<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>stunting Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/stunting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/stunting/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Oct 2026 03:32:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>stunting Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/stunting/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>21 Kasus Stunting Tersisa, Kanaan Ditargetkan Zero dalam 56 Hari</title>
		<link>https://bontangpost.id/21-kasus-stunting-tersisa-kanaan-ditargetkan-zero-dalam-56-hari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2026 03:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=155203</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, mendapat target khusus dalam upaya mempercepat penanganan stunting. Sebanyak 21 anak yang masih masuk kategori stunting ditargetkan dapat ditangani melalui program intervensi selama 56 hari. Target tersebut disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat meluncurkan Inovasi Cantik (Cegah dan Tangani Stunting) di Kelurahan Kanaan, Kamis (1/10/2026). Neni [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/21-kasus-stunting-tersisa-kanaan-ditargetkan-zero-dalam-56-hari/">21 Kasus Stunting Tersisa, Kanaan Ditargetkan Zero dalam 56 Hari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang</strong> <strong>–</strong> Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, mendapat target khusus dalam upaya mempercepat penanganan stunting. Sebanyak 21 anak yang masih masuk kategori stunting ditargetkan dapat ditangani melalui program intervensi selama 56 hari.</p>
<p class="isSelectedEnd">Target tersebut disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat meluncurkan Inovasi Cantik (Cegah dan Tangani Stunting) di Kelurahan Kanaan, Kamis (1/10/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Neni mendorong Kanaan tidak sekadar menurunkan jumlah kasus, tetapi mampu mencapai kondisi zero stunting. Menurutnya, jumlah kasus yang tersisa relatif sedikit jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kanaan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Kanaan ini wilayahnya kecil, penduduknya fluktuatif antara 3.000 sampai 5.000 jiwa. Dengan sisa 21 kasus stunting, masa kita tidak bisa selesaikan? Target kita di sini harus zero stunting,” tegas Neni.</p>
<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan data pemerintah, prevalensi stunting di Kanaan berada di angka 7,8 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan prevalensi stunting Kota Bontang yang mencapai 14,05 persen.</p>
<p class="isSelectedEnd">Data itu diperoleh dari hasil penimbangan serentak terhadap 9.884 balita di seluruh wilayah Bontang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.389 anak tercatat masuk kategori stunting.</p>
<p class="isSelectedEnd">Program Inovasi Cantik kemudian diarahkan untuk mempercepat penanganan kasus di tingkat kelurahan. Intervensi dijalankan selama 56 hari kerja dengan melibatkan unsur pemerintah, kader posyandu, ketua RT, keluarga, hingga masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Neni menegaskan, penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Pemantauan kondisi anak dan keluarga juga perlu dilakukan secara bersama-sama hingga tingkat lingkungan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Penanganan masalah kesehatan dan sosial ini harus dikeroyok bersama,” ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia juga meminta pemantauan dilakukan berdasarkan data by name by address. Dengan begitu, anak yang membutuhkan intervensi dapat diketahui secara jelas dan penanganannya lebih terarah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Neni, keterlibatan perangkat lingkungan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya tersebut. Ketua RT, kader posyandu, dan aparatur kelurahan diharapkan aktif memantau kondisi warga serta melaporkan apabila ditemukan persoalan terkait tumbuh kembang anak.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dukungan terhadap program juga datang dari dunia usaha. Neni mengapresiasi perusahaan yang turut terlibat dalam penanganan stunting, salah satunya PT Kaltim Parna Industri (KPI).</p>
<p class="isSelectedEnd">“Saya mengucapkan terima kasih kepada perusahaan-perusahaan di Bontang, seperti PT KPI, yang sudah ikut turun tangan. Kolaborasi ini sangat dibutuhkan,” katanya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluncuran Inovasi Cantik di Kanaan turut dihadiri Lurah Kanaan Hermin Della, perwakilan Kecamatan Bontang Barat, HRD &amp; GA Director PT KPI Budi Dermawan, Kepala BNNK Bontang Lulyana Ramdhani, ketua RT, serta kader posyandu.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama dan peninjauan pelatihan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) bagi kader posyandu.</p>
<p>Melalui program tersebut, Pemkot Bontang berharap penanganan 21 kasus stunting di Kanaan dapat dipercepat selama periode intervensi 56 hari. <strong>(ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/21-kasus-stunting-tersisa-kanaan-ditargetkan-zero-dalam-56-hari/">21 Kasus Stunting Tersisa, Kanaan Ditargetkan Zero dalam 56 Hari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meski Turun ke 14,05 Persen, Stunting di Enam Kelurahan Bontang Masih Tinggi</title>
