<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>universitas muhammadiyah malang Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/universitas-muhammadiyah-malang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/universitas-muhammadiyah-malang/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Jun 2020 11:09:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>universitas muhammadiyah malang Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/universitas-muhammadiyah-malang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Genjot Mahasiswa Menulis, Ilmu Komunikasi UMM Rilis Sepuluh Buku Sekali Terbit</title>
		<link>https://bontangpost.id/genjot-mahasiswa-menulis-ilmu-komunikasi-umm-rilis-sepuluh-buku-sekali-terbit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2020 11:09:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[universitas muhammadiyah malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=76965</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam waktu dekat akan merilis sepuluh judul buku. Yang berbeda dari proyek penulisan buku sebelumnya, pada tahun ini berhasil memecahkan rekor penerbitan buku terbanyak yakni sepuluh buku. Kesepuluh buku ini merupakan proyek tugas akhir dari mata kuliah Media dan Masyarakat yang diampu dosen Ilmu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/genjot-mahasiswa-menulis-ilmu-komunikasi-umm-rilis-sepuluh-buku-sekali-terbit/">Genjot Mahasiswa Menulis, Ilmu Komunikasi UMM Rilis Sepuluh Buku Sekali Terbit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>bontangpost.id</b> &#8211; Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam waktu dekat akan merilis sepuluh judul buku. Yang berbeda dari proyek penulisan buku sebelumnya, pada tahun ini berhasil memecahkan rekor penerbitan buku terbanyak yakni sepuluh buku. Kesepuluh buku ini merupakan proyek tugas akhir dari mata kuliah Media dan Masyarakat yang diampu dosen Ilmu Komunikasi Nurudin.</p>
<p>Ceritanya, setiap mengawali perkuliahan, Nurudin selalu menawarkan kepada mahasiswa yang diajarnya untuk membuat proyek kepenulisan. Tidak melulu menerbitkan buku. Tradisi literasi ini sudah dimulainya sejak 2009.</p>
<p>“Pokoknya harus ada publikasi. Kuliah jalan, nilai didapat, publikasi kampus juga ada. Pulang tidak hanya membawa ijasah tetapi juga kenang-kenangan buku,” terang Nurudin via daring.</p>
<p>Tahun ini, dosen yang dikenal sebagai provokator menulis ini memberikan opsi menulis buku atau kuliah biasa saja. Empat kelas yang dia ampu memilih membuat buku, sementara sisanya memilih kuliah biasa.</p>
<p>“Karena pandemi Covid-19, yang milih kuliah biasa saya sarankan tugas UAS (Ujian Akhir Semester)-nya menulis di media. Boleh media cetak, online atau paling ringan nulis di blog,” kata dosen yang telah menerbitkan puluhan buku ini.</p>
<p>Penentuan tugas akhir apa yang diambil pun dilakukan secara demokratis. Dimusyawarahkan oleh seluruh mahasiswanya di kelas. Kemudian mereka voting, lewat Line atau langsung memutuskan di kelas.</p>
<p>“Saat memilih buku tentu saya kan harus memenuhi keinginan mereka. Lagian, itu sesuatu yang sangat baru bagi mereka. Ternyata mereka antusias dan bisa menulis,” ungkap Nurudin, Senin (15/6/2020) siang.</p>
<p>“Ternyata setelah mereka menulis dan diterbitkan jadi kecanduan. Yang nulis buku semangat ingin nulis lagi. Yang tugas nulis di media ingin juga menulis lagi. Setidaknya data ini saya dapatkan dari komentar mereka saat saya tanya bagaimana kesan setelah membuat tulisan,” ungkap mantan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMM yang baru-baru ini kembali menerbitkan buku berjudul “Agama Saya adalah Uang” ini.</p>
<p>Menerbitkan tulisan punya tempat tersendiri bagi Nurudin. Dengan menulis lantas menerbitkanya, justru punya hasil yang konkrit yakni karya.</p>
<p>“Kalau tidak untuk apa? paling naskah tulis itu dikumpulkan ke dosen, selesai. Kalau menerbitkan buku, kan ada manfaatnya. Lalu setelah mereka menulis di media, saya minta untuk mention akun twitter saya dan Prodi komunikasi UMM. Tugas saya me-retweetnya,” ujar Nurudin.</p>
<p>Sejak tradisi literasi ini pertama kali digulirkan pada 2009, jumlah buku yang diterbitkan beragam.</p>
<p>“Tidak tentu (jenisnya), karena harus saya polling dulu saat pertama kali masuk kelas. Tahun 2019 ada 10 judul buku. Ini prestasi paling banyak jika dilihat dari jumlah judul. Tahun 2020 ada 9 judul buku. Juga artikel mahasiswa 3 kelas. Jika rata-rata per kelas 50 orang, akan ada publikasi 50 judul tulisan di media,” ungkap Nurudin.</p>
<p>Dari segi kualitas tulisan, Nurudin tak begitu mempermasalahkannya. Ia selalu mengapresiasi setiap mahasiswanya yang berani memulai memiliki karya. Dalam bentuk apapun.</p>
<p>“Menurut saya tulisannya bagus. Tentu dengan kemampuan mereka sebagai mahasiswa. Tentu saya tidak bisa memakai tolok ukur diri saya sendiri. Produk mahasiswa dan dosen itu kan karya? Menulis buku salah satunya,” tegas Nurudin.</p>
<p>Karya terbaik menurutnya terbitan awal, yakni 2009.</p>
