persen ke bawah jumlah paparan dari total siswa, maka durasi penghentian selama lima hari. Bila lebih dari lima persen durasinya menjadi 14 hari.</p>
<p>Kepala SMK 1 Kasman Purba membenarkan ada tiga pelajar yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelumnya tiga pelajar ini hendak mengikuti kegiatan MTQ di Kecamatan Bontang Barat, awal pekan lalu. Sebagai persyaratan mereka harus menjalani pemeriksaan rapid antigen. Ternyata hasilnya reaktif. Kemudian ketiga pelajar itu menempuh swab PCR.</p>
<p>“Hasilnya Jumat lalu keluar dan dinyatakan positif,” ucapnya.</p>
<p>Ketiga pelajar itu masuk dalam rombongan belajar yang berbeda. Terakhir masuk sekolah ialah 7 Februari lalu. Satgas Covid sekolah sudah melakukan tracing kepada guru maupun pelajar yang masuk kategori kontak erat pasien. Data itu kemudian dikoordinasikan dengan Puskesmas Bontang Utara 1. Selanjutnya fasilitas kesehatan mengirimkan formulir pendataan untuk bersedia menjalani pemeriksaan lanjutan.</p>
<p>“Hari ini kontak erat di swab PCR,” tutur dia.</p>
<p>Konon, jumlah siswa yang kontak erat yakni 15. Sementara dua guru sudah melakukan inisiatif untuk memeriksa secara mandiri. Hasilnya keduanya negatif. Langkah itu diambil karena merasa waswas. Pihak sekolah juga telah memutuskan untuk menghentikan PTM terbatas kurun lima hari ke depan. Akibatnya penyampaian materi akan menggunakan metode melalui virtual.</p>
<p>“Kami ambil langkah ini demi keselamatan dan kenyamanan seluruh anggota sekolah,” sebutnya.</p>
<p><strong>Baca Juga; <a href="https://bontangpost.id/tiga-sekolah-di-bontang-lockdown/">Tiga Sekolah di Bontang Lockdown</a></strong></p>
<p>Awak media Kaltim Post (induk bontangpost.id) berupaya menghubungi kepala SD Bethlehem untuk mengonfirmasi ihwal adanya pelajar yang dinyatakan positif Covid-19. Namun hingga berita ini ditulis upaya itu belum tersambung. Salah satu wali murid berinsial E membenarkan bahwa ada satu pelajar yang terkonfirmasi di sekolah itu. Kondisi ini membuat anaknya harus menjalani pemeriksaan pada beberapa hari lalu.</p>
<p>“Ada satu pelajar kelas enam positif,” terangnya.</p>
<p>Sekolah pun mengubah skema pembelajaran menjadi daring hingga 16 Februari mendatang. Sebelumnya tiga sekolah terpaksa menempuh pembelajaran jarak jauh usai pelajarnya ada yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Meliputi SMP 1, SMA 1, dan SMK 3.</p>
<p>Menanggapi itu, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Bambang Cipto Mulyono memutuskan menghentikan sementara PTM terbatas. Mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP. Mengingat banyaknya sekolah yang terkena paparan virus itu.</p>
<p>“Kondisi penyebaran Covidnya meningkat jadi sementara selama dua pekan ini memakai pola PJJ untuk seluruh sekolah,” kata Bambang.</p>
<p>Sementara untuk jenjang SMA dan SMK, Kepala Disdikbud Kaltim Anwar Sanusi masih berpedoman terhadap regulasi yang sudah ada. PTM terbatas tetap dengan kapasitas 50 persen. Bila ada kasus maka sekolah harus menghentikan sementara dan beralih menjadi PJJ.</p>
<p>“Tergantung situasi dari tiap daerahnya,” pungkasnya. <strong>(*/ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lima-sekolah-hentikan-ptm/">Lima Sekolah Hentikan PTM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Sekolah di Bontang Lockdown</title>
		<link>https://bontangpost.id/tiga-sekolah-di-bontang-lockdown/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2022 03:53:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran tatap muka]]></category>
