• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Tak Punya BPJS, Biaya Perawatan Andalkan Urunan

by Dwi Kurniawan Nugroho
2 Maret 2026, 13:00
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Ilustrasi seorang anak mendapat perawatan di rumah sakit.

Ilustrasi seorang anak mendapat perawatan di rumah sakit.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Di tengah kondisi kritis usai diterkam buaya, Abisar, bocah 11 tahun asal RT 08, Kelurahan Loktuan, juga menghadapi persoalan lain. Dia tidak memiliki jaminan kesehatan.

Hingga Minggu (1/3/2026), korban masih dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit PKT dan belum sadarkan diri. Namun saat pertama kali mendapat penanganan medis, diketahui korban tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Bhabinkamtibmas Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri, menjelaskan ketiadaan BPJS tersebut berawal dari persoalan administrasi kependudukan. Korban tidak tercatat dalam Kartu Keluarga (KK), sehingga tidak memiliki akses terhadap fasilitas jaminan kesehatan maupun layanan publik lainnya. Sehingga biaya perawatan mengandalkan donasi dan urunan warga.

Baca Juga:  Teman Diserang, 15 Bocah Keroyok Buaya di Selambai

“Bahkan ia tidak bisa bersekolah karena tidak memiliki dokumen kependudukan,” ungkapnya.

Sejak kecil, korban tidak tinggal bersama orang tuanya. Ia sempat diasuh sang nenek hingga meninggal dunia, lalu berpindah-pindah tinggal di rumah kerabat. Kondisi tersebut membuat status administrasinya tidak jelas dan belum dimasukkan dalam KK keluarga yang merawatnya saat ini.

Pihak keluarga sebenarnya telah berupaya mengurus dokumen kependudukan serta pendaftaran BPJS. Namun proses tersebut terkendala karena korban belum resmi tercatat dalam KK.

Saat ini Ketua RT setempat telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk membantu percepatan pengurusan dokumen agar korban bisa dimasukkan ke dalam KK tantenya dan didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Baca Juga:  Mengurai Konflik Buaya dan Manusia di Perairan Kampung Selambai

Sebelumnya, korban bernama Abisar (11) diserang buaya saat berenang di kawasan rawa-rawa tembusan Selambai, Sabtu (28/2) sekitar pukul 14.00. Ia mengalami luka gigitan di bagian leher dan kepala serta luka cakaran di bagian perut.

Di balik tragedi tersebut, persoalan mendasar tentang akses administrasi dan jaminan kesehatan kembali menjadi sorotan. (*)

Tags: Buaya selambaiSerangan Buaya
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Penerbangan Timur Tengah Ditutup, 58 Ribu Jemaah Indonesia Tertahan di Arab Saudi

Next Post

Tensi Timur Tengah Memanas, Kemenlu RI Minta Keberangkatan Jemaah Umrah Ditunda

Related Posts

Pria di Muara Badak Diserang Buaya Usai Buang Air di Tepi Sungai
Kaltim

Pria di Muara Badak Diserang Buaya Usai Buang Air di Tepi Sungai

28 Juli 2026, 10:31
Habitat Menyusut, Buaya Kian Sering Muncul di Pesisir Kutai Timur dan Ancam Pariwisata
Kaltim

Habitat Menyusut, Buaya Kian Sering Muncul di Pesisir Kutai Timur dan Ancam Pariwisata

13 Juli 2026, 14:33
Populasi Dinilai Membahayakan, Wali Kota Bontang Instruksikan Penangkapan Buaya
Bontang

Populasi Dinilai Membahayakan, Wali Kota Bontang Instruksikan Penangkapan Buaya

3 Maret 2026, 15:07
BPJS Akhirnya Aktif, Korban Buaya Loktuan Bontang Masih Berjuang di ICU
Bontang

BPJS Akhirnya Aktif, Korban Buaya Loktuan Bontang Masih Berjuang di ICU

2 Maret 2026, 19:20
Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Kritis, Dirawat Intensif di ICU
Bontang

Bocah Korban Serangan Buaya di Loktuan Bontang Kritis, Dirawat Intensif di ICU

2 Maret 2026, 07:15
Serangan Buaya di Loktuan Bontang, Bocah 11 Tahun Jadi Korban
Bontang

Serangan Buaya di Loktuan Bontang, Bocah 11 Tahun Jadi Korban

28 Februari 2026, 17:14

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Medis Tak Catat Persalinan, Polisi Dalami Kabar Jasad Bayi di Bontang Ditukar Bantal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.