<p>“Merintisnya waktu itu susah sekali. Saya serahkan ke mahasiswa untuk diterbitkan. Nggak jalan. Akhirnya saya harus naik bis waktu itu ke Yogyakarta untuk mencari penerbit. Setelah diterbitkan akhirnya bisa dilaunching. Launching itu banyak diliput media. Setelah itu, memotivasi mahasiswa menulis buku lebih mudah karena sudah ada contohnya,” lanjutnya.</p>
<p>Lebih jauh, memotivasi mahasiswanya untuk menulis akan terus dilakukannya.</p>
<p>“Mungkin ini yang bisa saya lakukan. Minimal memaksimalkan kemampuan diri saya karena punya keahlian menulis. Sudah saatnya saya memberikan atmosfer menulis di tempat saya bekerja. Buku memang bukan pilihan satu-satunya. Tetapi sivitas akademika dituntut untuk punya karya, buku hanya salah satu pilihan,” tandasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/genjot-mahasiswa-menulis-ilmu-komunikasi-umm-rilis-sepuluh-buku-sekali-terbit/">Genjot Mahasiswa Menulis, Ilmu Komunikasi UMM Rilis Sepuluh Buku Sekali Terbit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desain Jembatan Mahasiswa Indonesia Raih &#8216;Most Popular Design&#8217; di Ajang Internasional</title>
		<link>https://bontangpost.id/desain-jembatan-mahasiswa-indonesia-raih-most-popular-design-di-ajang-internasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2019 09:42:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[prestasi internasional]]></category>
		<category><![CDATA[prestasi mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[umm]]></category>
		<category><![CDATA[universitas muhammadiyah malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=60224</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tim jembatan ST Langgeng Jaya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih Most Popular Design pada ajang Nanyang Technological University (NTU) Bridge Design Competition 2019 di Singapura, (9-10/3/2019) lalu. Tak hanya itu, tim yang digawangi Vicky Adjie Saputra dan Novan Surya Adityawan ini juga masuk peringkat 10 besar gelaran kompetisi jembatan bergengsi tingkat Asia Tenggara ini. Ajang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/desain-jembatan-mahasiswa-indonesia-raih-most-popular-design-di-ajang-internasional/">Desain Jembatan Mahasiswa Indonesia Raih &#8216;Most Popular Design&#8217; di Ajang Internasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tim jembatan ST Langgeng Jaya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih Most Popular Design pada ajang Nanyang Technological University (NTU) Bridge Design Competition 2019 di Singapura, (9-10/3/2019) lalu. Tak hanya itu, tim yang digawangi Vicky Adjie Saputra dan Novan Surya Adityawan ini juga masuk peringkat 10 besar gelaran kompetisi jembatan bergengsi tingkat Asia Tenggara ini.</p>
<p>Ajang internasional ini merupakan kali pertama yang diikuti oleh tim jembatan UMM. “Selama ini kita sudah mengikuti dan menjuarai berbagai ajang rancang jembatan di tingkat nasional. Sekarang saatnya kita belajar keluar untuk menancapkan bendera UMM di ajang internasional,” ujar Erwin Rommel, pembimbing Tim ST Langgeng Jaya yang merupakan dosen Teknik Sipil UMM ini.</p>
<p>Jembatan diuji melalui kriteria efesiensi dan kekuatan. Penilaian ini mengacu pada tema kompetisi yakni Strength, Economic, Sustainability. ”Jadi pihak panitia memberitahukan apa yang harus dibuat, beberapa jam sebelum pertandingan. Yang dinilai dari sisi penggunaan bahan seefisien mungkin, serta mampu menahan beban uji seberat mungkin, sampai pada titik hancurnya,” paparnya.</p>
<figure id="attachment_60226" aria-describedby="caption-attachment-60226" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2019/03/umm2.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-60226" src="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2019/03/umm2.jpeg" alt="" width="720" height="480" /></a><figcaption id="caption-attachment-60226" class="wp-caption-text">Desain jembatan yang dirancang mahasiswa UMM. (Humas UMM for BontangPost.ID)</figcaption></figure>
<p>Setidaknya terdapat 38 tim yang ikut berlomba dalam ajang yang diikuti oleh berbagai Universitas di Asia Tenggara. Tak ketinggalan kampus-kampus bergengsi dalam negeri pun turut meramaikan. Seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan berbagai kampus yang kerap menjuarai ajang kompetisi jembatan tingkat nasional lainnya, termasuk Surya Team UMM.</p>
<p>“Sebelum ajang ini dimulai ada beberapa persiapan dan kesiapan yang telah kita lakukan beberapa minggu sebelumnya. Di antaranya dengan menguji coba beberapa jenis desain jembatan, lalu kita evaluasi dan perbaiki sehingga kita mampu menemukan desain yang pas ,” lanjutnya. Terakhir, nilai kejujuran dan sportivitas dalam bertanding senantiasa ditanamkan kepada para anggota Surya Team UMM. (zul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/desain-jembatan-mahasiswa-indonesia-raih-most-popular-design-di-ajang-internasional/">Desain Jembatan Mahasiswa Indonesia Raih &#8216;Most Popular Design&#8217; di Ajang Internasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soal Hoaks, Dosen UMM: Otak Kita Seringkali Kalah Cepat dengan Jempol Kita</title>