		<link>https://bontangpost.id/meski-turun-ke-1405-persen-stunting-di-enam-kelurahan-bontang-masih-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 06:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemkot Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=152826</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Prevalensi stunting di Kota Bontang kembali menunjukkan tren penurunan berdasarkan hasil Operasi Timbang Balita yang dilaksanakan pada Juni 2026. Angkanya kini berada di 14,05 persen, turun dari kisaran 15 persen sebelum kegiatan tersebut dilakukan. Data Dinas Kesehatan Kota Bontang mencatat sebanyak 9.884 balita menjadi sasaran Operasi Timbang. Seluruh balita berhasil ditimbang atau [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/meski-turun-ke-1405-persen-stunting-di-enam-kelurahan-bontang-masih-tinggi/">Meski Turun ke 14,05 Persen, Stunting di Enam Kelurahan Bontang Masih Tinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="PDq2pG_selectionAnchorContainer" data-start="625" data-end="912"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Prevalensi stunting di Kota Bontang kembali menunjukkan tren penurunan berdasarkan hasil Operasi Timbang Balita yang dilaksanakan pada Juni 2026. Angkanya kini berada di 14,05 persen, turun dari kisaran 15 persen sebelum kegiatan tersebut dilakukan.</p>
<p data-start="914" data-end="1164">Data Dinas Kesehatan Kota Bontang mencatat sebanyak 9.884 balita menjadi sasaran Operasi Timbang. Seluruh balita berhasil ditimbang atau mencapai cakupan 100 persen. Dari hasil tersebut, terdapat 1.389 balita yang masuk kategori stunting.</p>
<p data-start="1166" data-end="1465">Berdasarkan persentase, Kelurahan Tanjung Laut Indah menjadi wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi, yakni 19,44 persen. Disusul Bontang Lestari (19,35 persen), Berbas Pantai (18,09 persen), Tanjung Laut (17,90 persen), Berbas Tengah (17,65 persen), dan Loktuan (17,59 persen).</p>
<p data-start="1467" data-end="1586">Sementara berdasarkan jumlah kasus, Loktuan menjadi kelurahan dengan balita stunting terbanyak, yakni 213 anak.</p>
<p data-start="1588" data-end="1879">Selain stunting, persoalan gizi lainnya juga masih menjadi perhatian. Hasil Operasi Timbang mencatat 581 balita mengalami wasting (kurus) dengan prevalensi 5,88 persen, sedangkan balita dengan status underweight (berat badan kurang) mencapai 1.264 anak atau 12,79 persen.</p>
<p data-start="1881" data-end="2137">Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan penanganan masalah gizi harus dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah tidak hanya berfokus pada penurunan angka stunting, tetapi juga wasting dan underweight yang saling berkaitan dengan tumbuh kembang anak.</p>
<p data-start="2140" data-end="2252">&#8220;Semua itu harus diselesaikan karena berkaitan dengan masalah gizi secara bertahap,&#8221; ujarnya, Jumat (24/7/2026).</p>
<p data-start="2254" data-end="2419">Menurut Neni, tingginya prevalensi stunting di sejumlah kawasan pesisir tidak hanya dipengaruhi asupan gizi, tetapi juga masih terbatasnya akses sanitasi yang layak.</p>
<p data-start="2421" data-end="2540">Karena itu, Pemkot Bontang terus memperluas layanan air bersih dan sanitasi, termasuk jaringan PDAM di wilayah pesisir.</p>
<p data-start="2543" data-end="2747">&#8220;Yang masih perlu diperbaiki itu sanitasi, seperti akses jamban dan air bersih. Makanya sekarang jaringan PDAM sudah masuk ke kawasan pesisir, tinggal beberapa wilayah lagi yang belum terlayani,&#8221; katanya.</p>
<p data-start="2749" data-end="3052">Berdasarkan hasil Operasi Timbang, terdapat enam kelurahan yang menjadi prioritas intervensi karena secara konsisten mencatat angka tinggi pada indikator stunting, wasting, maupun underweight, yakni Bontang Lestari, Loktuan, Tanjung Laut Indah, Tanjung Laut, Berbas Tengah, dan Bontang Baru.</p>
<p data-start="3054" data-end="3263">Pemerintah Kota Bontang menargetkan berbagai program intervensi, mulai dari pemenuhan gizi, peningkatan layanan kesehatan, hingga penyediaan air bersih dan sanitasi, mampu mempercepat penurunan angka stunting.</p>
<p data-start="3266" data-end="3366">&#8220;Kami menargetkan tahun depan angka stunting Kota Bontang sudah berada di satu digit,&#8221; pungkas Neni. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/meski-turun-ke-1405-persen-stunting-di-enam-kelurahan-bontang-masih-tinggi/">Meski Turun ke 14,05 Persen, Stunting di Enam Kelurahan Bontang Masih Tinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Agus Haris Akui Pemkot Bontang Butuh Kritik, Fokus Tangani Stunting dan Kemiskinan</title>
