<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Serangan Buaya Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/serangan-buaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/serangan-buaya/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jul 2026 02:31:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Serangan Buaya Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/serangan-buaya/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pria di Muara Badak Diserang Buaya Usai Buang Air di Tepi Sungai</title>
		<link>https://bontangpost.id/pria-di-muara-badak-diserang-buaya-usai-buang-air-di-tepi-sungai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 02:31:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=152907</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Muara Badak &#8211; Seorang pria berinisial A (23) menjadi korban serangan buaya di kawasan jembatan Sambera, RT 02, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 10.00 Wita lalu. Kapolres Bontang, AKBP Anak Agung Wibowo Sitepu melalui Kapolsek Muara Badak, Iptu Danang Wahyu Rahardika mengatakan, korban yang merupakan warga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pria-di-muara-badak-diserang-buaya-usai-buang-air-di-tepi-sungai/">Pria di Muara Badak Diserang Buaya Usai Buang Air di Tepi Sungai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>BONTANGPOST.ID, Muara Badak &#8211;</strong> Seorang pria berinisial A (23) menjadi korban serangan buaya di kawasan jembatan Sambera, RT 02, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 10.00 Wita lalu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kapolres Bontang, AKBP Anak Agung Wibowo Sitepu melalui Kapolsek Muara Badak, Iptu Danang Wahyu Rahardika mengatakan, korban yang merupakan warga Kampung Dagang, Desa Muara Badak Ilir, diserang buaya saat berada di tepi sungai.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan keterangan yang diterima kepolisian, sebelum kejadian korban baru selesai buang air besar di pinggir sungai. Tiba-tiba seekor buaya muncul dan menggigit bagian belakang tubuh korban.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Korban berhasil melepaskan diri dari gigitan buaya, kemudian berlari ke arah darat untuk mencari pertolongan,&#8221; ujar Iptu Danang, saat dihubungi, Selasa (28/07/2026)</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada punggungnya dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Iptu Danang mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di wilayah yang diketahui menjadi habitat buaya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Masyarakat diharapkan tidak beraktivitas sendirian di tepi sungai, menghindari mandi maupun buang air di pinggir sungai, serta segera melaporkan apabila melihat kemunculan buaya agar dapat diantisipasi bersama,&#8221; pungkasnya. (*)</span></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pria-di-muara-badak-diserang-buaya-usai-buang-air-di-tepi-sungai/">Pria di Muara Badak Diserang Buaya Usai Buang Air di Tepi Sungai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Habitat Menyusut, Buaya Kian Sering Muncul di Pesisir Kutai Timur dan Ancam Pariwisata</title>
		<link>https://bontangpost.id/habitat-menyusut-buaya-kian-sering-muncul-di-pesisir-kutai-timur-dan-ancam-pariwisata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 06:33:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Ancaman Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[buayakutim]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=152450</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Sangatta &#8211; Kemunculan buaya di sejumlah wilayah pesisir Kutai Timur (Kutim) tidak hanya menimbulkan kekhawatiran warga, tetapi juga berdampak pada sektor pariwisata. Sejumlah destinasi pantai kini dipasangi papan peringatan waspada buaya setelah beberapa kali dilaporkan terjadi kemunculan satwa tersebut di sekitar kawasan wisata. Fenomena itu menjadi perhatian pemerintah daerah. Selain karena pernah menimbulkan korban [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/habitat-menyusut-buaya-kian-sering-muncul-di-pesisir-kutai-timur-dan-ancam-pariwisata/">Habitat Menyusut, Buaya Kian Sering Muncul di Pesisir Kutai Timur dan Ancam Pariwisata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Sangatta &#8211;</strong> Kemunculan buaya di sejumlah wilayah pesisir Kutai Timur (Kutim) tidak hanya menimbulkan kekhawatiran warga, tetapi juga berdampak pada sektor pariwisata.</p>