		<link>https://bontangpost.id/soal-hoaks-dosen-umm-otak-kita-seringkali-kalah-cepat-dengan-jempol-kita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2019 09:22:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[anti berita hoaks]]></category>
		<category><![CDATA[nurudin]]></category>
		<category><![CDATA[universitas muhammadiyah malang]]></category>
		<category><![CDATA[waspada hoaks]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=57823</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melihat perkembangannya, media sosial nyata telah mengancam disintegrasi bangsa. Media sosial telah menciptakan komunikasi di masyarakat berjalan dengan tidak tulus,” Nurudin MINATNYA pada kajian media sosial dan media massa pada umumnya mendorong Nurudin untuk menelurkan banyak buku. Buku teranyarnya, Media Sosial: Agama Baru Masyarakat Milenial menyajikan ulasan menarik dan tuntas seputar kemunculan media baru satu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/soal-hoaks-dosen-umm-otak-kita-seringkali-kalah-cepat-dengan-jempol-kita/">Soal Hoaks, Dosen UMM: Otak Kita Seringkali Kalah Cepat dengan Jempol Kita</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Melihat perkembangannya, media sosial nyata telah mengancam disintegrasi bangsa. Media sosial telah menciptakan komunikasi di masyarakat berjalan dengan tidak tulus,” Nurudin</p></blockquote>
<p>MINATNYA pada kajian media sosial dan media massa pada umumnya mendorong Nurudin untuk menelurkan banyak buku. Buku teranyarnya, <em>Media Sosial: Agama Baru Masyarakat Milenial</em> menyajikan ulasan menarik dan tuntas seputar kemunculan media baru satu ini. Salah satu perkembangan yang menarik untuk dikaji dari media sosial, menurutnya adalah semakin marak beredarnya berita bohong atau hoaks.</p>
<p>Media sosial telah tumbuh dan sangat menentukan sikap dan perilaku masyarakat milenial. Bahkan, dijelaskan Nurudin, ia berkembang atau sengaja dikembangkan seolah sebagai agama. Karenanya, masyarakat cenderung mengaca pada media sosial, layaknya ajaran agama itu. “Padahal sebagian pesan media sosial perlu diyakini sebagai sebuah kebohongan yang dilegalkan,” kata dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini dilansir dari rilisnya.</p>
<p>Tentu saja, sambung Nurudin, dampak carut-marut pesan media sosial tidak hanya hoaks dimana-mana, tetapi juga suasana saling membenci, mencaci, dan menghujat antarsesama. “Melihat perkembangannya, media sosial nyata telah mengancam disintegrasi bangsa. Media sosial telah menciptakan komunikasi di masyarakat berjalan dengan tidak tulus,” ungkap pria berkumis yang menerbitkan belasan buku ini.</p>
<p><em>Buku Media Sosial: Agama Baru Masyarakat Milenial</em> mengeksplorasi mengapa itu terjadi, bagaimana dampaknya dan apa yang harus dilakukan agar media sosial tidak dijadikan kambing hitam semua sebab. Buku yang ditulis berdasar penelitian dan tulisan-tulisannya di media massa ini merekam jejak pasang surut pengguna media sosial dan dampaknya di masyarakat serta solusi yang harus dilakukan.</p>
<p>Penyebaran hoaks, ternyata bisa dilakukan siapapun. Tak dipungkiri masyarakat tengah dimabuk dan dimudahkan dengan teknologi. Mereka kebanyakan menyebar berita, bukan berdasarkan benar-salahnya. Melainkan sesuai dengan kecenderungan dirinya. “Otak kita seringkali kalah cepat dari jempol kita. Apalagi di tengah situasi politik saat ini, tidak bisa dipungkiri hoaks menjadi sangat politis,” ungkapnya.</p>
<p>Media sosial menjadi lahan paling subur penyebaran hoaks. Sementara di media mainstream hoaks dapat ditekan karena terduri dari sistem kemediaan yang dituntut profesional. “Mereka punya karyawan, punya pembaca, punya penonton, sehingga kalau menyebar hoaks, ya, mesti hati-hati. Kalau tidak, akan diingatkan oleh aparat hukum. Konsekuensi terberatnya, media itu bakal bubar,” bebernya.</p>
<p>Sementara hoaks, biasanya disebarkan oleh aktor individual. Jika terindikasi akun yang dikelolanya terbukti melakukan aksi penyebaran hoaks, mudah saja, yang lantas dilakukan adalah menghapus akunnya. “Masalahnya di manapun dan kapanpun, hemat saya media itu lebih banyak menginduk kepada penguasa. Kita tidak usah mengkritik fenomena sekarang, memang sejak dulu sudah seperti itu,” ungkapnya.</p>
<p>Tugas mencerdaskan masyarakat tentang melek media, tegas Nurudin, bukan cuma tugas para akademisi seperti dirinya. ”Kalau saya sendiri, dalam setiap perkuliahan, pergaulan dan diskusi saya selalu menekankan untuk selalu melek media. Melek media itu adalah kita sadar media selalu punya dampak negatif. Kalau sudah sadar, orang cenderung berhati-hati. Inilah yang kita sebut dengan praktik media literasi,” sebutnya.</p>
