bontangpost.id – Jumlah paparan Covid-19 yang menyasar pelajar terus bertambah. Setelah tiga sekolah terpaksa menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kini dua satuan pendidikan lainnya mengikuti jejak. Meliputi SMK 1 dan SD Bethlehem.
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Adi Permana membenarkan kondisi itu. Petugas kesehatan sedang melakukan tracing kepada siswa dan guru yang melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi. “Tracing masih lanjut,” kata Adi.
Bila ada satu kasus, Puskesmas di wilayah kerja akan melakukan tahapan tracing. Jumlah paparan itu akan menentukan nantinya apakah penghentian sementara dilakukan selama lima atau 14 hari. Berdasarkan regulasi jika lima persen ke bawah jumlah paparan dari total siswa, maka durasi penghentian selama lima hari. Bila lebih dari lima persen durasinya menjadi 14 hari.
Kepala SMK 1 Kasman Purba membenarkan ada tiga pelajar yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelumnya tiga pelajar ini hendak mengikuti kegiatan MTQ di Kecamatan Bontang Barat, awal pekan lalu. Sebagai persyaratan mereka harus menjalani pemeriksaan rapid antigen. Ternyata hasilnya reaktif. Kemudian ketiga pelajar itu menempuh swab PCR.
“Hasilnya Jumat lalu keluar dan dinyatakan positif,” ucapnya.
Ketiga pelajar itu masuk dalam rombongan belajar yang berbeda. Terakhir masuk sekolah ialah 7 Februari lalu. Satgas Covid sekolah sudah melakukan tracing kepada guru maupun pelajar yang masuk kategori kontak erat pasien. Data itu kemudian dikoordinasikan dengan Puskesmas Bontang Utara 1. Selanjutnya fasilitas kesehatan mengirimkan formulir pendataan untuk bersedia menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Hari ini kontak erat di swab PCR,” tutur dia.
Konon, jumlah siswa yang kontak erat yakni 15. Sementara dua guru sudah melakukan inisiatif untuk memeriksa secara mandiri. Hasilnya keduanya negatif. Langkah itu diambil karena merasa waswas. Pihak sekolah juga telah memutuskan untuk menghentikan PTM terbatas kurun lima hari ke depan. Akibatnya penyampaian materi akan menggunakan metode melalui virtual.
“Kami ambil langkah ini demi keselamatan dan kenyamanan seluruh anggota sekolah,” sebutnya.
Baca Juga; Tiga Sekolah di Bontang Lockdown
Awak media Kaltim Post (induk bontangpost.id) berupaya menghubungi kepala SD Bethlehem untuk mengonfirmasi ihwal adanya pelajar yang dinyatakan positif Covid-19. Namun hingga berita ini ditulis upaya itu belum tersambung. Salah satu wali murid berinsial E membenarkan bahwa ada satu pelajar yang terkonfirmasi di sekolah itu. Kondisi ini membuat anaknya harus menjalani pemeriksaan pada beberapa hari lalu.
“Ada satu pelajar kelas enam positif,” terangnya.
Sekolah pun mengubah skema pembelajaran menjadi daring hingga 16 Februari mendatang. Sebelumnya tiga sekolah terpaksa menempuh pembelajaran jarak jauh usai pelajarnya ada yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Meliputi SMP 1, SMA 1, dan SMK 3.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Bambang Cipto Mulyono memutuskan menghentikan sementara PTM terbatas. Mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP. Mengingat banyaknya sekolah yang terkena paparan virus itu.
“Kondisi penyebaran Covidnya meningkat jadi sementara selama dua pekan ini memakai pola PJJ untuk seluruh sekolah,” kata Bambang.
Sementara untuk jenjang SMA dan SMK, Kepala Disdikbud Kaltim Anwar Sanusi masih berpedoman terhadap regulasi yang sudah ada. PTM terbatas tetap dengan kapasitas 50 persen. Bila ada kasus maka sekolah harus menghentikan sementara dan beralih menjadi PJJ.
“Tergantung situasi dari tiap daerahnya,” pungkasnya. (*/ak)