		<link>https://bontangpost.id/agus-haris-akui-pemkot-bontang-butuh-kritik-fokus-tangani-stunting-dan-kemiskinan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 22:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=148050</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat sinergi dengan insan pers. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, saat menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama awak media pada Rabu (4/3/2026) di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Bontang. Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat berjamaah, hingga makan malam bersama. Suasana berlangsung [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/agus-haris-akui-pemkot-bontang-butuh-kritik-fokus-tangani-stunting-dan-kemiskinan/">Agus Haris Akui Pemkot Bontang Butuh Kritik, Fokus Tangani Stunting dan Kemiskinan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex flex-col text-sm pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="request-WEB:ef1da08e-f292-45e6-8acb-21b646619c69-17" data-testid="conversation-turn-36" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="66d57458-1102-442d-8e3f-c84c2ffb77cf" data-message-model-slug="gpt-5-3">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="115" data-end="400"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat sinergi dengan insan pers. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, saat menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama awak media pada Rabu (4/3/2026) di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Bontang.</p>
<p data-start="402" data-end="588">Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat berjamaah, hingga makan malam bersama. Suasana berlangsung hangat dengan diskusi ringan antara pemerintah dan para jurnalis.</p>
<p data-start="590" data-end="754">Agus Haris mengatakan kehadiran insan pers merupakan kehormatan bagi Pemerintah Kota Bontang. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam mengelola isu publik.</p>
<p data-start="756" data-end="998">“Mulai kemarin kami sudah berdiskusi dengan Wali Kota Bontang, Ibu Neni Moerniaeni, terkait pentingnya komunikasi dengan media. Ini sebuah penghormatan bagi kami karena kita sama-sama mengelola isu publik,” ujar pria yang akrab disapa AH itu.</p>
<p data-start="1000" data-end="1254">Ia menegaskan pemerintah berkepentingan menjaga arah kebijakan agar tetap berada di jalur yang benar. Di era keterbukaan informasi saat ini, kekuatan pers tidak hanya pada pengaruhnya, tetapi juga pada kualitas informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p data-start="1256" data-end="1470">“Di era keterbukaan seperti sekarang, kekuatan itu ada pada informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau kualitas informasi yang disampaikan ke masyarakat baik, maka pemerintah juga akan menjadi kuat,” katanya.</p>
<p data-start="1472" data-end="1617">AH juga menegaskan Pemkot Bontang tidak anti kritik. Menurutnya, kritik justru menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kebijakan pemerintah.</p>
<p data-start="1619" data-end="1746">“Kami butuh dikritik. Ketika kami keluar dari rel arah kebijakan, maka kami sangat mengharapkan bisa diberi masukan,” tuturnya.</p>
<p data-start="1748" data-end="1931">Memasuki satu tahun masa pemerintahan, Agus memaparkan sejumlah isu krusial yang menjadi fokus utama pemerintah daerah, di antaranya penanganan stunting, kemiskinan, dan pengangguran.</p>
<p data-start="1933" data-end="2108">Untuk penanganan stunting, Pemkot Bontang bersama sejumlah perusahaan telah menyepakati target penurunan angka stunting hingga 12,5 persen pada pertengahan Desember mendatang.</p>
<p data-start="2110" data-end="2231">“Cara intervensinya sudah kami siapkan. Ini juga sudah termuat dalam capaian kinerja satu tahun kami menjabat,” jelasnya.</p>
<p data-start="2233" data-end="2568">Sementara itu, terkait kemiskinan, Agus menyebut terdapat dinamika data yang cukup signifikan. Hingga pertengahan 2025 tercatat sekitar 47 ribu warga masuk kategori miskin. Namun setelah dilakukan pendataan ulang dengan melibatkan enumerator, angka tersebut turun menjadi sekitar 17 ribu jiwa atau sekitar 9 persen dari total penduduk.</p>
<p data-start="2570" data-end="2762">“Ini tentu belum ideal, apalagi Bontang merupakan kota industri. Tapi setelah kami periksa, ada kekeliruan data. Industri besar ternyata belum sepenuhnya mengangkat industri kecil,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2764" data-end="2887">Ia menambahkan data kemiskinan tersebut telah diplenokan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan validitasnya.</p>
<p data-start="2889" data-end="3077">Adapun terkait pengangguran, Dinas Ketenagakerjaan masih melakukan evaluasi data, terutama terhadap pencari kerja yang telah memiliki kartu kuning namun belum tercatat status pekerjaannya.</p>
<p data-start="3079" data-end="3330">Selain tiga isu tersebut, Pemkot Bontang juga memberi perhatian serius pada pengelolaan sampah. Saat ini pemerintah pusat tidak lagi hanya menekankan penghargaan Adipura, tetapi juga mendorong daerah untuk mencapai predikat kota atau kabupaten bersih. <strong>(ak)</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/agus-haris-akui-pemkot-bontang-butuh-kritik-fokus-tangani-stunting-dan-kemiskinan/">Agus Haris Akui Pemkot Bontang Butuh Kritik, Fokus Tangani Stunting dan Kemiskinan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stunting di Bontang Terus Turun, Diskes Bidik Angka 12 Persen Tahun Ini</title>