<p>Sejumlah destinasi pantai kini dipasangi papan peringatan waspada buaya setelah beberapa kali dilaporkan terjadi kemunculan satwa tersebut di sekitar kawasan wisata.</p>
<p>Fenomena itu menjadi perhatian pemerintah daerah. Selain karena pernah menimbulkan korban luka hingga meninggal dunia, kemunculan buaya di sekitar permukiman dan kawasan wisata dinilai berkaitan dengan semakin berkurangnya habitat alami satwa tersebut.</p>
<p>Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, Pemerintah Daerah telah meminta langkah penanganan kepada pemerintah Provinsi terkait untuk mengendalikan populasi buaya yang kerap muncul di area aktivitas masyarakat.</p>
<p>Menurut Mahyunadi, meningkatnya interaksi antara buaya dan manusia tidak terlepas dari perubahan lingkungan yang terjadi selama beberapa tahun terakhir. Habitat alami yang dulunya menjadi tempat hidup buaya perlahan berkurang akibat alih fungsi lahan.</p>
<p>Ia menuturkan, pada masa lalu buaya lebih banyak berada di kawasan rawa dan jarang memasuki wilayah yang menjadi tempat aktivitas masyarakat. Namun kondisi tersebut berubah seiring menyusutnya habitat alami.</p>
<p>&#8220;Karena pada saat dulu buaya ada habitatnya. Di rawa-rawa ditinggal. Itu kan bukan buaya sungai. Buaya rawa, dia tinggal di rawa-rawa,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain kehilangan habitat, berkurangnya sumber pakan alami juga disebut menjadi faktor yang mendorong buaya semakin sering muncul di sekitar sungai, pantai, hingga permukiman warga.</p>
<p>&#8220;Begitu habitatnya diambil oleh masyarakat, oleh manusia jadikan sawit dan sebagainya, maka mereka pindah ke sungai. Hilang habitatnya,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Mahyunadi menjelaskan, pada masa lalu populasi satwa mangsa seperti monyet dan babi hutan masih melimpah sehingga kebutuhan pakan buaya tercukupi. Kondisi tersebut membuat konflik antara manusia dan buaya relatif jarang terjadi.</p>
<p>&#8220;Saat sekarang buaya jadi ganas karena dia kehilangan makanan sumber makanannya. Dia kehilangan habitat dan makanan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di sejumlah destinasi wisata pantai di Kutim, papan peringatan waspada buaya kini terpasang untuk mengingatkan pengunjung. Pantai Teluk Lombok menjadi salah satu lokasi yang beberapa kali dilaporkan terdapat kemunculan buaya.</p>
<p>Sementara di Pantai Sekerat juga telah dipasang peringatan meski belum terdapat laporan kemunculan satwa tersebut. Pemerintah Kutim sendiri berencana membangun penangkaran buaya sebagai bagian dari program penanganan konflik satwa liar.</p>
<p>Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi potensi interaksi antara buaya dan manusia di wilayah Kutim.</p>
<p>Mahyunadi juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan karena kerusakan habitat dan pencemaran dinilai turut memperburuk kondisi ekosistem satwa liar.</p>
<p>&#8220;Saya mengajak seluruh masyarakat untuk melestarikan lingkungan, jaga kebersihan, terutama yang di pantai,&#8221; pungkasnya. <strong>(juf/kpg)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/habitat-menyusut-buaya-kian-sering-muncul-di-pesisir-kutai-timur-dan-ancam-pariwisata/">Habitat Menyusut, Buaya Kian Sering Muncul di Pesisir Kutai Timur dan Ancam Pariwisata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Populasi Dinilai Membahayakan, Wali Kota Bontang Instruksikan Penangkapan Buaya</title>
		<link>https://bontangpost.id/populasi-dinilai-membahayakan-wali-kota-bontang-instruksikan-penangkapan-buaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 07:07:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya selambai]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=147973</guid>