		<category><![CDATA[ptm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=96055</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Tren sebaran covid-19 di Kota Taman meningkat. Bahkan tiga sekolah mengubah skema pembelajaran dari luring menjadi daring. Setelah pelajarnya dinyatakan reaktif pasca menjalani pemeriksaan covid-19. Tiga sekolah itu yakni SMA 1, SMK 3, dan SMP 1. Kepala SMA 1 Sumariyah mengambil langkah antisipasi. Pasalnya dua pelajarnya dinyatakan reaktif saat pengambilan sampel, Rabu (9/2) [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tiga-sekolah-di-bontang-lockdown/">Tiga Sekolah di Bontang Lockdown</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Tren sebaran covid-19 di Kota Taman meningkat. Bahkan tiga sekolah mengubah skema pembelajaran dari luring menjadi daring. Setelah pelajarnya dinyatakan reaktif pasca menjalani pemeriksaan covid-19. Tiga sekolah itu yakni SMA 1, SMK 3, dan SMP 1.</p>
<p>Kepala SMA 1 Sumariyah mengambil langkah antisipasi. Pasalnya dua pelajarnya dinyatakan reaktif saat pengambilan sampel, Rabu (9/2) lalu. Salah satu pelajar terdeteksi saat ingin mengikuti kegiatan MTQ. Sisanya mengambil inisiatif karena kondisi tubuhnya tidak fit.</p>
<p>“Terus pelajar itu periksa juga. Karena kami mengimbau untuk melakukan pemeriksaan antigen mandiri bagi siswa yang sakit dan mampu,” kata Sumariyah.</p>
<p>Ia menjelaskan pelajar tersebut terakhir masuk Selasa (8/2). Berdasarkan informasi yang diperoleh pelajar itu mengalami demam. Langkah yang dilakukan oleh sekolah ialah mengubah skema pembelajaran seluruh rombel menjadi daring. Keputusan ini sudah mulai sejak Kamis (10/2) kemarin. Durasinya selama lima hari.</p>
<p>&#8220;Ini bentuk antisipasi. Karena guru-guru yang menyampaikan materi sebelumnya juga khawatir,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Pihaknya telah melakukan komunikasi dengan satgas. Sehubungan dengan tindak lanjut dari kondisi ini. Ia mengaku belum mendapatkan informasi kapan pelajar itu menjalani pemeriksaan swab PCR.</p>
<p>&#8220;Kami tidak tahu pelajar ini terpapar dari mana. Sebab tidak ada riwayat perjalanan dari luar daerah,&#8221; tutur dia.</p>
<p>Sekolah pun sebenarnya telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari pendeteksian suhu tubuh, penyediaan sarana cuci tangan, pemberlakuan penggunaan masker, hingga pengaturan jarak.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya kami tidak ingin terjadi. Tetapi begini padahal prokes juga ketat,&#8221; terangnya.</p>
<p>Tak hanya itu, sekolah juga mengeluarkan kebijakan bagi pelajar yang kurang fit untuk menempuh penyampaian materi secara daring. Terkhusus mereka yang mengalami gejala seperti demam.</p>
<p>&#8220;Kami sudah buat surat edarannya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara untuk SMK 3 tercatat ada empat pelajar dan empat karyawan sekolah hasil pemeriksaannya serupa, Selasa (8/2). Hasil ini didapatkan setelah sebagian siswa secara acak menjalani pemeriksaan rapid antigen yang dilakukan oleh Puskesmas Bontang Barat. Sementara guru dan karyawan di satuan pendidikan itu seluruhnya mengikuti pemeriksaan.</p>
<p>Kepala SMK 3 Hamsiah mengatakan akibat kondisi itu sekolahnya mengembalikan skema pembelajaran menjadi jarak jauh. Hingga dua pekan mendatang. Tetapi keputusan itu hanya menyasar X dan XII. Sebab kelas XI sudah menjalani masa praktek kerja industri. Seluruh yang reaktif telah menjalani swab PCR. Saat ini mereka menunggu hasilnya.</p>
<p>“Jadi untuk pelajar kami pilih anak-anak yang kurang fit saat itu. Kalau guru dan karyawan semuanya,” urainya.</p>
<p>Adapun penghentian PTM terbatas juga terjadi di SMP 1. Pasalnya di satuan pendidikan tersebut terdapat delapan pelajar dengan hasil pemeriksaan reaktif. Sekolah pun telah melakukan disterilisasi selama lima hari sambil menunggu hasil tracing dari Tim Gugus Tugas Covid-19.</p>
<p>“Dia masuk hasil tracing ayahnya yang juga guru di salah satu SMK. Jadi kami melakukan PJJ sejak kemarin,&#8221; kata Riyanto.</p>
<p>Dijelaskan, siswa itu terakhir melakukan kegiatan belajar secara luring pada Senin (7/2) lalu. Akibat dari kejadian ini, sebanyak 17 pelajar dan 4 guru masuk dalam daftar tracing. Proses itu akan berkoordinasi dengan Puskesmas Bontang Utara 1.</p>
