BONTANGPOST.ID, Bontang – Angka prevalensi stunting di Kota Bontang menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang menargetkan angka stunting bisa ditekan hingga 12 persen pada tahun ini.
Berdasarkan data terbaru, sejumlah kelurahan yang sebelumnya memiliki angka stunting cukup tinggi kini mulai menunjukkan perbaikan signifikan. Salah satunya Kelurahan Tanjung Laut Indah. Pada Mei 2025, angka stunting di wilayah tersebut tercatat sebesar 24,04 persen dan berhasil ditekan menjadi 19,26 persen pada November. Meski masih berada di atas rata-rata kota, persentasenya turut menurun dari 21,88 persen menjadi 19,07 persen.
Sementara itu, Kelurahan Kanaan menjadi wilayah dengan angka stunting terendah di Kota Bontang. Pada Mei 2025, prevalensi balita stunting di wilayah ini sebesar 10,12 persen dan kembali menurun menjadi 8,02 persen pada November. Bontang Kuala juga mencatatkan angka rendah dengan penurunan dari 13,7 persen menjadi 11,6 persen.
Penurunan serupa juga terjadi di sejumlah kelurahan lain, seperti Belimbing, Satimpo, dan Berbas Pantai. Di Satimpo, angka stunting turun dari 19,64 persen menjadi 16,35 persen, sedangkan Berbas Pantai mengalami penurunan dari 19,67 persen menjadi 15,97 persen.
Meski demikian, Diskes mencatat adanya fluktuasi di beberapa wilayah seperti Bontang Baru dan Gunung Elai yang mengalami kenaikan tipis. Kendati masih dalam batas terkendali, wilayah tersebut akan mendapat perhatian dan intervensi khusus agar tren penurunan tetap terjaga.
Diskes Bontang menegaskan upaya penurunan stunting akan terus diperkuat melalui intervensi gizi, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta kolaborasi lintas sektor. (ak)








