• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Genjot Mahasiswa Menulis, Ilmu Komunikasi UMM Rilis Sepuluh Buku Sekali Terbit

by M Zulfikar Akbar
15 Juni 2020, 19:09
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Nurudin menunjukkan kesepuluh buku karya mahasiswa. (UMM for Bontangpost.id)

Nurudin menunjukkan kesepuluh buku karya mahasiswa. (UMM for Bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam waktu dekat akan merilis sepuluh judul buku. Yang berbeda dari proyek penulisan buku sebelumnya, pada tahun ini berhasil memecahkan rekor penerbitan buku terbanyak yakni sepuluh buku. Kesepuluh buku ini merupakan proyek tugas akhir dari mata kuliah Media dan Masyarakat yang diampu dosen Ilmu Komunikasi Nurudin.

Ceritanya, setiap mengawali perkuliahan, Nurudin selalu menawarkan kepada mahasiswa yang diajarnya untuk membuat proyek kepenulisan. Tidak melulu menerbitkan buku. Tradisi literasi ini sudah dimulainya sejak 2009.

“Pokoknya harus ada publikasi. Kuliah jalan, nilai didapat, publikasi kampus juga ada. Pulang tidak hanya membawa ijasah tetapi juga kenang-kenangan buku,” terang Nurudin via daring.

Tahun ini, dosen yang dikenal sebagai provokator menulis ini memberikan opsi menulis buku atau kuliah biasa saja. Empat kelas yang dia ampu memilih membuat buku, sementara sisanya memilih kuliah biasa.

“Karena pandemi Covid-19, yang milih kuliah biasa saya sarankan tugas UAS (Ujian Akhir Semester)-nya menulis di media. Boleh media cetak, online atau paling ringan nulis di blog,” kata dosen yang telah menerbitkan puluhan buku ini.

Baca Juga:  KREATIF! Mahasiswa Sulap Kampung Ini Jadi "Sarang Dinosaurus"

Penentuan tugas akhir apa yang diambil pun dilakukan secara demokratis. Dimusyawarahkan oleh seluruh mahasiswanya di kelas. Kemudian mereka voting, lewat Line atau langsung memutuskan di kelas.

“Saat memilih buku tentu saya kan harus memenuhi keinginan mereka. Lagian, itu sesuatu yang sangat baru bagi mereka. Ternyata mereka antusias dan bisa menulis,” ungkap Nurudin, Senin (15/6/2020) siang.

“Ternyata setelah mereka menulis dan diterbitkan jadi kecanduan. Yang nulis buku semangat ingin nulis lagi. Yang tugas nulis di media ingin juga menulis lagi. Setidaknya data ini saya dapatkan dari komentar mereka saat saya tanya bagaimana kesan setelah membuat tulisan,” ungkap mantan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMM yang baru-baru ini kembali menerbitkan buku berjudul “Agama Saya adalah Uang” ini.

Baca Juga:  Sri Mulyani Ajak Mahasiswa Mannequin Challenge

Menerbitkan tulisan punya tempat tersendiri bagi Nurudin. Dengan menulis lantas menerbitkanya, justru punya hasil yang konkrit yakni karya.

“Kalau tidak untuk apa? paling naskah tulis itu dikumpulkan ke dosen, selesai. Kalau menerbitkan buku, kan ada manfaatnya. Lalu setelah mereka menulis di media, saya minta untuk mention akun twitter saya dan Prodi komunikasi UMM. Tugas saya me-retweetnya,” ujar Nurudin.

Sejak tradisi literasi ini pertama kali digulirkan pada 2009, jumlah buku yang diterbitkan beragam.

“Tidak tentu (jenisnya), karena harus saya polling dulu saat pertama kali masuk kelas. Tahun 2019 ada 10 judul buku. Ini prestasi paling banyak jika dilihat dari jumlah judul. Tahun 2020 ada 9 judul buku. Juga artikel mahasiswa 3 kelas. Jika rata-rata per kelas 50 orang, akan ada publikasi 50 judul tulisan di media,” ungkap Nurudin.

Dari segi kualitas tulisan, Nurudin tak begitu mempermasalahkannya. Ia selalu mengapresiasi setiap mahasiswanya yang berani memulai memiliki karya. Dalam bentuk apapun.

Baca Juga:  Menteri Susi: Kedaulatan Ekonomi Kelautan Harga Mati!

“Menurut saya tulisannya bagus. Tentu dengan kemampuan mereka sebagai mahasiswa. Tentu saya tidak bisa memakai tolok ukur diri saya sendiri. Produk mahasiswa dan dosen itu kan karya? Menulis buku salah satunya,” tegas Nurudin.

Karya terbaik menurutnya terbitan awal, yakni 2009.

“Merintisnya waktu itu susah sekali. Saya serahkan ke mahasiswa untuk diterbitkan. Nggak jalan. Akhirnya saya harus naik bis waktu itu ke Yogyakarta untuk mencari penerbit. Setelah diterbitkan akhirnya bisa dilaunching. Launching itu banyak diliput media. Setelah itu, memotivasi mahasiswa menulis buku lebih mudah karena sudah ada contohnya,” lanjutnya.

Lebih jauh, memotivasi mahasiswanya untuk menulis akan terus dilakukannya.

“Mungkin ini yang bisa saya lakukan. Minimal memaksimalkan kemampuan diri saya karena punya keahlian menulis. Sudah saatnya saya memberikan atmosfer menulis di tempat saya bekerja. Buku memang bukan pilihan satu-satunya. Tetapi sivitas akademika dituntut untuk punya karya, buku hanya salah satu pilihan,” tandasnya. (*)

Tags: bukuilmu komunikasimahasiswamenulisuniversitas muhammadiyah malang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Menengok Panti Jompo Al-Magfirah: Delapan Tahun Berdiri, Rawat Orang Tua Terlantar

Next Post

1.027 Warga Bontang Alami Kenaikan Tagihan Listrik

Related Posts

Aktivis Mahasiswa Khariq Ditangkap Polda Metro Jaya di Bandara, tanpa Surat Perintah
Nasional

Aktivis Mahasiswa Khariq Ditangkap Polda Metro Jaya di Bandara, tanpa Surat Perintah

30 Agustus 2025, 09:30
Depresi Skripsi Tak Selesai, Mahasiswa di Samarinda Bunuh Diri
Kaltim

Depresi Skripsi Tak Selesai, Mahasiswa di Samarinda Bunuh Diri

13 Juli 2020, 14:09
Revolusi Dunia Komunikasi Kala Pandemi Covid-19
Nasional

Revolusi Dunia Komunikasi Kala Pandemi Covid-19

16 Mei 2020, 06:00
Mahasiswi Tingkat Akhir Beli Ganja 2,5 Kg dari Medan
Kaltim

Mahasiswi Tingkat Akhir Beli Ganja 2,5 Kg dari Medan

4 Februari 2020, 14:37
Desain Jembatan Mahasiswa Indonesia Raih ‘Most Popular Design’ di Ajang Internasional
Nasional

Desain Jembatan Mahasiswa Indonesia Raih ‘Most Popular Design’ di Ajang Internasional

12 Maret 2019, 17:42
Soal Hoaks, Dosen UMM: Otak Kita Seringkali Kalah Cepat dengan Jempol Kita
Nasional

Soal Hoaks, Dosen UMM: Otak Kita Seringkali Kalah Cepat dengan Jempol Kita

17 Januari 2019, 17:22

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.