					<description><![CDATA[<p>Populasi Dinilai Membahayakan, Wali Kota Bontang Instruksikan Penangkapan Buaya BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang berencana segera menangkap buaya yang kerap muncul di wilayah pesisir. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kemunculan predator tersebut yang dinilai membahayakan keselamatan warga. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan populasi buaya di sejumlah kawasan pesisir sudah cukup banyak dan tidak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/populasi-dinilai-membahayakan-wali-kota-bontang-instruksikan-penangkapan-buaya/">Populasi Dinilai Membahayakan, Wali Kota Bontang Instruksikan Penangkapan Buaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Populasi Dinilai Membahayakan, Wali Kota Bontang Instruksikan Penangkapan Buaya</p>
<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Pemerintah Kota Bontang berencana segera menangkap buaya yang kerap muncul di wilayah pesisir. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kemunculan predator tersebut yang dinilai membahayakan keselamatan warga.</p>
<p>Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan populasi buaya di sejumlah kawasan pesisir sudah cukup banyak dan tidak bisa lagi dibiarkan tanpa penanganan.</p>
<p>“Ini mesti ditangkap, tidak bisa dibiarkan. Karena saya lihat akhir-akhir ini sudah banyak di habitatnya,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (02/03/2026).</p>
<p>Pemkot akan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), BPBD, serta pawang buaya untuk memetakan titik-titik dengan populasi terbanyak. Setelah pemetaan dilakukan, proses penangkapan akan dijalankan sesuai prosedur yang berlaku.</p>
<p>“Kita tangkap, tidak boleh diapa-apakan. Nanti kita serahkan ke pihak atau kementerian terkait,” jelasnya.</p>
<p>Selain upaya penangkapan, Neni juga mengimbau warga—terutama yang bermukim di kawasan pesisir—untuk meningkatkan kewaspadaan. Orang tua diminta tidak membiarkan anak-anak mandi atau berenang di perairan laut, khususnya saat air pasang.</p>
<p>“Apalagi saat air pasang, itu ngeri. Saya minta mulai dari RT hingga warga dan orang tua melarang anak-anak mandi di laut,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/populasi-dinilai-membahayakan-wali-kota-bontang-instruksikan-penangkapan-buaya/">Populasi Dinilai Membahayakan, Wali Kota Bontang Instruksikan Penangkapan Buaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPJS Akhirnya Aktif, Korban Buaya Loktuan Bontang Masih Berjuang di ICU</title>
		<link>https://bontangpost.id/bpjs-akhirnya-aktif-korban-buaya-loktuan-bontang-masih-berjuang-di-icu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 11:20:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya selambai]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=147933</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Bocah 11 tahun korban serangan buaya di RT 08, Kelurahan Loktuan, yang sebelumnya terkendala administrasi kependudukan, kini telah memiliki BPJS Kesehatan. Lurah Loktuan, Supriadi, memastikan persoalan administrasi tersebut telah diselesaikan. Data kependudukan korban sudah disinkronisasi dan dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga (KK) milik tantenya. “Sudah disinkronisasi data kependudukannya. KK tantenya sudah dikaitkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bpjs-akhirnya-aktif-korban-buaya-loktuan-bontang-masih-berjuang-di-icu/">BPJS Akhirnya Aktif, Korban Buaya Loktuan Bontang Masih Berjuang di ICU</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="7a2acac5-de05-4353-979d-361247e2c200" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="111" data-end="313"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Bocah 11 tahun korban serangan buaya di RT 08, Kelurahan Loktuan, yang sebelumnya terkendala administrasi kependudukan, kini telah memiliki BPJS Kesehatan.</p>
<p data-start="315" data-end="508">Lurah Loktuan, Supriadi, memastikan persoalan administrasi tersebut telah diselesaikan. Data kependudukan korban sudah disinkronisasi dan dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga (KK) milik tantenya.</p>
<p data-start="510" data-end="625">“Sudah disinkronisasi data kependudukannya. KK tantenya sudah dikaitkan agar sang anak bisa dijamin BPJS,” ujarnya.</p>