<p>Perhatian besarnya pada gerakan literasi media yang akhirnya mangantarkan Nurudin mendapat ganjaran ketua Prodi terbaik dari Kopertis Jawa Timur saat menjabat sebagai Ketua Prodi Ilmu Komunikasi beberapa tahun silam. “Beberapa kali kami lakukan kegiatan literasi media ke SMP-SMA yang menurut kami jadi sasaran empuk hoaks. Meskipun disadari, menangkal penyebaran hoaks itu sangat sulit,” tuturnya. (zul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/soal-hoaks-dosen-umm-otak-kita-seringkali-kalah-cepat-dengan-jempol-kita/">Soal Hoaks, Dosen UMM: Otak Kita Seringkali Kalah Cepat dengan Jempol Kita</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KREATIF! Mahasiswa Sulap Kampung Ini Jadi &#8220;Sarang Dinosaurus&#8221;</title>
		<link>https://bontangpost.id/kreatif-mahasiswa-sulap-kampung-ini-jadi-sarang-dinosaurus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2019 07:30:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten batu]]></category>
		<category><![CDATA[umm]]></category>
		<category><![CDATA[universitas muhammadiyah malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=57629</guid>

					<description><![CDATA[<p>KREATIVITAS mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memang tak ada habisnya. Setelah sukses menyulap kampung kumuh di bantaran sungai Brantas jadi destinasi wisata yang dikenal dunia, yakni Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ), kini giliran Dusun Krajan Sae, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu menjadi Kampung Hijau bernuansa ‘Sarang Dinosaurus’. Aksi yang digawangi kelompok Praktikum Public Relations (PR) [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kreatif-mahasiswa-sulap-kampung-ini-jadi-sarang-dinosaurus/">KREATIF! Mahasiswa Sulap Kampung Ini Jadi &#8220;Sarang Dinosaurus&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KREATIVITAS mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memang tak ada habisnya. Setelah sukses menyulap kampung kumuh di bantaran sungai Brantas jadi destinasi wisata yang dikenal dunia, yakni Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ), kini giliran Dusun Krajan Sae, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu menjadi Kampung Hijau bernuansa ‘Sarang Dinosaurus’.</p>
<p>Aksi yang digawangi kelompok Praktikum Public Relations (PR) &#8220;Prospero&#8221; Program Studi Ilmu Komunikasi UMM ini membuat ajang The Tempenosaurus Mural Art Competition selama 3 hari, 11-13 Januari lalu. Kompetisi mural diikuti 28 peserta yang terbagi menjadi 10 kelompok. Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Semarang, Surabaya, Mojokerto, Lamongan, Jombang dan Malang Raya ikut ambil bagian.</p>
<p>Ketua kelompok Prospero, Sherly Amalia Arif mengatakan, sebelum launching Kampung Hijau 24 Februari nanti, berbagai agenda digagas. “Salah satunya kompetisi mural ini. Lomba mural merupakan bagian dari persiapan mempercantik wisata Kampung Hijau,” ungkapnya saat diwawancarai Senin (14/1). Tema yang diangkat yakni seputar purbakala, dinosaurus, dan bunga matahari.</p>
<p>Untuk para pemenang, panitia menentukan 3 peringkat juara. Juara Pertama dengan hadiah Rp 2 juta, juara 2 Rp 1,5 juta dan juara 3 berhak meraih Rp 1 juta. Hadiah diberikan bersamaan dengan peluncuran Kampung Hijau. Semua kegiatan terselenggara atas kerjasama antara Prodi Ilmu Komunikasi UMM, produsen cat PT. Indana, serta Jatim Park Group.</p>
<p>Tema ini diangkat, sambung Sherly, lantaran sesuai dengan identitas Kampung Hijau yang lokasinya berdekatan dengan Jawa Timur Park 3. “Objek wisata ini memiliki wahana Dino Park dan bunga Matahari warna kuning, sehingga kontras Kampung Hijau,” bebernya. Selain kompetisi mural, pihaknya juga menggelar pelatihan bagi warga Kampung Hijau untuk memproduksi tempe berbagai bentuk.</p>
<p>“Selain kompetisi mural dan pelatihan membuat tempe, ada pembekalan pengetahuan untuk menyambut tamu sebagai persiapan menjadi kampung wisata. Ada juga kegiatan menciptakan lagu jingle Kampung Tempe Beji,“ sambungnya. Tujuan keberadaan Kampung Hijau, lanjutnya, juga untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Beji. (zul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kreatif-mahasiswa-sulap-kampung-ini-jadi-sarang-dinosaurus/">KREATIF! Mahasiswa Sulap Kampung Ini Jadi &#8220;Sarang Dinosaurus&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UMM Gelar Bedah Buku &#8220;Media Politik, Politik Media&#8221;</title>
		<link>https://bontangpost.id/umm-gelar-bedah-buku-media-politik-politik-media/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2018 13:47:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[umm]]></category>
		<category><![CDATA[universitas muhammadiyah malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=41207</guid>

					<description><![CDATA[<p>MALANG-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar seminar dan bedah buku berjudul: Media Politik, Politik Media karya Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad di Aula BAU, Senin (4/6). Bedah buku ini dihadiri pengamat komunikasi politik, Dr Suko Widodo dosen Universitas Airlangga dan Dr. Rinikso Kartono M,Si pengamat politik sekaligus Dekan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/umm-gelar-bedah-buku-media-politik-politik-media/">UMM Gelar Bedah Buku &#8220;Media Politik, Politik Media&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MALANG-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar seminar dan bedah buku berjudul: Media Politik, Politik Media karya Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad di Aula BAU, Senin (4/6).</p>