		<link>https://bontangpost.id/stunting-di-bontang-terus-turun-diskes-bidik-angka-12-persen-tahun-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 04:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=146644</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Angka prevalensi stunting di Kota Bontang menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang menargetkan angka stunting bisa ditekan hingga 12 persen pada tahun ini. Berdasarkan data terbaru, sejumlah kelurahan yang sebelumnya memiliki angka stunting cukup tinggi kini mulai menunjukkan perbaikan signifikan. Salah satunya Kelurahan Tanjung Laut Indah. Pada Mei 2025, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/stunting-di-bontang-terus-turun-diskes-bidik-angka-12-persen-tahun-ini/">Stunting di Bontang Terus Turun, Diskes Bidik Angka 12 Persen Tahun Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="171" data-end="387"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang –</strong> Angka prevalensi stunting di Kota Bontang menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang menargetkan angka stunting bisa ditekan hingga 12 persen pada tahun ini.</p>
<p data-start="389" data-end="823">Berdasarkan data terbaru, sejumlah kelurahan yang sebelumnya memiliki angka stunting cukup tinggi kini mulai menunjukkan perbaikan signifikan. Salah satunya Kelurahan Tanjung Laut Indah. Pada Mei 2025, angka stunting di wilayah tersebut tercatat sebesar 24,04 persen dan berhasil ditekan menjadi 19,26 persen pada November. Meski masih berada di atas rata-rata kota, persentasenya turut menurun dari 21,88 persen menjadi 19,07 persen.</p>
<p data-start="825" data-end="1152">Sementara itu, Kelurahan Kanaan menjadi wilayah dengan angka stunting terendah di Kota Bontang. Pada Mei 2025, prevalensi balita stunting di wilayah ini sebesar 10,12 persen dan kembali menurun menjadi 8,02 persen pada November. Bontang Kuala juga mencatatkan angka rendah dengan penurunan dari 13,7 persen menjadi 11,6 persen.</p>
<p data-start="1154" data-end="1415">Penurunan serupa juga terjadi di sejumlah kelurahan lain, seperti Belimbing, Satimpo, dan Berbas Pantai. Di Satimpo, angka stunting turun dari 19,64 persen menjadi 16,35 persen, sedangkan Berbas Pantai mengalami penurunan dari 19,67 persen menjadi 15,97 persen.</p>
<p data-start="1417" data-end="1689">Meski demikian, Diskes mencatat adanya fluktuasi di beberapa wilayah seperti Bontang Baru dan Gunung Elai yang mengalami kenaikan tipis. Kendati masih dalam batas terkendali, wilayah tersebut akan mendapat perhatian dan intervensi khusus agar tren penurunan tetap terjaga.</p>
<p data-start="1691" data-end="1864">Diskes Bontang menegaskan upaya penurunan stunting akan terus diperkuat melalui intervensi gizi, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta kolaborasi lintas sektor. <strong>(ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/stunting-di-bontang-terus-turun-diskes-bidik-angka-12-persen-tahun-ini/">Stunting di Bontang Terus Turun, Diskes Bidik Angka 12 Persen Tahun Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Mau Kalah dari Daerah Lain, Bontang Kejar Penurunan Stunting hingga 12,5 Persen</title>
		<link>https://bontangpost.id/tak-mau-kalah-dari-daerah-lain-bontang-kejar-penurunan-stunting-hingga-125-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 03:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=146500</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Penurunan angka stunting menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bontang. Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris optimistis prevalensi stunting dapat ditekan hingga 12,5 persen pada 2026. Target tersebut dinilai realistis apabila seluruh perangkat daerah bekerja secara terintegrasi dan konsisten sesuai kebijakan yang telah ditetapkan. Agus Haris membandingkan capaian Bontang dengan daerah lain di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tak-mau-kalah-dari-daerah-lain-bontang-kejar-penurunan-stunting-hingga-125-persen/">Tak Mau Kalah dari Daerah Lain, Bontang Kejar Penurunan Stunting hingga 12,5 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="205" data-end="538"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Penurunan angka stunting menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bontang. Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris optimistis prevalensi stunting dapat ditekan hingga 12,5 persen pada 2026. Target tersebut dinilai realistis apabila seluruh perangkat daerah bekerja secara terintegrasi dan konsisten sesuai kebijakan yang telah ditetapkan.</p>
<p data-start="540" data-end="738">Agus Haris membandingkan capaian Bontang dengan daerah lain di Kalimantan Timur, seperti Kutai Kartanegara dan Samarinda. Menurutnya, dua daerah tersebut masih berada di kisaran 14 hingga 17 persen.</p>
<p data-start="740" data-end="926">“Kukar, Samarinda, Bontang itu kan urutannya. Tapi kalau kita lihat, mereka masih di angka 14 sampai 17 persen. Bontang harus bisa di 12,5 persen,” ujar pejabat yang akrab disapa AH itu.</p>
<p data-start="928" data-end="1167">Ia mencontohkan Kutai Kartanegara yang meski memiliki wilayah sangat luas, namun tingkat kunjungan posyandu cukup tinggi. Hal itu tidak lepas dari peran aktif kader kesehatan di lapangan. Kondisi tersebut dinilai patut ditiru oleh Bontang.</p>