<p>“Mereka yang kontak erat akan dicek,” ucapnya.</p>
<p>Bila ditemukan tambahan positif, aktivitas PJJ akan diperpanjang selama dua pekan. Sesuai dengan aturan yang berlaku. <strong>(*/ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tiga-sekolah-di-bontang-lockdown/">Tiga Sekolah di Bontang Lockdown</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SMA Inisiatif PTM 50 Persen, Gunakan Skema Hybrid</title>
		<link>https://bontangpost.id/sma-inisiatif-ptm-50-persen-gunakan-skema-hybrid/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2022 03:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran tatap muka]]></category>
		<category><![CDATA[ptm]]></category>
		<category><![CDATA[sma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=96050</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Langkah inisiatif dilakukan oleh kepala SMA se-Bontang. Menyusul meningkatnya tren sebaran covid-19 di Kota Taman. Bentuknya dengan mengubah skema pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dari kapasitas 100 menjadi 50 persen. Kepala SMA 1 Sumariyah mengatakan mekanisme itu sudah dilakukan sejak Selasa (8/2). Namun hingga kini pihaknya belum menerima surat edaran dari Dinas Pendidikan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sma-inisiatif-ptm-50-persen-gunakan-skema-hybrid/">SMA Inisiatif PTM 50 Persen, Gunakan Skema Hybrid</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Langkah inisiatif dilakukan oleh kepala SMA se-Bontang. Menyusul meningkatnya tren sebaran covid-19 di Kota Taman. Bentuknya dengan mengubah skema pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dari kapasitas 100 menjadi 50 persen.</p>
<p>Kepala SMA 1 Sumariyah mengatakan mekanisme itu sudah dilakukan sejak Selasa (8/2). Namun hingga kini pihaknya belum menerima surat edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim. &#8220;Ini inisiatif dari kami karena kondisinya sudah mengkhawatirkan,&#8221; kata Sumariyah.</p>
<p>Dengan perubahan skema PTM ini proses penyampaian materi tetap digelar dalam satu sesi. Pengaturannya ialah kehadiran berdasarkan nomor absensi pelajar. Bagi yang tidak masuk kelas maka akan diberi tugas oleh guru melalui daring. Tugas ini digunakan saat pre tes sebelum penyampaian materi dalam PTM selanjutnya.</p>
<p>&#8220;Kami tidak bisa melakukan dua sesi. Karena kasihan gurunya jika harus menambah waktu. Terus jamnya pun tidak cukup per harinya,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Skema itu untuk kelas X dan XI. Adapun kelas XII tetap dilangsungkan metode hybrid. Artinya pelajar yang PJJ dapat berinteraksi saat penyampaian materi di kelas. Perbedaan ini mengingat kelas tersebut mempersiapkan diri untuk ujian masuk perguruan tinggi dalam waktu dekat.</p>
<p>Saat disinggung mengapa tidak memberlakukan skema sama untuk kelas X dan XI, ia menjelaskan terkendala kecepatan jaringan. Bandwith yang dimiliki sekolah yakni 210 Mbps tidak bisa menjangkau 21 rombel yang ada. Bahkan pihak sekolah telah menyiapkan solusi jika saat penyampaian materi hybrid terkendala di tengah jalan.</p>
<p>&#8220;Kami berikan pulsa kepada guru jika ada gangguan langsung menggunakan koneksi melalui ponselnya,&#8221; tutur dia.</p>
<p>SMA 1 menggelar PTM tiap harinya mulai 07.00 hingga 12.30 Wita. Sementara SMA 2 bakal menggelar PTM 50 persen mulai Senin depan. Kepala SMA 2 Suyanik mengatakan langkah ini diambil setelah ada pembahasan di tingkat tenaga pendidik.</p>
<p>&#8220;Kami antisipasi karena sudah beberapa sekolah melaksanakan skema itu,&#8221; kata Suyanik.</p>
<p>Pengaturannya pun berbeda. Kelas XII dipastikan tetap masuk rutin. Mengingat penyampaian materi menyisakan waktu enam pekan. Sementara kelas X dan XI dijadwalkan bergantian masuk. Metode ini dipilih karena jika opsi sebelumnya yakni separuh dalam satu rombel gantian masuk  dipandang kurang efektif. Alhasil guru harus menerangkan kembali materi di pekan selanjutnya.</p>
