• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Habitat Menyusut, Buaya Kian Sering Muncul di Pesisir Kutai Timur dan Ancam Pariwisata

by BontangPost
13 Juli 2026, 14:33
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Habitat buaya menyusut akibat alih fungsi lahan. Kemunculannya di pesisir Kutai Timur kini turut mengancam sektor pariwisata.

Habitat buaya menyusut akibat alih fungsi lahan. Kemunculannya di pesisir Kutai Timur kini turut mengancam sektor pariwisata.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Sangatta – Kemunculan buaya di sejumlah wilayah pesisir Kutai Timur (Kutim) tidak hanya menimbulkan kekhawatiran warga, tetapi juga berdampak pada sektor pariwisata.

Sejumlah destinasi pantai kini dipasangi papan peringatan waspada buaya setelah beberapa kali dilaporkan terjadi kemunculan satwa tersebut di sekitar kawasan wisata.

Fenomena itu menjadi perhatian pemerintah daerah. Selain karena pernah menimbulkan korban luka hingga meninggal dunia, kemunculan buaya di sekitar permukiman dan kawasan wisata dinilai berkaitan dengan semakin berkurangnya habitat alami satwa tersebut.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, Pemerintah Daerah telah meminta langkah penanganan kepada pemerintah Provinsi terkait untuk mengendalikan populasi buaya yang kerap muncul di area aktivitas masyarakat.

Baca Juga:  Potongan Tubuh Warga Muara Badak yang Diterkam Buaya Ditemukan, Operasi Pencarian Dihentikan

Menurut Mahyunadi, meningkatnya interaksi antara buaya dan manusia tidak terlepas dari perubahan lingkungan yang terjadi selama beberapa tahun terakhir. Habitat alami yang dulunya menjadi tempat hidup buaya perlahan berkurang akibat alih fungsi lahan.

Ia menuturkan, pada masa lalu buaya lebih banyak berada di kawasan rawa dan jarang memasuki wilayah yang menjadi tempat aktivitas masyarakat. Namun kondisi tersebut berubah seiring menyusutnya habitat alami.

“Karena pada saat dulu buaya ada habitatnya. Di rawa-rawa ditinggal. Itu kan bukan buaya sungai. Buaya rawa, dia tinggal di rawa-rawa,” katanya.

Selain kehilangan habitat, berkurangnya sumber pakan alami juga disebut menjadi faktor yang mendorong buaya semakin sering muncul di sekitar sungai, pantai, hingga permukiman warga.

Baca Juga:  Sudah Tiga Hari, Buaya Belum Direlokasi

“Begitu habitatnya diambil oleh masyarakat, oleh manusia jadikan sawit dan sebagainya, maka mereka pindah ke sungai. Hilang habitatnya,” lanjutnya.

Mahyunadi menjelaskan, pada masa lalu populasi satwa mangsa seperti monyet dan babi hutan masih melimpah sehingga kebutuhan pakan buaya tercukupi. Kondisi tersebut membuat konflik antara manusia dan buaya relatif jarang terjadi.

“Saat sekarang buaya jadi ganas karena dia kehilangan makanan sumber makanannya. Dia kehilangan habitat dan makanan,” ujarnya.

Di sejumlah destinasi wisata pantai di Kutim, papan peringatan waspada buaya kini terpasang untuk mengingatkan pengunjung. Pantai Teluk Lombok menjadi salah satu lokasi yang beberapa kali dilaporkan terdapat kemunculan buaya.

Sementara di Pantai Sekerat juga telah dipasang peringatan meski belum terdapat laporan kemunculan satwa tersebut. Pemerintah Kutim sendiri berencana membangun penangkaran buaya sebagai bagian dari program penanganan konflik satwa liar.

Baca Juga:  Lagi Cari Kerang, Petugas Kebersihan Bontang Diterkam Buaya di Tanjung Limau

Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi potensi interaksi antara buaya dan manusia di wilayah Kutim.

Mahyunadi juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan karena kerusakan habitat dan pencemaran dinilai turut memperburuk kondisi ekosistem satwa liar.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk melestarikan lingkungan, jaga kebersihan, terutama yang di pantai,” pungkasnya. (juf/kpg)

Tags: Ancaman BuayabuayakutimSerangan Buaya
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Disdikbud Bontang Mulai Salurkan Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP

Next Post

Usulan Hukuman Mati bagi Febrie Adriansyah Mencuat, Ini Sikap Mahfud MD dan Sejumlah Partai

Related Posts

Pria di Muara Badak Diserang Buaya Usai Buang Air di Tepi Sungai
Kaltim

Pria di Muara Badak Diserang Buaya Usai Buang Air di Tepi Sungai

28 Juli 2026, 10:31
Populasi Dinilai Membahayakan, Wali Kota Bontang Instruksikan Penangkapan Buaya
Bontang

Populasi Dinilai Membahayakan, Wali Kota Bontang Instruksikan Penangkapan Buaya

3 Maret 2026, 15:07
BPJS Akhirnya Aktif, Korban Buaya Loktuan Bontang Masih Berjuang di ICU
Bontang

BPJS Akhirnya Aktif, Korban Buaya Loktuan Bontang Masih Berjuang di ICU

2 Maret 2026, 19:20
Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Kritis, Dirawat Intensif di ICU
Bontang

Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Tak Punya BPJS, Biaya Perawatan Andalkan Urunan

2 Maret 2026, 13:00
Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Kritis, Dirawat Intensif di ICU
Bontang

Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Kritis, Dirawat Intensif di ICU

2 Maret 2026, 07:15
Serangan Buaya di Loktuan Bontang, Bocah 11 Tahun Jadi Korban
Bontang

Serangan Buaya di Loktuan Bontang, Bocah 11 Tahun Jadi Korban

28 Februari 2026, 17:14

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.