<p data-start="1255" data-end="1528">Lebih lanjut, AH mengungkapkan Pemkot Bontang akan melibatkan dunia usaha dalam upaya percepatan penurunan stunting. Saat ini, Dinas Kesehatan tengah memetakan data bayi baru lahir, ibu hamil, serta ibu pascamelahirkan untuk kemudian disinergikan dengan program perusahaan.</p>
<p data-start="1530" data-end="1700">“Teman-teman di Dinas Kesehatan sekarang memetakan bayi-bayi baru lahir dan ibu-ibu. Data itu nantinya dikirim ke perusahaan-perusahaan agar bisa ikut berperan,” ucapnya.</p>
<p data-start="1702" data-end="1866">Menurut AH, pemerintah berperan sebagai pengendali kebijakan, sementara pelaksanaan teknis menjadi tanggung jawab perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.</p>
<p data-start="1868" data-end="1995">“Kami ini pengendali kebijakan. Target sudah kami patok, 2026 itu 12,5 persen. Teknisnya dinas-dinas harus bergerak,” tegasnya.</p>
<p data-start="1997" data-end="2196">Untuk memastikan target tersebut tercapai, Pemkot Bontang akan melakukan evaluasi rutin setiap tiga bulan. Rapat koordinasi lintas sektor dijadwalkan secara berkala guna memantau progres di lapangan.</p>
<p data-start="2198" data-end="2361">“Kalau tidak dikebut, nanti saya tanya, tiga bulan ini sudah ngapain? Data disetor ke mana? Dukungan provinsi seperti apa? Makanya harus sering rapat,” pungkasnya.</p>
<p data-start="2363" data-end="2614">Evaluasi lanjutan direncanakan kembali dilaksanakan pada Februari mendatang. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Bontang Bahtiar Mabe mengungkapkan prevalensi stunting berdasarkan Operasi Timbang Jilid II berada di angka 15,6 persen pada November lalu.</p>
<p data-start="2616" data-end="2824">Angka tersebut menunjukkan penurunan dari capaian sebelumnya yang berada di 17,4 persen. Operasi timbang yang menyasar 9.769 balita itu mencatat cakupan 100 persen, hasil dari kerja kolaboratif lintas sektor.</p>
<p data-start="2919" data-end="3137">Mabe menegaskan, langkah selanjutnya adalah menjaga tren penurunan agar tetap konsisten. Pencegahan dilakukan sejak dini melalui pengawasan ketat terhadap ibu hamil, pemenuhan nutrisi, serta pendampingan berkelanjutan.</p>
<p data-start="3139" data-end="3325">Selain itu, calon pengantin juga menjadi kelompok prioritas. Edukasi gizi dan suplementasi diberikan sejak pranikah melalui tablet tambah darah atau Multi Micronutrient Supplement (MMS).</p>
<p data-start="3327" data-end="3450">“Remaja putri juga menjadi fokus karena berkaitan langsung dengan risiko anemia dan kualitas kehamilan ke depan,” jelasnya.</p>
<p data-start="3452" data-end="3660">Untuk kasus stunting yang sudah terdata, Diskes memberikan intervensi berupa Makanan Bergizi (MBG). Program MBG tahun depan akan diperluas, tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga balita dan ibu hamil.</p>
<p data-start="3662" data-end="3739">“Perluasan MBG ini diharapkan mampu menekan angka stunting baru,” pungkasnya. <strong>(ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tak-mau-kalah-dari-daerah-lain-bontang-kejar-penurunan-stunting-hingga-125-persen/">Tak Mau Kalah dari Daerah Lain, Bontang Kejar Penurunan Stunting hingga 12,5 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Pernikahan Dini di Bontang Masih Tinggi, Mayoritas di Kawasan Pesisir</title>
		<link>https://bontangpost.id/kasus-pernikahan-dini-di-bontang-masih-tinggi-mayoritas-di-kawasan-pesisir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Kurniawan Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 08:25:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan dini]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=145722</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang – Kasus pernikahan dini di Kota Bontang masih menjadi persoalan serius dan berpotensi memicu tingginya angka stunting. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, saat rapat koordinasi pencegahan pernikahan dini dan perilaku hidup remaja di Auditorium 3D Pemkot Bontang, Senin (22/12/2025). Neni menegaskan pernikahan anak menjadi pintu awal berbagai persoalan kesehatan dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kasus-pernikahan-dini-di-bontang-masih-tinggi-mayoritas-di-kawasan-pesisir/">Kasus Pernikahan Dini di Bontang Masih Tinggi, Mayoritas di Kawasan Pesisir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="306" data-end="452"><strong data-start="306" data-end="333">BONTANGPOST.ID, Bontang</strong> <strong>–</strong> Kasus pernikahan dini di Kota Bontang masih menjadi persoalan serius dan berpotensi memicu tingginya angka stunting.</p>
<p data-start="454" data-end="642">Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, saat rapat koordinasi pencegahan pernikahan dini dan perilaku hidup remaja di Auditorium 3D Pemkot Bontang, Senin (22/12/2025).</p>
<p data-start="644" data-end="848">Neni menegaskan pernikahan anak menjadi pintu awal berbagai persoalan kesehatan dan sosial. Anak yang belum siap secara fisik dan mental dinilai belum mampu menjalani kehidupan rumah tangga secara matang.</p>
<p data-start="850" data-end="926">“Cikal bakal stunting, salah satunya berasal dari pernikahan dini,” ujarnya.</p>
<p data-start="928" data-end="1179">Berdasarkan data tahun 2024, tercatat 19 kasus pernikahan dini di Kota Bontang, terdiri dari 7 laki-laki dan 12 perempuan. Kasus terbanyak berada di Kecamatan Bontang Selatan sebanyak 12 orang, disusul Bontang Utara 6 orang, dan Bontang Barat 1 orang.</p>