<p>&#8220;Jadi misal pekan ini siswa kelas XI yang masuk, berarti pekan depan kelas X,&#8221; terangnya.</p>
<p>Nantinya guru bakal melakukan mobilisasi dalam jam sama ke dua ruangan kelas sekaligus. Alternatif lainnya ialah guru melaksanakan penyampaian materi di luar ruangan kelas. Tak hanya itu skema hybrid juga kurang efektif. Pasalnya guru hanya terkonsentrasi interaksinya di ruangan kelas. SMA 2 menjadwalkan PTM dimulai 07.15 hingga 12.45 Wita. <strong>(*/ak)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sma-inisiatif-ptm-50-persen-gunakan-skema-hybrid/">SMA Inisiatif PTM 50 Persen, Gunakan Skema Hybrid</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ruang Terbatas, Durasi PTM Dipangkas</title>
		<link>https://bontangpost.id/ruang-terbatas-durasi-ptm-dipangkas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2022 00:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran tatap muka]]></category>
		<category><![CDATA[ptm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=95924</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Pemkot Bontang telah mengeluarkan keputusan perubahan kapasitas pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Menjadi 50 persen. Imbas status Kota Taman masuk kriteria PPKM level dua. Kebijakan ini terhitung mulai Senin (7/2) kemarin. Akibat dari keputusan ini sekolah harus mengatur mekanisme. Pasalnya masih ada satuan pendidikan yang terbatas jumlah ruangan kelasnya. Salah satunya yakni SMP [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ruang-terbatas-durasi-ptm-dipangkas/">Ruang Terbatas, Durasi PTM Dipangkas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Pemkot Bontang telah mengeluarkan keputusan perubahan kapasitas pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Menjadi 50 persen. Imbas status Kota Taman masuk kriteria PPKM level dua. Kebijakan ini terhitung mulai Senin (7/2) kemarin.</p>
<p>Akibat dari keputusan ini sekolah harus mengatur mekanisme. Pasalnya masih ada satuan pendidikan yang terbatas jumlah ruangan kelasnya. Salah satunya yakni SMP 2. Kasi Kurikulum SMP 2 Jumadi mengatakan pihaknya mengurangi durasi tatap muka peserta didik tiap pekannya.</p>
<p>&#8220;Jadi tiap siswa hanya menempuh PTM tiga hari dalam sepekan. Dari sebelumnya yakni enam hari,&#8221; kata Jumadi.</p>
<p>Pihak sekolah tiap harinya memakai format dua sif. Sif pagi kurun 07.30 sampai 11.00 Wita. Sementara sif selanjutnya dimulai 13.30 hingga 16.00 Wita. Pengaturannya berdasarkan nomor absen siswa. Penyusunan jadwal ini disusun secara cepat. Guru akan memberikan tugas bagi pelajar yang tidak menjalani PTM terbatas di hari tersebut.</p>
<p>&#8220;Jumat lalu kami terima surat edaran. Sabtu kami susun jadwal. Senin (kemarin) sudah jalan. Kalau tidak cepat nanti kami disalahkan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>SMP 2 memiliki 12 ruangan kelas, sedangkan jumlah rombel yaitu 24. Berbeda SMP 1 justru harus menggunakan ruangan lain untuk PTM terbatas. Menyusul kapasitas maksimal ruangan hanya diisi 50 persen. Kepala SMP 1 Riyanto mengatakan ruangan yang dipakai yakni laboratorium IPA, ruang keterampilan, ruang bekas tata usaha, ruang multi guna, dan aula.</p>
<p>&#8220;Aula kami sekat dan dipakai untuk dua rombel. Lainnya satu rombel,&#8221; kata Riyanto.</p>
<p>SMP 1 memiliki 24 rombel tetapi ruangan kelas yang ada hanya 18. Jika laboratorium IPA hendak dipakai untuk pembelajaran praktik maka skema yang dilakukan ialah memindahkan pelajar di ruangan itu. Menuju laboratorium bahasa.</p>
<p>&#8220;Ruangan-ruangan yang dipakai itu memang selama ini tidak dipakai proses pembelajaran secara rutin. Mau tidak mau harus digunakan&#8221; terangnya.</p>
<p>Dijelaskan dia, kekurangan ruangan ini lantaran ada penambahan rombel sejak empat tahun lalu. Pasalnya SMP 1 berstatus sekolah rujukan kala itu. Ketentuan yang harus dipatuhi ialah memiliki 24 rombel.</p>