<p data-start="627" data-end="919">Meski persoalan administrasi telah rampung, kondisi korban hingga saat ini masih kritis. Abisar masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">RS PKT</span></span> pasca-serangan buaya yang terjadi saat ia berenang di kawasan rawa ketika air laut pasang beberapa waktu lalu.</p>
<p data-start="921" data-end="975">“Masih kondisinya kritis hingga saat ini,” pungkasnya.</p>
<p data-start="977" data-end="1219">Sebelumnya diberitakan, di tengah kondisi kritis usai diterkam buaya, Abisar juga menghadapi persoalan lain karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Hingga Minggu (1/3/2026), korban masih dirawat intensif di ruang ICU dan belum sadarkan diri.</p>
<p data-start="1221" data-end="1332">Saat pertama kali mendapat penanganan medis, korban diketahui belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.</p>
<p data-start="1334" data-end="1680">Bhabinkamtibmas Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri, menjelaskan ketiadaan BPJS tersebut berawal dari persoalan administrasi kependudukan. Korban tidak tercatat dalam Kartu Keluarga (KK), sehingga tidak memiliki akses terhadap fasilitas jaminan kesehatan maupun layanan publik lainnya. Biaya perawatan pun sempat mengandalkan donasi dan urunan warga.</p>
<p data-start="1682" data-end="1770">“Bahkan ia tidak bisa bersekolah karena tidak memiliki dokumen kependudukan,” ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bpjs-akhirnya-aktif-korban-buaya-loktuan-bontang-masih-berjuang-di-icu/">BPJS Akhirnya Aktif, Korban Buaya Loktuan Bontang Masih Berjuang di ICU</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Tak Punya BPJS, Biaya Perawatan Andalkan Urunan</title>
		<link>https://bontangpost.id/bocah-korban-serangan-buaya-di-loktuan-bontang-tak-punya-bpjs-biaya-perawatan-andalkan-urunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 05:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya selambai]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=147918</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Di tengah kondisi kritis usai diterkam buaya, Abisar, bocah 11 tahun asal RT 08, Kelurahan Loktuan, juga menghadapi persoalan lain. Dia tidak memiliki jaminan kesehatan. Hingga Minggu (1/3/2026), korban masih dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit PKT dan belum sadarkan diri. Namun saat pertama kali mendapat penanganan medis, diketahui korban tidak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bocah-korban-serangan-buaya-di-loktuan-bontang-tak-punya-bpjs-biaya-perawatan-andalkan-urunan/">Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Tak Punya BPJS, Biaya Perawatan Andalkan Urunan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="214" data-end="397"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Di tengah kondisi kritis usai diterkam buaya, Abisar, bocah 11 tahun asal RT 08, Kelurahan Loktuan, juga menghadapi persoalan lain. Dia tidak memiliki jaminan kesehatan.</p>
<p data-start="399" data-end="624">Hingga Minggu (1/3/2026), korban masih dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit PKT dan belum sadarkan diri. Namun saat pertama kali mendapat penanganan medis, diketahui korban tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.</p>
<p data-start="626" data-end="907">Bhabinkamtibmas Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri, menjelaskan ketiadaan BPJS tersebut berawal dari persoalan administrasi kependudukan. Korban tidak tercatat dalam Kartu Keluarga (KK), sehingga tidak memiliki akses terhadap fasilitas jaminan kesehatan maupun layanan publik lainnya. Sehingga biaya perawatan mengandalkan donasi dan urunan warga.</p>
<p data-start="909" data-end="1071">“Bahkan ia tidak bisa bersekolah karena tidak memiliki dokumen kependudukan,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1073" data-end="1353">Sejak kecil, korban tidak tinggal bersama orang tuanya. Ia sempat diasuh sang nenek hingga meninggal dunia, lalu berpindah-pindah tinggal di rumah kerabat. Kondisi tersebut membuat status administrasinya tidak jelas dan belum dimasukkan dalam KK keluarga yang merawatnya saat ini.</p>