<p data-start="1181" data-end="1453">Wilayah pesisir seperti Loktuan, Tanjung Laut, Berebas Pantai, Bontang Lestari, Gusung, dan Selangan disebut menjadi kawasan dengan tingkat kerentanan tinggi. Faktor putus sekolah serta minimnya pemahaman orang tua dan anak menjadi pemicu utama terjadinya pernikahan dini.</p>
<p data-start="1455" data-end="1659">Selain melanggar Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, praktik ini juga berdampak jangka panjang terhadap kualitas generasi.</p>
<p data-start="1661" data-end="1776">“Kita fokus menyasar wilayah pesisir yang rentan untuk memberikan literasi, terutama kepada orang tua,” tegas Neni.</p>
<p data-start="1778" data-end="1967">Pemkot Bontang juga berencana memperketat pemberian dispensasi nikah serta memberikan pendampingan gizi dan kesehatan mental bagi anak yang hamil di luar nikah guna menekan risiko stunting.</p>
<p data-start="1969" data-end="2022">“Target kita menuju nol pernikahan dini,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kasus-pernikahan-dini-di-bontang-masih-tinggi-mayoritas-di-kawasan-pesisir/">Kasus Pernikahan Dini di Bontang Masih Tinggi, Mayoritas di Kawasan Pesisir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemberian Makanan Tambahan Sasar 1.219 Balita di Bontang</title>
		<link>https://bontangpost.id/pemberian-makanan-tambahan-sasar-1-219-balita-di-bontang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 00:32:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[makanan tambahan]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=140761</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang telah menyalurkan pemberian makanan tambahan (PMT) dan susu kepada balita dan ibu hamil, sejak akhir Juli lalu. Penyaluran ini melalui dua sumber anggaran yakni APBD Bontang dan Bankeu Pemprov Kaltim. Kabid Kesehatan Masyarakat Diskes Bambang Sri Mulyono mengatakan untuk PMT balita menyasar 1.219 orang. Pendistribusiannya dilakukan oleh tiap [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemberian-makanan-tambahan-sasar-1-219-balita-di-bontang/">Pemberian Makanan Tambahan Sasar 1.219 Balita di Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; </strong>Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang telah menyalurkan pemberian makanan tambahan (PMT) dan susu kepada balita dan ibu hamil, sejak akhir Juli lalu. Penyaluran ini melalui dua sumber anggaran yakni APBD Bontang dan Bankeu Pemprov Kaltim.</p>
<p>Kabid Kesehatan Masyarakat Diskes Bambang Sri Mulyono mengatakan untuk PMT balita menyasar 1.219 orang. Pendistribusiannya dilakukan oleh tiap puskesmas. Berdasarkan cakupan area sasarannya masing-masing.</p>
<div class="eyeo" data-type="_mgwidget" data-widget-id="1730902" data-uid="16692">
<div id="mgw1730902_16692"><span style="font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif;">“Ini merupakan program Pemkot Bontang yang sangat fokus terhadap penanganan tengkes,” kata Bambang. Rinciannya untuk Puskesmas Bontang Utara I sebanyak 244, Puskesmas Bontang Utara II 278, Puskesmas Bontang Selatan I 270, Puskesmas Bontang Selatan II yakni 174, Puskesmas Bontang Lestari 86, dan Puskesmas Bontang Barat 167 sasaran.</span></div>
</div>
<p><center></center>“Sementara untuk PMT ibu hamil itu menyasar 69 orang,” ucapnya. Jumlah terbanyak di Puskesmas Bontang Utara I yakni 28. Disusul Bontang Barat 14, Bontang Selatan I 12, Puskesmas Bontang Selatan II 7, Puskesmas Bontang Utara II 5, dan Puskesmas Bontang LEstari 3 orang.</p>
<p>“Untuk ibu hamil juga sudah berjalan. Tetapi ada yang belum karena harus diasesmen dulu,” tutur dia. Sejatinya sasaran kekurangan energi kronis (KEK) PMT ibu hamil ini cukup bahkan berlebih. Masalahnya tidak semua yang hamil mau menerima PMT. Terkadang yang merasa malu tidak mau menerima PMT.</p>
<p>“Khusus orang hamil ukuran sesuai dengan rekomendasi dari ahli gizi,” terangnya. Pelaksanaan pemberian PMT untuk ibu hamil menyasar 120 hari. Nantinya ada evaluasi pasca pelaksanaan tersebut. Diharapkan kandungan gizi ibu hamil tercukupi termasuk untuk janinnya.</p>
<p>“Ini yang khusus KEK, kalau normal itu wewenangnya Badan Gizi Nasional,” sebutnya. Sementara untuk pemberian PKMK berupa susu untuk bayi usia di bawah satu tahun mencapai 200. Rinciannya puskesmas Bontang Utara I 41, Puskesmas Bontang Utara II 43, Puskesmas Bontang Selatan I 32, Puskesmas Bontang Selatan II 40, Puskesmas Bontang Lestari 20, dan Puskesmas Bontang Barat 24.</p>
<p>Program ini juga menyasar bayi di atas satu tahun hanya 90. Angka ini menyesuaikan dengan anggaran. PKMK ini diberikan melalui kucuran Bankeu Pemprov Kaltim. Bambang menyebut nantinya untuk kekurangannya akan dialokasikan melalui APBD Perubahan Bontang. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemberian-makanan-tambahan-sasar-1-219-balita-di-bontang/">Pemberian Makanan Tambahan Sasar 1.219 Balita di Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemberian Makanan Tambahan dan Susu Gratis untuk Anak Bontang Diberikan Bulan Ini</title>