<p>Meski demikian PTM terbatas tetap berjalan lancar. Prokes diterapkan secara ketat untuk mencegah terjadinya penularan covid-19. Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akhirnya menurunkan kapasitas menjadi 50 persen setiap sesinya. Keputusan itu berlaku mulai 7 Februari.</p>
<p>“Kami sudah berikan informasi ke satuan pendidikan melalui surat edaran bernomor 420/0213/DIKBUD,” kata Kepala Disdikbud Bambang Cipto Mulyono.</p>
<p>Menurutnya keputusan ini mengacu surat edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tekonologi bernomor 2/2022. Tertanggal 2 Februari. Mengenai diskresi pelaksanaan keputusan bersama empat menteri tentang penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi covid-19.</p>
<p>Serta Inmendagri 7/2022 tanggal 31 Januari tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3, 2, dan 1 di wilayah luar Jawa-Bali. Ia menjelaskan satuan pendidikan dapat melakukan PTM terbatas lima hari dalam sepekan. Bagi sekolah yang melaksanakan lima hari kerja. Sementara sekolah yang melaksanakan pembelajaran selama enam hari kerja bisa memakai seluruh waktu tersebut. <strong>(*/ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ruang-terbatas-durasi-ptm-dipangkas/">Ruang Terbatas, Durasi PTM Dipangkas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panduan Prokes saat Harus PTM di Tengah Lonjakan Omicron</title>
		<link>https://bontangpost.id/panduan-prokes-saat-harus-ptm-di-tengah-lonjakan-omicron/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2022 04:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran tatap muka]]></category>
		<category><![CDATA[ptm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=95881</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Varian baru Omicron ditengarai menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19. Gejala dari varian baru ini mirip dengan flu biasa, disertai batuk dan demam, namun penularannya cepat. &#8220;Nanti kita akan melihat dalam waktu yang singkat kenaikan jumlah kasus yang cukup tinggi,&#8221; ucap Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi seperti dikutip dari Sehat Negeriku Kemenkes RI. Di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/panduan-prokes-saat-harus-ptm-di-tengah-lonjakan-omicron/">Panduan Prokes saat Harus PTM di Tengah Lonjakan Omicron</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Varian baru Omicron ditengarai menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19. Gejala dari varian baru ini mirip dengan flu biasa, disertai batuk dan demam, namun penularannya cepat.</p>
<p>&#8220;Nanti kita akan melihat dalam waktu yang singkat kenaikan jumlah kasus yang cukup tinggi,&#8221; ucap Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi seperti dikutip dari Sehat Negeriku Kemenkes RI.</p>
<p>Di tengah lonjakan ini, pembelajaran tatap muka (PTM) berdasarkan status PPKM masih berlangsung. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim pun baru saja mengeluarkan ketentuan terbaru PTM melalui SE Mendikbudristek Nomor 2/2022 mengenai Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan di Masa Pandemi Covid-19.</p>
<p>Dalam SE tersebut, sekolah yang berada di wilayah PPKM level 2 diperbolehkan menjalankan PTM berkapasitas 50 persen. Sementara, PTM sekolah di wilayah PPKM 1, 3, dan 4 ketentuannya tetap merujuk SKB 4 Menteri.</p>
<p>Oleh sebab itu, siswa yang tetap harus melakukan PTM perlu tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) di tengah naiknya kasus Omicron ini.</p>
<p>Kemendikbudristek juga telah mengatur hal ini dalam SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, berikut yang wajib dilakukan siswa;</p>
<p>1. Memakai masker yang menutupi hidung, mulut, dan dagu<br />
2. Menjaga jarak antarorang dan/atau antarkursi maupun meja minimal satu meter<br />
3. Menghindari kontak fisik<br />