<p data-start="1355" data-end="1527">Pihak keluarga sebenarnya telah berupaya mengurus dokumen kependudukan serta pendaftaran BPJS. Namun proses tersebut terkendala karena korban belum resmi tercatat dalam KK.</p>
<p data-start="1529" data-end="1740">Saat ini Ketua RT setempat telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk membantu percepatan pengurusan dokumen agar korban bisa dimasukkan ke dalam KK tantenya dan didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.</p>
<p data-start="1742" data-end="1972">Sebelumnya, korban bernama Abisar (11) diserang buaya saat berenang di kawasan rawa-rawa tembusan Selambai, Sabtu (28/2) sekitar pukul 14.00. Ia mengalami luka gigitan di bagian leher dan kepala serta luka cakaran di bagian perut.</p>
<p data-start="1974" data-end="2097" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Di balik tragedi tersebut, persoalan mendasar tentang akses administrasi dan jaminan kesehatan kembali menjadi sorotan. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bocah-korban-serangan-buaya-di-loktuan-bontang-tak-punya-bpjs-biaya-perawatan-andalkan-urunan/">Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Tak Punya BPJS, Biaya Perawatan Andalkan Urunan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Kritis, Dirawat Intensif di ICU</title>
		<link>https://bontangpost.id/bocah-korban-serangan-buaya-di-loktuan-bontang-kritis-dirawat-intensif-di-icu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 23:15:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya selambai]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=147903</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Bocah 11 tahun warga RT 08, Kelurahan Loktuan, yang menjadi korban serangan buaya saat berenang, masih dalam kondisi kritis. Hingga Minggu (1/3/2026), korban belum sadarkan diri dan menjalani perawatan intensif. Bhabinkamtibmas Loktuan Aiptu Bambang Sumantri, mengatakan korban kini dirawat di ruang ICU Rumah Sakit PKT. “Korban dirawat di ruang ICU. Kondisinya masih [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bocah-korban-serangan-buaya-di-loktuan-bontang-kritis-dirawat-intensif-di-icu/">Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Kritis, Dirawat Intensif di ICU</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="339" data-end="576"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Bocah 11 tahun warga RT 08, Kelurahan Loktuan, yang menjadi korban serangan buaya saat berenang, masih dalam kondisi kritis. Hingga Minggu (1/3/2026), korban belum sadarkan diri dan menjalani perawatan intensif.</p>
<p data-start="578" data-end="709">Bhabinkamtibmas Loktuan Aiptu Bambang Sumantri, mengatakan korban kini dirawat di ruang ICU <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Rumah Sakit PKT</span></span>.</p>
<p data-start="711" data-end="809">“Korban dirawat di ruang ICU. Kondisinya masih kritis dan belum sadar hingga saat ini,” ungkapnya.</p>
<p data-start="811" data-end="1021">Selain kondisi kesehatan yang memprihatinkan, terungkap pula persoalan administrasi kependudukan korban. Saat pertama kali dibawa ke rumah sakit, korban diketahui belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.</p>
<p data-start="1023" data-end="1255">Hal tersebut karena korban tidak tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Sejak kecil, ia tidak tinggal bersama orang tuanya. Setelah diasuh sang nenek dan neneknya meninggal dunia, korban kerap berpindah-pindah tinggal di rumah kerabat.</p>
<p data-start="1257" data-end="1418">“Identitas dan kartu keluarganya tidak ada, sehingga BPJS pun tidak punya. Bahkan ia tidak bisa bersekolah karena tidak memiliki dokumen kependudukan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1420" data-end="1573">Pihak keluarga sempat berupaya mengurus administrasi kependudukan dan BPJS, namun terkendala karena korban belum masuk dalam KK keluarga yang merawatnya.</p>
<p data-start="1575" data-end="1775">Saat ini Ketua RT setempat telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk membantu pengurusan dokumen korban agar bisa dimasukkan ke dalam KK tantenya dan didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.</p>
