• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Soal Hoaks, Dosen UMM: Otak Kita Seringkali Kalah Cepat dengan Jempol Kita

by M Zulfikar Akbar
17 Januari 2019, 17:22
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Melihat perkembangannya, media sosial nyata telah mengancam disintegrasi bangsa. Media sosial telah menciptakan komunikasi di masyarakat berjalan dengan tidak tulus,” Nurudin

MINATNYA pada kajian media sosial dan media massa pada umumnya mendorong Nurudin untuk menelurkan banyak buku. Buku teranyarnya, Media Sosial: Agama Baru Masyarakat Milenial menyajikan ulasan menarik dan tuntas seputar kemunculan media baru satu ini. Salah satu perkembangan yang menarik untuk dikaji dari media sosial, menurutnya adalah semakin marak beredarnya berita bohong atau hoaks.

Media sosial telah tumbuh dan sangat menentukan sikap dan perilaku masyarakat milenial. Bahkan, dijelaskan Nurudin, ia berkembang atau sengaja dikembangkan seolah sebagai agama. Karenanya, masyarakat cenderung mengaca pada media sosial, layaknya ajaran agama itu. “Padahal sebagian pesan media sosial perlu diyakini sebagai sebuah kebohongan yang dilegalkan,” kata dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini dilansir dari rilisnya.

Baca Juga:  KREATIF! Mahasiswa Sulap Kampung Ini Jadi "Sarang Dinosaurus"

Tentu saja, sambung Nurudin, dampak carut-marut pesan media sosial tidak hanya hoaks dimana-mana, tetapi juga suasana saling membenci, mencaci, dan menghujat antarsesama. “Melihat perkembangannya, media sosial nyata telah mengancam disintegrasi bangsa. Media sosial telah menciptakan komunikasi di masyarakat berjalan dengan tidak tulus,” ungkap pria berkumis yang menerbitkan belasan buku ini.

Buku Media Sosial: Agama Baru Masyarakat Milenial mengeksplorasi mengapa itu terjadi, bagaimana dampaknya dan apa yang harus dilakukan agar media sosial tidak dijadikan kambing hitam semua sebab. Buku yang ditulis berdasar penelitian dan tulisan-tulisannya di media massa ini merekam jejak pasang surut pengguna media sosial dan dampaknya di masyarakat serta solusi yang harus dilakukan.

Penyebaran hoaks, ternyata bisa dilakukan siapapun. Tak dipungkiri masyarakat tengah dimabuk dan dimudahkan dengan teknologi. Mereka kebanyakan menyebar berita, bukan berdasarkan benar-salahnya. Melainkan sesuai dengan kecenderungan dirinya. “Otak kita seringkali kalah cepat dari jempol kita. Apalagi di tengah situasi politik saat ini, tidak bisa dipungkiri hoaks menjadi sangat politis,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sri Mulyani Ajak Mahasiswa Mannequin Challenge

Media sosial menjadi lahan paling subur penyebaran hoaks. Sementara di media mainstream hoaks dapat ditekan karena terduri dari sistem kemediaan yang dituntut profesional. “Mereka punya karyawan, punya pembaca, punya penonton, sehingga kalau menyebar hoaks, ya, mesti hati-hati. Kalau tidak, akan diingatkan oleh aparat hukum. Konsekuensi terberatnya, media itu bakal bubar,” bebernya.

Sementara hoaks, biasanya disebarkan oleh aktor individual. Jika terindikasi akun yang dikelolanya terbukti melakukan aksi penyebaran hoaks, mudah saja, yang lantas dilakukan adalah menghapus akunnya. “Masalahnya di manapun dan kapanpun, hemat saya media itu lebih banyak menginduk kepada penguasa. Kita tidak usah mengkritik fenomena sekarang, memang sejak dulu sudah seperti itu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Manfaatkan Tanah Hibah, UMM Dirikan SMK Agribisnis

Tugas mencerdaskan masyarakat tentang melek media, tegas Nurudin, bukan cuma tugas para akademisi seperti dirinya. ”Kalau saya sendiri, dalam setiap perkuliahan, pergaulan dan diskusi saya selalu menekankan untuk selalu melek media. Melek media itu adalah kita sadar media selalu punya dampak negatif. Kalau sudah sadar, orang cenderung berhati-hati. Inilah yang kita sebut dengan praktik media literasi,” sebutnya.

Perhatian besarnya pada gerakan literasi media yang akhirnya mangantarkan Nurudin mendapat ganjaran ketua Prodi terbaik dari Kopertis Jawa Timur saat menjabat sebagai Ketua Prodi Ilmu Komunikasi beberapa tahun silam. “Beberapa kali kami lakukan kegiatan literasi media ke SMP-SMA yang menurut kami jadi sasaran empuk hoaks. Meskipun disadari, menangkal penyebaran hoaks itu sangat sulit,” tuturnya. (zul)

Tags: anti berita hoaksnurudinuniversitas muhammadiyah malangwaspada hoaks
Share1TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Seragam Sekolah Gratis Dianggarkan Lagi

Next Post

Zaman Sudah Modern, Tapi di Desa ini Masih Tanpa Sinyal

Related Posts

[RESENSI] Politik Sandiwara
Ragam

[RESENSI] Politik Sandiwara

26 Agustus 2020, 08:00
Genjot Mahasiswa Menulis, Ilmu Komunikasi UMM Rilis Sepuluh Buku Sekali Terbit
Nasional

Genjot Mahasiswa Menulis, Ilmu Komunikasi UMM Rilis Sepuluh Buku Sekali Terbit

15 Juni 2020, 19:09
[RESENSI] Mengaca Diri Sendiri
Ragam

[RESENSI] Mengaca Diri Sendiri

26 April 2020, 14:41
Desain Jembatan Mahasiswa Indonesia Raih ‘Most Popular Design’ di Ajang Internasional
Nasional

Desain Jembatan Mahasiswa Indonesia Raih ‘Most Popular Design’ di Ajang Internasional

12 Maret 2019, 17:42
KREATIF! Mahasiswa Sulap Kampung Ini Jadi “Sarang Dinosaurus”
Breaking News

KREATIF! Mahasiswa Sulap Kampung Ini Jadi “Sarang Dinosaurus”

14 Januari 2019, 15:30
Breaking News

UMM Gelar Bedah Buku “Media Politik, Politik Media”

4 Juni 2018, 21:47

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdikbud Bontang Beri Opsi PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.