4. Tidak pinjam-meminjam perlengkapan belajar<br />
5. Tidak saling berbagi makanan maupun minuman dan tidak makan serta minum berhadapan/berdekatan<br />
6. Menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar<br />
7. Rutin membersihkan tangan.</p>
<p>Selain itu, beberapa ciri lain varian Omicron yakni sakit kepala, tenggorokan gatal (tapi bukan batuk), nyeri otot di banyak bagian tubuh, rasa kelelahan, indra penciuman dan perasa tidak hilang, serta berkeringat di malam hari. <strong>(detik)<br />
</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/panduan-prokes-saat-harus-ptm-di-tengah-lonjakan-omicron/">Panduan Prokes saat Harus PTM di Tengah Lonjakan Omicron</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebagian Sekolah Tunda PTM, Pilih Matangkan Sarana Prokes</title>
		<link>https://bontangpost.id/sebagian-sekolah-tunda-ptm-pilih-matangkan-sarana-prokes/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jan 2022 09:07:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran tatap muka]]></category>
		<category><![CDATA[ptm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=94794</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim telah mengeluarkan surat edaran. Mengenai imbauan untuk segera melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Mulai 4 Januari lalu. Aturan itu termaktub dalam surat bernomor 421.3/030/Disdikbud.III/2022. Meski demikian sejumlah sekolah justru menunda pemulaian PTM terbatas. SMA 1 misalnya bakal akan melaksanakan skema itu pada 10 Januari mendatang. Kepala [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sebagian-sekolah-tunda-ptm-pilih-matangkan-sarana-prokes/">Sebagian Sekolah Tunda PTM, Pilih Matangkan Sarana Prokes</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim telah mengeluarkan surat edaran. Mengenai imbauan untuk segera melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Mulai 4 Januari lalu. Aturan itu termaktub dalam surat bernomor 421.3/030/Disdikbud.III/2022.</p>
<p>Meski demikian sejumlah sekolah justru menunda pemulaian PTM terbatas. SMA 1 misalnya bakal akan melaksanakan skema itu pada 10 Januari mendatang. Kepala SMA 1 Sumariyah mengatakan pertimbangannya menyangkut kondisi pelajar. Sebab, pasca libur semester ada kemungkinan siswa melakukan perjalanan ke luar daerah.</p>
<p>“Libur natal dan tahun baru sekolah tentu tidak mengetahui pelajar pergi ke mana saja. Kalau ditunda sepekan maka sudah lewat masa inkubasinya,” kata Sumariyah.</p>
<p>Selain itu, sekolah juga mematangkan sarana prokes. Mulai dari pengaturan bangku dan alur siswa. Nantinya kapasitas tiap kelas akan diisi 100 persen. Dengan durasi maksimal enam mata pelajaran. Jumlah ini susut dibandingkan jam normal. Sebab tiap hari siswa menempuh 8 jam pelajaran.</p>
<p>“Normalnya satu jam itu durasinya 45 menit. Tetapi saat PTM terbatas nanti hanya 30 menit,” ucapnya.</p>
<p>Sehingga pembelajaran akan berakhir pada pukul 13.00 Wita saat PTM terbatas mendatang. Ketentuan lainnya, sekolah tidak akan menggelar salat zuhur berjamaah. Mengenai teknis kedatangan tidak ada pengaturan. Sebab siswa datangnya tentu tidak bersamaan. Tetapi sekolah merancang mengenai jam pulang. Tiap jenjang akan diberi jeda 15 menit. Supaya tidak ada penumpukkan di gerbang sekolah.</p>
<p>“Durasi itu akan diisi literasi, pembinaan wali kelas, atau pengembangan profesi. Nanti akan diatur sekolah. Sifatnya gantian,” tutur dia.</p>
<p>Senada SMK 1 juga akan memulai PTM terbatas pada 10 Januari mendatang. Kepala SMK 1 Kasman Purba mengatakan waktu yang tersisa digunakan untuk sosialisasi terkait skema itu. Pasalnya hampir dua tahun siswa tidak beraktivitas di sekolah.</p>
<p>“Tentu perlu pendahuluan. Mendatangkan langsung 1.380 siswa sekaligus tentu berisiko. Karena kami belum tahu kondisinya,” ujarnya.</p>