<p data-start="1777" data-end="2012">Sebelumnya, korban bernama Abisar (11) diserang buaya saat berenang di kawasan rawa-rawa tembusan Selambai, Sabtu (28/2) sekitar pukul 14.00. Ia mengalami luka gigitan di bagian leher dan kepala serta luka cakaran di bagian perut. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bocah-korban-serangan-buaya-di-loktuan-bontang-kritis-dirawat-intensif-di-icu/">Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Kritis, Dirawat Intensif di ICU</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serangan Buaya di Loktuan Bontang, Bocah 11 Tahun Jadi Korban</title>
		<link>https://bontangpost.id/serangan-buaya-di-loktuan-bontang-bocah-11-tahun-jadi-korban/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 09:14:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya selambai]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=147895</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Seorang bocah berusia 11 tahun di RT 08, Kelurahan Loktuan, menjadi korban serangan buaya saat berenang bersama teman-temannya, Sabtu (28/2) sekitar pukul 14.00 Wita. Bhabinkamtibmas Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri, menjelaskan korban bernama Abisar (11). Saat kejadian, ia berenang di kawasan rawa-rawa tembusan Selambai yang tidak jauh dari permukiman warga. Diduga, kondisi air [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/serangan-buaya-di-loktuan-bontang-bocah-11-tahun-jadi-korban/">Serangan Buaya di Loktuan Bontang, Bocah 11 Tahun Jadi Korban</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Seorang bocah berusia 11 tahun di RT 08, Kelurahan Loktuan, menjadi korban serangan buaya saat berenang bersama teman-temannya, Sabtu (28/2) sekitar pukul 14.00 Wita.</p>
<p>Bhabinkamtibmas Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri, menjelaskan korban bernama Abisar (11). Saat kejadian, ia berenang di kawasan rawa-rawa tembusan Selambai yang tidak jauh dari permukiman warga.</p>
<p>Diduga, kondisi air laut yang tengah pasang membuat buaya lebih mudah mendekati area tersebut.</p>
<p>“Korban diserang saat sedang berenang. Ia mengalami luka di bagian leher dan kepala akibat gigitan, serta luka cakaran di bagian perut,” ujarnya.</p>
<p>Warga yang mengetahui insiden itu langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban. Sementara buaya yang diperkirakan berukuran sekitar 4,5 meter langsung menghilang setelah menyerang.</p>
<p>“Perkiraan panjangnya sekitar 4,5 meter. Setelah menyerang, buayanya kabur,” tambahnya.</p>
<p>Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit PKT untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, Abisar masih menjalani perawatan intensif.</p>
<p>“Masih dalam perawatan di RS PKT,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/serangan-buaya-di-loktuan-bontang-bocah-11-tahun-jadi-korban/">Serangan Buaya di Loktuan Bontang, Bocah 11 Tahun Jadi Korban</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kronologi Serangan Buaya di Tanjung Limau Bontang; Luka Menganga di Dua Kaki</title>
		<link>https://bontangpost.id/kronologi-serangan-buaya-di-tanjung-limau-bontang-luka-menganga-di-dua-kaki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 12:55:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=144677</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Kondisi  anak berusia 11 tahun yang menjadi korban gigitan buaya di Gang Keluarga 2 RT 01, Tanjung Limau, terus dipantau pihak keluarga. Dari pantauan media ini, korban telah mendapatkan perawatan intensif di RS Amalia dan kini tengah beristirahat di rumah, Kamis (24/11/2025). Syamsudin (47), ayah korban, mengatakan luka yang dialami tidak hanya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kronologi-serangan-buaya-di-tanjung-limau-bontang-luka-menganga-di-dua-kaki/">Kronologi Serangan Buaya di Tanjung Limau Bontang; Luka Menganga di Dua Kaki</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Kondisi  anak berusia 11 tahun yang menjadi korban gigitan buaya di Gang Keluarga 2 RT 01, Tanjung Limau, terus dipantau pihak keluarga.</p>
<p>Dari pantauan media ini, korban telah mendapatkan perawatan intensif di RS Amalia dan kini tengah beristirahat di rumah, Kamis (24/11/2025).</p>