<p>Bedah buku ini dihadiri pengamat komunikasi politik, Dr Suko Widodo dosen Universitas Airlangga dan Dr. Rinikso Kartono M,Si pengamat politik sekaligus Dekan FISIP UMM.</p>
<p>Buku ini berisi tentang bagaimana memahami perilaku memilih, apa saja yang memengaruhi faktor memilih, dan sejauh mana media massa bisa memengaruhi perilaku memilih. Menariknya, Kurniawan juga mengungkapkan beberapa data-data terkait bacaan yang paling disukai pembaca.</p>
<p>“Ternyata yang paling disukai adalah berita tentang tokoh atau pemimpin parpol, perbandingannya itu cukup ekstrim. 70,2 persen menyukai berita parpol dan rubrik yang paling banyak tidak disukai adalah fatwa ulama 22,5 persen,” terangnya.</p>
<p>Fatwa ulama yang dimaksud seperti berita-berita yang menginformasikan untuk memilih orang tertentu. “Itulah malah yang tidak disukai pembaca,” lanjutnya.</p>
<p>Kepala Pusat Kajian Sosial Politik (KPKSP), Nurudin mengatakan bahwa buku tersebut bisa menjadi literatur mahasiswa. Selain itu, buku ini berisikan penjelasan tentang pengaruh tingkat keterbacaan rubrik khusus di harian Jawa Pos terhadap perilaku memilih konsumen media dalam pemilu 2009.</p>
<p>“Penulis memang menginginkan launching buku Media Politik, Politik Media ini di kampus-kampus. Dan UMM mendapat kesempatan pertama untuk tempat launching,” pungkas Nurudin. (Zul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/umm-gelar-bedah-buku-media-politik-politik-media/">UMM Gelar Bedah Buku &#8220;Media Politik, Politik Media&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KEREN!! Jembatan Kaca Pertama di Indonesia Karya Mahasiswa UMM</title>
		<link>https://bontangpost.id/keren-jembatan-kaca-pertama-di-indonesia-karya-mahasiswa-umm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2017 11:23:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan kaca]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[umm]]></category>
		<category><![CDATA[universitas muhammadiyah malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=22169</guid>

					<description><![CDATA[<p>JEMBATAN kaca karya dua mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Khairul Ahmad dan Mahatma Aji Pangestu, kian mempercantik keberadaan kampung tematik, yakni Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) di Kelurahan Jodipan dan Kampung Tridi di Kelurahan Kesatrian, Kota Malang, Jawa Timur. Diresmikan Senin (9/10), jembatan yang berdiri di atas Sungai Brantas ini sekaligus menjadi jembatan kaca [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/keren-jembatan-kaca-pertama-di-indonesia-karya-mahasiswa-umm/">KEREN!! Jembatan Kaca Pertama di Indonesia Karya Mahasiswa UMM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JEMBATAN kaca karya dua mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Khairul Ahmad dan Mahatma Aji Pangestu, kian mempercantik keberadaan kampung tematik, yakni Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) di Kelurahan Jodipan dan Kampung Tridi di Kelurahan Kesatrian, Kota Malang, Jawa Timur.</p>
<p>Diresmikan Senin (9/10), jembatan yang berdiri di atas Sungai Brantas ini sekaligus menjadi jembatan kaca pertama di Indonesia. Desain jembatan kaca yang dinamai Ngalam Indonesia ini dipercayakan pada Khairul dan Aji lantaran pengalaman mereka sebagai juara Kontes Jembatan Indonesia dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia pada 2015.</p>
<p>Khairul dan Aji mulai mendesain jembatan pada Januari 2017. Langkah awal dimulai dengan meninjau lokasi Jodipan dan Kesatrian untuk mengetahui topografi. Dari hasil analisis lapang, Khairul dan Aji mulai mendesain jembatan dan kemudian dibangun pada April 2017.</p>
<p>&#8220;Kita menawarkan tiga bentuk jembatan, yang pertama tipe busur atau melengkung, tipe futuristik dan tipe cable stayed. Kemudian model cable stayed ini yang disetujui Rektor UMM karena ada segi estetikanya,&#8221; pungkas mahasiswa yang pernah menjuarai Kontes Jembatan Indonesia (KJI) pada 2015.</p>
<p>Sebelumnya, mahasiswa UMM juga memainkan peran penting melalui inisiasi pendirian KWJ oleh delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM yang tergabung dalam kelompok praktikum Public Relations (PR) Guys Pro. Lahirnya KWJ selanjutnya menjadi inspirasi bagi berdirinya Kampung Tridi yang berada di seberang sungai. Sejak diresmikan September 2016, kedua kampung itu selalu padat pengunjung.</p>