		<link>https://bontangpost.id/pemberian-makanan-tambahan-dan-susu-gratis-untuk-anak-bontang-diberikan-bulan-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 05:07:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pengentasan stunting]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=139896</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Dinas Kesehatan Bontang memastikan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak yang masuk kategori stunting dimulai bulan ini. Kepala Diskes Bontang Bachtiar Mabe mengatakan pemberian makanan ini akan berlangsung selama 58 hari. Baik itu PMT maupun susu gratis. “Juli ini kami akan mulai. Penyedianya sudah on progress (mulai berjalan),” kata Mabe. Mengingat anggaran [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemberian-makanan-tambahan-dan-susu-gratis-untuk-anak-bontang-diberikan-bulan-ini/">Pemberian Makanan Tambahan dan Susu Gratis untuk Anak Bontang Diberikan Bulan Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="2"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Dinas Kesehatan Bontang memastikan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak yang masuk kategori stunting dimulai bulan ini.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Kepala Diskes Bontang Bachtiar Mabe mengatakan pemberian makanan ini akan berlangsung selama 58 hari. Baik itu PMT maupun susu gratis. “Juli ini kami akan mulai. Penyedianya sudah on progress (mulai berjalan),” kata Mabe.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Mengingat anggaran untuk PMT sudah masuk di APBD Bontang 2025. Dengan durasi dua bulan maka pelaksanaan PMT akan berakhir pada September mendatang.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Khusus untuk penyaluran nantinya dipercayakan kepada tiap puskesmas di Bontang. “Diskes konteksnya hanya mengawasi,” ucapnya.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Skema ini dipilih karena di tiap puskesmas lebih cepat dalam menjangkau sasaran. Sesuai dengan tupoksi wilayah kerjanya.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Apalagi di tiap Puskesmas juga sudah ada ahli gizi. “Distribusi juga puskesmas melalui pokmas. Mencari penyedia itu puskesmas,” tutur dia.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Jikalau semua terpusat ke Diskes maka kegiatan ini melalui proses pengadaan. Kondisi ini membuat pelaksana agak sulit. Jumlah sasarannya juga cukup banyak.</p>
<p data-reader-unique-id="12">“Kalau Diskes berapa yang mengantar, tetapi puskesmas tinggal dibagi jumlah sasaran itu lebih gampang,” terangnya.</p>
<p><center data-reader-unique-id="13"></center></p>
<p data-reader-unique-id="17">Mengacu hasil penimbangan serentak, 1.219 balita yang akan mendapatkan PMT. Kelurahan Loktuan yang paling tinggi. Angkanya yakni 176 balita yang akan menerima PMT.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Kemudian Tanjung Laut Indah 129, Bontang Lestari 118, Tanjung Laut 107, Satimpo 38, Berbas Pantai 82, Berebas Tengah 86, Bontang Kuala 37, Bontang Baru 43, Api-Api 77, Gunung Elai 70, Guntung 92, Kanaan 13, Gunung Telihan 72, dan Belimbing 79 balita.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Khusus PMT, anggarannya mencapai Rp 4 miliar sedangkan pembagian susu itu Rp 900 juta. Terkait PMT, setiap porsi akan dibanderol harga Rp 32 ribu.</p>
<p data-reader-unique-id="21">Nominal tersebut termasuk biaya pengantaran sejumlah Rp 2.240 dan administrasi Rp 1.600 untuk tiap porsinya. Sisanya ialah biaya untuk memasak PMT. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemberian-makanan-tambahan-dan-susu-gratis-untuk-anak-bontang-diberikan-bulan-ini/">Pemberian Makanan Tambahan dan Susu Gratis untuk Anak Bontang Diberikan Bulan Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasil Operasi Timbang di Bontang; 1.219 Anak Stunting, Dapat Bantuan Makanan Tambahan</title>
		<link>https://bontangpost.id/hasil-operasi-timbang-di-bontang-1-219-anak-stunting-dapat-bantuan-makanan-tambahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Edwin Agustyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2025 05:40:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pengentasan stunting]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138952</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Pemkot Bontang akhirnya memiliki data valid terkait angka stunting. Jumlah itu berdasarkan hasil operasi timbang yang dilakukan beberapa hari lalu. Diketahui, terdapat 10.047 anak yang menjalani operasi timbang. Setara dengan 99,94 persen jumlah balita di Bontang. Terdapat 1.752 anak pendek di Bontang. Dari angka itu 1.219 anak masuk kategori stunting atau tengkes. “Kami [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/hasil-operasi-timbang-di-bontang-1-219-anak-stunting-dapat-bantuan-makanan-tambahan/">Hasil Operasi Timbang di Bontang; 1.219 Anak Stunting, Dapat Bantuan Makanan Tambahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211;</strong> Pemkot Bontang akhirnya memiliki data valid terkait angka stunting. Jumlah itu berdasarkan hasil operasi timbang yang dilakukan beberapa hari lalu.</p>
<p>Diketahui, terdapat 10.047 anak yang menjalani operasi timbang. Setara dengan 99,94 persen jumlah balita di Bontang.</p>
<p style="text-align: left;">Terdapat 1.752 anak pendek di Bontang. Dari angka itu 1.219 anak masuk kategori stunting atau tengkes.</p>
