• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Tak Mau Kalah dari Daerah Lain, Bontang Kejar Penurunan Stunting hingga 12,5 Persen

by Redaksi Bontang Post
16 Januari 2026, 11:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Pemkot Bontang terus akan melakukan upaya demi menurunkan angka stunting. ( ADIEL KUNDHARA/KP)

Pemkot Bontang terus akan melakukan upaya demi menurunkan angka stunting. ( ADIEL KUNDHARA/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Penurunan angka stunting menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bontang. Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris optimistis prevalensi stunting dapat ditekan hingga 12,5 persen pada 2026. Target tersebut dinilai realistis apabila seluruh perangkat daerah bekerja secara terintegrasi dan konsisten sesuai kebijakan yang telah ditetapkan.

Agus Haris membandingkan capaian Bontang dengan daerah lain di Kalimantan Timur, seperti Kutai Kartanegara dan Samarinda. Menurutnya, dua daerah tersebut masih berada di kisaran 14 hingga 17 persen.

“Kukar, Samarinda, Bontang itu kan urutannya. Tapi kalau kita lihat, mereka masih di angka 14 sampai 17 persen. Bontang harus bisa di 12,5 persen,” ujar pejabat yang akrab disapa AH itu.

Ia mencontohkan Kutai Kartanegara yang meski memiliki wilayah sangat luas, namun tingkat kunjungan posyandu cukup tinggi. Hal itu tidak lepas dari peran aktif kader kesehatan di lapangan. Kondisi tersebut dinilai patut ditiru oleh Bontang.

Baca Juga:  Gubernur Isran Soroti Tingginya Angka Stunting di Bontang

Lebih lanjut, AH mengungkapkan Pemkot Bontang akan melibatkan dunia usaha dalam upaya percepatan penurunan stunting. Saat ini, Dinas Kesehatan tengah memetakan data bayi baru lahir, ibu hamil, serta ibu pascamelahirkan untuk kemudian disinergikan dengan program perusahaan.

“Teman-teman di Dinas Kesehatan sekarang memetakan bayi-bayi baru lahir dan ibu-ibu. Data itu nantinya dikirim ke perusahaan-perusahaan agar bisa ikut berperan,” ucapnya.

Menurut AH, pemerintah berperan sebagai pengendali kebijakan, sementara pelaksanaan teknis menjadi tanggung jawab perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.

“Kami ini pengendali kebijakan. Target sudah kami patok, 2026 itu 12,5 persen. Teknisnya dinas-dinas harus bergerak,” tegasnya.

Untuk memastikan target tersebut tercapai, Pemkot Bontang akan melakukan evaluasi rutin setiap tiga bulan. Rapat koordinasi lintas sektor dijadwalkan secara berkala guna memantau progres di lapangan.

Baca Juga:  Operasi Timbang Serentak di Bontang, Prevalensi Stunting Diklaim Menurun

“Kalau tidak dikebut, nanti saya tanya, tiga bulan ini sudah ngapain? Data disetor ke mana? Dukungan provinsi seperti apa? Makanya harus sering rapat,” pungkasnya.

Evaluasi lanjutan direncanakan kembali dilaksanakan pada Februari mendatang. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Bontang Bahtiar Mabe mengungkapkan prevalensi stunting berdasarkan Operasi Timbang Jilid II berada di angka 15,6 persen pada November lalu.

Angka tersebut menunjukkan penurunan dari capaian sebelumnya yang berada di 17,4 persen. Operasi timbang yang menyasar 9.769 balita itu mencatat cakupan 100 persen, hasil dari kerja kolaboratif lintas sektor.

Mabe menegaskan, langkah selanjutnya adalah menjaga tren penurunan agar tetap konsisten. Pencegahan dilakukan sejak dini melalui pengawasan ketat terhadap ibu hamil, pemenuhan nutrisi, serta pendampingan berkelanjutan.

Baca Juga:  Tantang Lurah Se-Bontang Turunkan Angka Stunting, Najirah Janjikan Kenaikan Jabatan

Selain itu, calon pengantin juga menjadi kelompok prioritas. Edukasi gizi dan suplementasi diberikan sejak pranikah melalui tablet tambah darah atau Multi Micronutrient Supplement (MMS).

“Remaja putri juga menjadi fokus karena berkaitan langsung dengan risiko anemia dan kualitas kehamilan ke depan,” jelasnya.

Untuk kasus stunting yang sudah terdata, Diskes memberikan intervensi berupa Makanan Bergizi (MBG). Program MBG tahun depan akan diperluas, tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga balita dan ibu hamil.

“Perluasan MBG ini diharapkan mampu menekan angka stunting baru,” pungkasnya. (ak)

Tags: stunting
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Inovasi Layanan Malam Hari Antar Satimpo Jadi Kelurahan Terbaik Nasional

Next Post

Akses Bontang-Samarinda Normal Kembali, Truk Kontainer di KM 68 Berhasil Dievakuasi

Related Posts

21 Kasus Stunting Tersisa, Kanaan Ditargetkan Zero dalam 56 Hari
Bontang

21 Kasus Stunting Tersisa, Kanaan Ditargetkan Zero dalam 56 Hari

2 Oktober 2026, 11:00
Meski Turun ke 14,05 Persen, Stunting di Enam Kelurahan Bontang Masih Tinggi
Pemkot Bontang

Meski Turun ke 14,05 Persen, Stunting di Enam Kelurahan Bontang Masih Tinggi

24 Juli 2026, 14:00
Agus Haris Akui Pemkot Bontang Butuh Kritik, Fokus Tangani Stunting dan Kemiskinan
Bontang

Agus Haris Akui Pemkot Bontang Butuh Kritik, Fokus Tangani Stunting dan Kemiskinan

6 Maret 2026, 06:00
Stunting di Bontang Terus Turun, Diskes Bidik Angka 12 Persen Tahun Ini
Bontang

Stunting di Bontang Terus Turun, Diskes Bidik Angka 12 Persen Tahun Ini

21 Januari 2026, 12:00
Kasus Pernikahan Dini di Bontang Masih Tinggi, Mayoritas di Kawasan Pesisir
Bontang

Kasus Pernikahan Dini di Bontang Masih Tinggi, Mayoritas di Kawasan Pesisir

22 Desember 2025, 16:25
Pemberian Makanan Tambahan Sasar 1.219 Balita di Bontang
Bontang

Pemberian Makanan Tambahan Sasar 1.219 Balita di Bontang

6 Agustus 2025, 08:32

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.