<p>Wali Kota Malang Mochamad Anton mengaku salut dengan kreativitas mahasiswa UMM. &#8220;Dengan rampungnya jembatan ini, semoga saja minat wisata di Kota Malang khususnya KWJ dan Kampung Tridi semakin meningkat. Dengan begitu kan bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar. Apalagi jembatan kaca karya UMM ini pertama dan satu-satunya di Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Jembatan yang mengubungkan KWJ dan kampung Tridi ini didominasi warna kuning emas, dengan panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter sehingga bisa digunakan dua jalur atau dua orang yang berjalan berpapasan. Diestimasikan, jembatan dapat menampung sekitar 50 orang.</p>
<p>Sebelum jembatan dibangun, wisatawan yang ingin menikmati kedua sisi kampung harus menaiki puluhan anak tangga dan memutar lewat Jembatan Brantas. Munculnya Jembatan Kaca menjadi fasilitas baru bagi warga sekaligus alternatif bagi pengunjung. Diharapkan, selain mempermudah akses, kekerabatan antar kampung pun kian rekat untuk mempercantik Kota Malang.</p>
<p>Selain itu, lantaran berlantai kaca, warga dan pengunjung diajak menikmati pemandangan dasar sungai dari atas jembatan. Kaca yang transparan memiliki sensasi tersendiri layaknya Jembatan Kaca di Zhangjiajie Cina. Kini, jembatan kaca menjadi spot foto baru bagi netizen yang kerap mengunggah foto-foto menariknya di media sosial. (zul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/keren-jembatan-kaca-pertama-di-indonesia-karya-mahasiswa-umm/">KEREN!! Jembatan Kaca Pertama di Indonesia Karya Mahasiswa UMM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menteri Susi: Kedaulatan Ekonomi Kelautan Harga Mati!</title>
		<link>https://bontangpost.id/menteri-susi-kedaulatan-ekonomi-kelautan-harga-mati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Feb 2017 05:43:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[menteri kelautan dan perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[susi pudjiastuti]]></category>
		<category><![CDATA[umm]]></category>
		<category><![CDATA[universitas muhammadiyah malang]]></category>
		<category><![CDATA[wisuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=7117</guid>

					<description><![CDATA[<p>MALANG &#8211; Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pujiastuti menyampaikan, kedaulatan ekonomi kelautan adalah harga mati bagi bangsa Indonesia. Mengutip pernyataan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Susi menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh lagi memunggungi lautan. “Air dan lautan adalah masa depan bangsa Indonesia. Berbicara masa depan itu bukan tentang bicara anak-cucu kita saja, tapi anak dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/menteri-susi-kedaulatan-ekonomi-kelautan-harga-mati/">Menteri Susi: Kedaulatan Ekonomi Kelautan Harga Mati!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MALANG &#8211; Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pujiastuti menyampaikan, kedaulatan ekonomi kelautan adalah harga mati bagi bangsa Indonesia. Mengutip pernyataan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Susi menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh lagi memunggungi lautan.</p>
<p>“Air dan lautan adalah masa depan bangsa Indonesia. Berbicara masa depan itu bukan tentang bicara anak-cucu kita saja, tapi anak dan cucu dari anak-cucu kita. NKRI tidak boleh hilang dalam masa seratus tahun pun,” kata Susi di hadapan para wisudawan dan orang tua wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (25/2) lalu.</p>
<p>Dalam orasi ilmiahnya, Susi menyampaikan Indonesia yang wilayahnya 2/3 adalah air atau lautan, telah mengklaim dirinya sebagai agriculture country. “Kita membangun dengan skenario land base development. Kita lupa bahwa 70 persen wilayah kita adalah air. Perbatasan yang membatasi serta melindungi kedaulan negara kita adalah 99,7 persen juga air,” ujar Susi.</p>
<p>Karena skenario yang salah dan ide yang tidak sesuai dengan fakta geografis Indonesia, membuat Indonesia jauh tertinggal dalam pembangunan dunia kemaritiman. “Bahkan lebih parah lagi, selama beberapa dekade, ribuan kapal-kapal dari negeri tetangga sehari-harinya melaut dan mengambil ikan serta sumber daya laut Indonesia.  Kita seolah membiarkan,” tegas Susi.</p>
<p>Hasil sensus pada 2003 sampai 2013 menunjukan bahwa angka rumah tangga nelayan Indonesia turun dari sebelumnya 1 juta 6 ratus, hanya tinggal menjadi 800 ribu saja. Sehingga jika diprosentasikan pendapatan rumah tangga nelayan hilang 50 persen. “Karena hidup sebagai nelayan, sudah tidak lagi mencukupi atau mendapatkan hasil yang bisa untuk menopang hidup. Karena ikannya makin tidak ada,” imbuh Susi.</p>
<p>“Jadi ilegal unreported dan unregulated fishing ini telah terjadi bertahun-tahun. Tidak pernah ada industri perikanan di Indonesia timur jalan karena pabriknya hanya pabrik bangunan saja, sementara kapal ikan langsung tangkap, langsung bawa pergi saja,” ujar Susi.</p>
<p>Dengan demikian, peran serta ilmuan-ilmuan, tokoh masyarakat termasuk para sarjana untuk melakukan visibility study, bagaimana membuat agar Indonesia sebagai central gravity itu dapat terlaksana. “Tentu kita juga perlu banyak terobosan-terobosan baru,” ungkap Susi.</p>