<p>Kemarin sosialisasi diperuntukkan bagi kelas XII dan XIII. Dengan jumlah siswa sekira 400. Selanjutnya giliran kelas XI pada hari ini menyasar sekira 450 siswa. Jumat (7/1) menjadi jatah kelas X. Kegiatan ini bakal dilakukan di lapangan upacara. Durasinya per hari selama dua jam. Mulai 08.00 hingga 10.00 Wita.</p>
<p>“Bentuknya ini terkait prokes dan perkenalan guru dan wali kelasnya. Sebab selama ini tidak pernah bertemu,” terangnya.</p>
<p>PTM terbatas nantinya tiap siswa akan menerima materi hingga 12.00 Wita. Satu jam pelajaran berdurasi 25 menit. <strong>(*/ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sebagian-sekolah-tunda-ptm-pilih-matangkan-sarana-prokes/">Sebagian Sekolah Tunda PTM, Pilih Matangkan Sarana Prokes</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pekan Depan, Bontang Siap PTM 100 Persen</title>
		<link>https://bontangpost.id/pekan-depan-bontang-siap-ptm-100-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulianti Basri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2022 04:17:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran tatap muka]]></category>
		<category><![CDATA[ptm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=94653</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menyatakan siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen atau secara penuh untuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, pada pekan depan. Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Saparuddin menyebut, PTM 100 persen bakal diterapkan per 10 Januari 2022. Hal ini mengacu SKB [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pekan-depan-bontang-siap-ptm-100-persen/">Pekan Depan, Bontang Siap PTM 100 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menyatakan siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen atau secara penuh untuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, pada pekan depan.</p>
<p>Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Saparuddin menyebut, PTM 100 persen bakal diterapkan per 10 Januari 2022. Hal ini mengacu SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran saat Masa Pandemi Covid-19, di Wilayah PPKM level 1 dan 2.</p>
<p>&#8220;Minggu depan PTM penuh, edarannya tinggal kami sebar ke sekolah-sekolah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pertimbangannya dikatakan Saparuddin lantaran Bontang sudah masuk dalam zona hijau. Cakupan vaksinasi pun sudah di atas 80 persen. Diketahui, cakupan vaksinasi pelajar atau remaja sudah menyentuh angka 95 persen. Kendati sudah masuk zona hijau, Saparuddin mengingatkan agar tidak jemawa. Ia tetap meminta sekolah melaksanakan protokol kesehatan (prokes).</p>
<p>&#8220;Kapasitas memang 100 persen, tapi hanya 6 jam pelajaran. Kalau normalnya kan 10 jam,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Saat ini masih ada 11 sekolah yang belum melaksanakan PTM. 3 sekolah di antaranya telah mengajukan pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Disdikbud pun telah melakukan visitasi sekolah. &#8220;Sisanya ya harus mengajukan dulu, dari kami (Disdikbud) tidak bisa memaksa juga melaksanakan PTM, kalau tidak ada pengajuan dari sekolah,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya tercatat 66 satuan pendidikan jenjang SD dan SMP telah diberikan rekomendasi. Diketahui pada tahap pertama itu 15 sekolah disetujui oleh Disdikbud. Sebulan kemudian, 26 sekolah diberikan rekomendasi. Terakhir 25 satuan pendidikan diizinkan PTM terbatas bulan ini.</p>
<p>Apabila dalam pelaksanaan PTM terbatas terjadi penularan Covid-19 di sekolah maka pembelajaran dialihkan ke skema daring atau diliburkan selama lima hari. Mekanisme tatap muka terbatas dibuka kembali setelah tracing, testing, dan treatment dilakukan oleh tim gugus sekolah. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pekan-depan-bontang-siap-ptm-100-persen/">Pekan Depan, Bontang Siap PTM 100 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