<p>“Kami sudah konsultasikan dengan dokter spesialis anak. Jadi tidak semua anak pendek itu stunting,” kata Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.</p>
<p>Sejumlah catatan menjadi fokus Neni. Dia meminta agar dalam 56 hari angka stunting sudah berkurang.</p>
<p>Untuk mendukung itu, disiapkan anggaran Rp4 miliar. Duit tersebut akan dibelanjakan untuk pemberian makanan tambahan (PMT) dan susu.</p>
<p>“Pengadaan langsung dilakukan oleh Puskesmas melalui e-Katalog,” kata Neni, ditemui di Rujab Wali Kota, Senin (26/5/2025).</p>
<p><strong>Loktuan Terbanyak</strong></p>
<p>Mengacu data Dinas Kesehatan Bontang, Kelurahan Loktuan menjadi yang terbanyak anak stunting. Yakni sebanyak 176 anak. Lalu diikuti Tanjung Laut Indah 129 anak.</p>
<p>Selanjutnya Bontang Lestari (118), Tanjung Laut (107), dan Guntung (92). Diikuti Berebas Tengah (86), Berbas Pantai (82), Belimbing (79), serta Api-Api (77).</p>
<p>Kelurahan lainnya, Gunung Telihan (72), Gunung Elai (70), Bontang Baru (43), Satimpo (38), Bontang Kuala (37), dan terakhir Kanaan (13). <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/hasil-operasi-timbang-di-bontang-1-219-anak-stunting-dapat-bantuan-makanan-tambahan/">Hasil Operasi Timbang di Bontang; 1.219 Anak Stunting, Dapat Bantuan Makanan Tambahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkot Bontang Anggarkan Rp 4,9 Miliar untuk Makanan Tambahan dan Susu bagi Anak Stunting</title>
		<link>https://bontangpost.id/pemkot-bontang-anggarkan-rp-49-miliar-untuk-makanan-tambahan-dan-susu-bagi-anak-stunting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2025 05:31:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pengentasan stunting]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=138676</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang telah melakukan operasi timbang serentak beberapa waktu lalu. Hasilnya, 1.753 balita masuk kategori pendek. Kepala Diskes Bontang Bachtiar Mabe mengatakan, dari angka tersebut nantinya dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak. Tujuannya untuk mengetahui, mana balita yang masuk kategori stunting berdasarkan ukuran tinggi badan. Termasuk balita yang pendek tetapi secara pemenuhan gizi cukup. “Dokter [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemkot-bontang-anggarkan-rp-49-miliar-untuk-makanan-tambahan-dan-susu-bagi-anak-stunting/">Pemkot Bontang Anggarkan Rp 4,9 Miliar untuk Makanan Tambahan dan Susu bagi Anak Stunting</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; </strong>Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang telah melakukan operasi timbang serentak beberapa waktu lalu. Hasilnya, 1.753 balita masuk kategori pendek.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Diskes Bontang Bachtiar Mabe mengatakan, dari angka tersebut nantinya dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak. </span><span class="s1">Tujuannya untuk mengetahui, mana balita yang masuk kategori stunting berdasarkan ukuran tinggi badan. Termasuk balita yang pendek tetapi secara pemenuhan gizi cukup.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Dokter spesialis anak yang akan memberikan rekomendasi. Karena stunting itu sudah pasti pedek. Tetapi pendek belum tentu stunting,” kata Mabe.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurutnya, dari rekomendasi itu dipakai untuk penyaluran bantuan berupa pemberian makanan tambahan (PMT) dan susu. Pemkot pun sudah menganggarkan untuk penyaluran PMT dan susu.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Khusus PMT, anggarannya mencapai Rp4 miliar sedangkan pembagian susu itu Rp900 juta,” ucapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya, Pemkot Bontang belum memiliki data yang valid terkait jumlah balita yang masuk kategori stunting. Hasil rekomendasi itu juga nantinya bisa dipakai untuk penyaluran dana CSR perusahaan untuk penanganan stunting. &#8220;</span><span class="s1">Berapa yang dibantu oleh perusahaan A, B, dan C itu nanti kami akan pilah,” tutur dia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Terkait PMT, setiap porsi akan dibanderol harga Rp32 ribu. Nominal tersebut termasuk biaya pengantaran sejumlah Rp2.240 dan administrasi Rp1.600 untuk tiap porsinya. Sisanya ialah biaya untuk memasak PMT.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan, bantuan PMT ini akan disalurkan kepada anak yang masuk kategori stunting selama tiga bulan. Proses pemasakannya melibatkan pihak ketiga atau katering.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Diharapkan dengan PMT ini dapat menekan angka stunting di Kota Bontang,” terangnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara untuk penyaluran dosis susu akan menyesuaikan dengan rekomendasi dokter spesialis. Diskes akan memperhatikan takaran gizi balita supaya tidak menimbulkan permasalahan lain seperti masuk kategori obesitas. <strong>(kp)</strong></span></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemkot-bontang-anggarkan-rp-49-miliar-untuk-makanan-tambahan-dan-susu-bagi-anak-stunting/">Pemkot Bontang Anggarkan Rp 4,9 Miliar untuk Makanan Tambahan dan Susu bagi Anak Stunting</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