<p>Selain Susi, sejumlah tokoh bangsa turut hadir dalam gelaran yang mengukuhkan 947 wisudawan dari program diploma, sarjana, dan pascasarjana ini. Di antaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, HA Malik Fadjar, CEO CT Group Chairul Tanjung, serta Komisaris Utama Bank Mega Syariah, Mohammad Nuh yang merupakan mantan Menteri Pendidikan Nasional Indonesia tahun 2009 hingga 2014. (zul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/menteri-susi-kedaulatan-ekonomi-kelautan-harga-mati/">Menteri Susi: Kedaulatan Ekonomi Kelautan Harga Mati!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gelar KKN, Ini Tiga Problem Sosial-Ekonomi yang Jadi Perhatian UMM</title>
		<link>https://bontangpost.id/gelar-kkn-ini-tiga-problem-sosial-ekonomi-yang-jadi-perhatian-umm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2017 06:34:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[kkn]]></category>
		<category><![CDATA[umm]]></category>
		<category><![CDATA[universitas muhammadiyah malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=3166</guid>

					<description><![CDATA[<p>DUA program Kementerian Sosial dan satu program Kemenristek Dikti menjadi fokus utama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Muhammadiyah Malang. Tiga program dimaksud yaitu perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Kelompok Usaha Bersama (Kube) dan Iptek bagi Wilayah (IbW). Hal itu disampaikan Kepala Divisi KKN dan Pengembangan Wilayah Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/gelar-kkn-ini-tiga-problem-sosial-ekonomi-yang-jadi-perhatian-umm/">Gelar KKN, Ini Tiga Problem Sosial-Ekonomi yang Jadi Perhatian UMM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>DUA program Kementerian Sosial dan satu program Kemenristek Dikti menjadi fokus utama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Muhammadiyah Malang. Tiga program dimaksud yaitu perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Kelompok Usaha Bersama (Kube) dan Iptek bagi Wilayah (IbW).</p>
<p>Hal itu disampaikan Kepala Divisi KKN dan Pengembangan Wilayah Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM Drs Amir Syarifuddin MP saat melepas 924 mahasiswa KKN UMM periode 2 tahun ajaran 2016/2017, Kamis (12/1). Mereka akan ditempatkan di 33 desa yang tersebar di wilayah Malang Raya, Pacitan, Probolinggo, dan Pasuruan.</p>
<p>Tiga program yang disebut di atas merupakan program lanjutan yang sudah dilaksanakan KKN periode sebelumnya di samping program reguler KKN meliputi bidang keagamaan, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan kesehatan. Total, ada 6 desa yang akan mengimplementasikan IbW dengan beragam program sesuai potensi tiap desa.</p>
<p>Dalam pembukaannya, Rektor UMM Fauzan menyatakan mahasiswa yang sedang melakukan KKN adalah salah satu martil UMM yang masuk ke jantung-jantung pedesaan. Oleh karena itu, mahasiswa patut menunjukkan bahwa mereka memiliki kompetensi yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>“Konsekuensi logis dari mahasiswa yang ada di desa adalah anggapan sebagai kaum elit dan terpelajar. Oleh karenanya, manfaatkan imej itu untuk mempengaruhi dan memberdayakan masyarakat sesuai program yang kalian usung,” pesan Fauzan sebelum meresmikan pelepasan.</p>
<p>Fauzan juga menegaskan pada mahasiswa untuk tidak melakukan perbuatan yang berlawanan dengan misi KKN dengan tetap menjunjung tinggi sopan santun dan adat masyarakat desa.</p>
<p>“50 persen keberhasilan KKN kalian ditentukan oleh keberhasilan kalian beradaptasi dengan masyarakat. Adaptasi berhasil, maka program akan berhasil. Sebaliknya jika adaptasi gagal, jangan harap program akan terlaksana dengan baik,” tuturnya. (zul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/gelar-kkn-ini-tiga-problem-sosial-ekonomi-yang-jadi-perhatian-umm/">Gelar KKN, Ini Tiga Problem Sosial-Ekonomi yang Jadi Perhatian UMM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Tanah Hibah, UMM Dirikan SMK Agribisnis</title>
		<link>https://bontangpost.id/manfaatkan-tanah-hibah-umm-dirikan-smk-agribisnis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2017 03:41:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[gresik]]></category>
		<category><![CDATA[smk agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[umm]]></category>
		<category><![CDATA[universitas muhammadiyah malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=1885</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEPERCAYAAN masyarakat yang tinggi membuat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapatkan tanah hibah dari PT Galasari Gunungswadaya. Berdasarkan nota kesepahaman (MoU), tanah yang terletak di Gresik ini akan digunakan UMM untuk mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Agribisnis. Tanah yang dihibahkan oleh PT Galasari Gunungswadaya yang merupakan anak perusahaan dari Polowijo Gosari Grup ini seluas 3,877 hektar. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/manfaatkan-tanah-hibah-umm-dirikan-smk-agribisnis/">Manfaatkan Tanah Hibah, UMM Dirikan SMK Agribisnis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KEPERCAYAAN masyarakat yang tinggi membuat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapatkan tanah hibah dari PT Galasari Gunungswadaya. Berdasarkan nota kesepahaman (MoU), tanah yang terletak di Gresik ini akan digunakan UMM untuk mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Agribisnis.</p>