<p>Syamsudin (47), ayah korban, mengatakan luka yang dialami tidak hanya pada kaki kiri seperti yang dilaporkan sebelumnya. Kaki kanan korban juga mengalami luka akibat gigitan buaya tersebut.</p>
<p>“Luka paling banyak memang di kaki kiri, terutama di betis, mendapat 15 jahitan. Kaki kanan juga ada luka di bagian betis atasnya,” jelasnya.</p>
<p>Ibu korban, Jumarni (37), mengaku masih syok mengingat kejadian tersebut. Saat insiden terjadi pada sore hari, ia dan suaminya berada di dalam rumah. Tiba-tiba terdengar teriakan keras dari anak mereka.</p>
<p>“Setelah melepaskan diri dari buaya, dia langsung masuk rumah sambil menangis. Kakinya penuh darah,” ujar Jumarni.</p>
<p>Kakak korban kemudian dengan cepat membawa adiknya ke RS Amalia menggunakan motor. Sementara itu, paman korban, Rusli, segera menghubungi petugas Damkar untuk melaporkan kejadian tersebut.</p>
<p>“Untung saja anak saya langsung ditangani sesampai di rumah sakit,” tambahnya.</p>
<p>Pihak keluarga berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan karena buaya mulai sering terlihat berkeliaran di sekitar permukiman warga.</p>
<p>“Takutnya nanti ada anak lain yang jadi korban,” ucap Jumarni.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, anak 11 tahun di Gang Keluarga 2 RT 01, wilayah pesisir Tanjung Limau, Kelurahan Gunung Elai, menjadi korban sambaran buaya Senin (24/11/2025) sore.</p>
<p>Diketahui lokasi wilayah tersebut merupakan permukiman yang berada wilayah pesisir.<br />
Salah satu saksi, Rusli, mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 17.00 WITA.</p>
<p>Saat itu, korban tengah bermain di perairan dekat rumahnya menggunakan perahu kecil.<br />
Ketika korban menceburkan diri, seekor buaya sepanjang sekitar dua meter tiba-tiba menyambar kaki kirinya.</p>
<p>“Anak ini bermain air, dia tiga kali keluar masuk air. Waktu yang ketiga, buaya langsung menyambar,” ungkap Rusli. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kronologi-serangan-buaya-di-tanjung-limau-bontang-luka-menganga-di-dua-kaki/">Kronologi Serangan Buaya di Tanjung Limau Bontang; Luka Menganga di Dua Kaki</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak 11 Tahun di Tanjung Limau Disambar Buaya saat Bermain</title>
		<link>https://bontangpost.id/anak-11-tahun-di-tanjung-limau-disambar-buaya-saat-bermain/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 11:02:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=144673</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Anak 11 tahun di Gang Keluarga 2 RT 01, wilayah pesisir Tanjung Limau, Kelurahan Gunung Elai, menjadi korban sambaran buaya Senin (24/11/2025) sore. Diketahui lokasi wilayah tersebut merupakan permukiman yang berada wilayah pesisir. Salah satu saksi, Rusli, mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 17.00 WITA. Saat itu, korban tengah bermain di perairan dekat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/anak-11-tahun-di-tanjung-limau-disambar-buaya-saat-bermain/">Anak 11 Tahun di Tanjung Limau Disambar Buaya saat Bermain</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Anak 11 tahun di Gang Keluarga 2 RT 01, wilayah pesisir Tanjung Limau, Kelurahan Gunung Elai, menjadi korban sambaran buaya Senin (24/11/2025) sore.</p>
<p>Diketahui lokasi wilayah tersebut merupakan permukiman yang berada wilayah pesisir.</p>
<p>Salah satu saksi, Rusli, mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 17.00 WITA. Saat itu, korban tengah bermain di perairan dekat rumahnya menggunakan perahu kecil.</p>
<p>Ketika korban menceburkan diri, seekor buaya sepanjang sekitar dua meter tiba-tiba menyambar kaki kirinya.</p>
<p>“Anak ini bermain air, dia tiga kali keluar masuk air. Waktu yang ketiga, buaya langsung menyambar,” ungkap Rusli.</p>
<p>Beruntung korban berhasil melepaskan diri dari gigitan reptil tersebut. Namun, ia mengalami luka serius di bagian paha hingga betis dan segera dilarikan ke RS Amalia untuk mendapatkan perawatan.</p>
<p>“Ada 18 jahitan dari paha sampai kaki bawah,” ujar Rusli.</p>
<p>Hingga kini buaya yang menyerang itu belum terlihat lagi. Warga justru mengaku sempat melihat induk buaya berukuran lebih besar, sekitar empat meter, berkeliaran di area tersebut. Kondisi ini membuat warga resah.</p>