<p>Tanah yang dihibahkan oleh PT Galasari Gunungswadaya yang merupakan anak perusahaan dari Polowijo Gosari Grup ini seluas 3,877 hektar. Sekolah vokasi yang nantinya didirikan akan berbasis asrama atau <em>boarding school</em>. “Nantinya juga akan ada asrama tiga lantai yang dipakai siswa selama masa studinya,” jelas  Ir Yunan Rusdianto MT selaku perancang bangunan sekolah tersebut.</p>
<p>Yunan menyatakan, UMM sudah membuat <em>grand design</em> dan <em>master plan</em> untuk sekolah kejuruan tersebut. Terkait pembiayaan, Yunan menjelaskan, perkiraan sekolah vokasi itu akan menghabiskan dana hingga 34 Miliar Rupiah. Dalam pertemuan tersebut, UMM mempresentasikan konsep denah bangunan yang akan didirikan.</p>
<p>Tidak hanya gedung kelas dan asrama saja, SMK itu juga akan dilengkapi lahan praktik di bidang pertanian. Awal 2017 nanti, sekolah itu akan mulai dioperasikan. “2017 awal nanti, akan ada 6 lokal yang berdiri. Terdiri dari 2 laboratorium, 2 ruang guru, ruang kepala sekolah dan juga ruang administrasi,” ungkap Yunan.</p>
<p>Rektor UMM, Fauzan menyampaikan, sekolah tersebut akan disertakan pembagian zona. Dalam sekolah nantinya akan ada zona belajar dan bermain. Membangun zona belajar dengan suasana yang nyaman menjadi prioritas UMM.</p>
<p>Nantinya, kata Rektor, SMK itu tidak hanya dijadikan sumber belajar, tapi juga sumber ketrampilan agar siswa dapat memperoleh ketrampilan lebih selepas lulus. Keberadaan SMK tersebut juga bisa menjadi salah satu opsi bagi UMM sebagai lapangan penelitian. “Mahasiswa UMM nantinya juga bisa magang di sekolah ini jika memang diperlukan,” jelas Fauzan saat MoU yang berlangsung Kamis (29/12) di UMM.</p>
<p>Direktur PT Galasari Gunungswadaya, Djahuar Arifin, mengungkapkan kepercayaannya yang sangat tinggi pada UMM. Menurut Arifin, di UMM banyak orang pintar dan amanah yang bisa mengelola institusi pendidikan. “Saya hanya bisa menyumbangkan tanah, biar UMM saja yang meneruskan pembangunan dan pengelolaannya,” ucap Arifin. (zul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/manfaatkan-tanah-hibah-umm-dirikan-smk-agribisnis/">Manfaatkan Tanah Hibah, UMM Dirikan SMK Agribisnis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sri Mulyani Ajak Mahasiswa Mannequin Challenge</title>
		<link>https://bontangpost.id/sri-mulyani-ajak-mahasiswa-mannequin-challenge/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2016 04:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[mannequin challange]]></category>
		<category><![CDATA[menteri keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[sri mulyani]]></category>
		<category><![CDATA[umm]]></category>
		<category><![CDATA[universitas muhammadiyah malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=1310</guid>

					<description><![CDATA[<p>PERAN Tax Center Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Pojok Bursa Efek Indonesia (BEI) UMM mendapat apreasiasi khusus dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati. Bagi Sri Mulyani, kedua unit itu akan sangat efektif sebagai media belajar mahasiswa UMM agar ke depannya bisa memajukan sektor keuangan Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Sri Mulyani saat memberi kuliah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sri-mulyani-ajak-mahasiswa-mannequin-challenge/">Sri Mulyani Ajak Mahasiswa Mannequin Challenge</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PERAN Tax Center Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Pojok Bursa Efek Indonesia (BEI) UMM mendapat apreasiasi khusus dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati. Bagi Sri Mulyani, kedua unit itu akan sangat efektif sebagai media belajar mahasiswa UMM agar ke depannya bisa memajukan sektor keuangan Indonesia.</p>
<p>Pernyataan itu disampaikan Sri Mulyani saat memberi kuliah tamu bertajuk “Tax Amnesty dan Strategi Penguatan Ekonomi Indonesia 2017”, Rabu (28/12) di hall UMM Dome.</p>
<p>Kehadiran mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini sekaligus untuk menandatangani peresmian Tax Center UMM.</p>
<p>Ketika memasuki gedung bundar UMM Dome, Sri Mulyani tampak begitu ramah menyapa mahasiswa. Alih-alih segera duduk di kursi yang disediakan panitia, ia malah berjalan di tengah-tengah mahasiswa dan sempat bercakap-cakap dengan mereka. Bahkan, di akhir kuliah tamu, Sri mengajak ribuan mahasiwa yang hadir membuat video mannequin challenge.</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sri-mulyani-ajak-mahasiswa-mannequin-challenge/">Sri Mulyani Ajak Mahasiswa Mannequin Challenge</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