<p>“Saya masih khawatir karena buayanya masih berkeliaran. Saya berharap pemerintah bisa mencarikan solusi supaya buaya itu bisa ditangkap,” tambahnya.</p>
<p>Komandan Kompi Disdamkartan Bontang, Norman, memastikan pihaknya akan menelusuri keberadaan buaya dan melakukan upaya penangkapan.</p>
<p>Ia menyebut, koordinasi dengan warga setempat menjadi kunci untuk memantau kemunculan hewan liar tersebut.</p>
<p>“Nantinya masyarakat bisa berkoordinasi dengan kami. Ketika buaya muncul, anggota kami siap melakukan evakuasi,” tegas Norman.</p>
<p>Pihaknya menghimbau untuk saat ini warga tidak bermain di perairan lantaran masih berkeliaran buaya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/anak-11-tahun-di-tanjung-limau-disambar-buaya-saat-bermain/">Anak 11 Tahun di Tanjung Limau Disambar Buaya saat Bermain</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lagi Cari Kerang, Petugas Kebersihan Bontang Diterkam Buaya di Tanjung Limau</title>
		<link>https://bontangpost.id/lagi-cari-kerang-petugas-kebersihan-bontang-diterkam-buaya-di-tanjung-limau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 06:43:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Ancaman Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=140174</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Seorang lansia diserang buaya di area perairan dangkal Tanjung Limau. Tepatnya di Gang Prima, Jalan Otista, RT 24, Bontang Baru, pada Jum&#8217;at (18/07/2025). Korban Sukiman (64) mengatakan kejadian tersebut sekira pukul 10.00. Dirinya saat itu baru pulang selepas bekerja sebagai petugas kebersihan. Ia hendak mengecek tanah miliknya sekaligus mencari kerang. Belum lama [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lagi-cari-kerang-petugas-kebersihan-bontang-diterkam-buaya-di-tanjung-limau/">Lagi Cari Kerang, Petugas Kebersihan Bontang Diterkam Buaya di Tanjung Limau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang</strong> &#8211; Seorang lansia diserang buaya di area perairan dangkal Tanjung Limau. Tepatnya di Gang Prima, Jalan Otista, RT 24, Bontang Baru, pada Jum&#8217;at (18/07/2025).</p>
<p>Korban Sukiman (64) mengatakan kejadian tersebut sekira pukul 10.00. Dirinya saat itu baru pulang selepas bekerja sebagai petugas kebersihan. Ia hendak mengecek tanah miliknya sekaligus mencari kerang.</p>
<p>Belum lama berada di rawa, seekor buaya menyerang bagian kaki kanannya.</p>
<p>&#8220;Saya biasa turun tidak pernah ada apa-apa. Baru ini saya ketemu (buaya),&#8221; terangnya.</p>
<figure id="attachment_140176" aria-describedby="caption-attachment-140176" style="width: 899px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-140176" src="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2025/07/b3acf2dd-6ab9-4017-9380-612869da3b45.jpeg" alt="" width="899" height="674" srcset="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2025/07/b3acf2dd-6ab9-4017-9380-612869da3b45.jpeg 899w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2025/07/b3acf2dd-6ab9-4017-9380-612869da3b45-300x225.jpeg 300w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2025/07/b3acf2dd-6ab9-4017-9380-612869da3b45-768x576.jpeg 768w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2025/07/b3acf2dd-6ab9-4017-9380-612869da3b45-750x562.jpeg 750w" sizes="(max-width: 899px) 100vw, 899px" /><figcaption id="caption-attachment-140176" class="wp-caption-text">Korban (kanan) saat ditemui Bontang Post. (Nasrullah/Bontang Post)</figcaption></figure>
<p>Setalah digigit, ia menarik kakinya dan berhasil meloloskan diri. Lalu berlari pulang untuk memberitahukan tetangga.</p>
<p>&#8220;Warga langsung mencari buaya dan menangkapnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Akibat lejadian ini ia mengalami luka robek pada bagian kanan kakinya. Ia dilarikan ke RS Amlia untuk mendapatkan pertolongan. &#8220;Sama istri tadi perginya,&#8221; katanya. <strong>(Dwi Kurniawan Nugroho)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lagi-cari-kerang-petugas-kebersihan-bontang-diterkam-buaya-di-tanjung-limau/">Lagi Cari Kerang, Petugas Kebersihan Bontang Diterkam Buaya di Tanjung Limau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
