• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Menengok Panti Jompo Al-Magfirah: Delapan Tahun Berdiri, Rawat Orang Tua Terlantar

by Fitri Wahyuningsih
15 Juni 2020, 18:00
in Bontang, Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Beberapa penghuni Ponpes Manula Al Maghfiroh. Sebelum di ponpes, mereka terlantar dan hidup sebatang kara. (Nasrullah/Bontangpost.id)

Beberapa penghuni Ponpes Manula Al Maghfiroh. Sebelum di ponpes, mereka terlantar dan hidup sebatang kara. (Nasrullah/Bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id–MBAH Zaroh, begitu perempuan tua itu kerap disapa, duduk termangu di kursi rodanya. Air mukanya nampak bingung. Matanya tak mampu menerawang jelas. Lantaran sudah kabur dilibas zaman.

Masih di ruangan tempat mbah Zaroh berada, pun ada beberapa orang lanjut usia (lansia) lainnya. Mereka duduk berjejer. Diam saja. Memperhatikan sekitar. Yang memang beda. Lebih ramai dari biasanya.

”Mbah Zahro ini paling super perawatannya. Dia juga penghuni terlama di sini,” ujar Maryasih sembari tertawa.

Maryasih merupakan pengurus sekaligus pendiri Panti Jompo Yayasan Ponpes Manula Al-Magfirah. Sejak 2012 silam, dia mengabdikan diri bekerja di jalur kemanusiaan. Dengan merawat lansia yang terlantar.

Dikatakan Maryasih, panti ini lahir dari ketidaksengajaan. Kala itu, medio tahun 2012, mbah Zaroh terlantar di Pasar Citra Mas Loktuan. Ketika ditemukan, kondisinya amat memprihatinkan. Ia terlantar. Sebatang kara. Kelaparan, dan penyakit stroke sedang ganas-ganasnya menggerogoti tubuh perempuan yang diprediksi berusia 90 tahunan itu.

Akibat stroke yang diderita, mbah Zaroh bahkan tak sanggup membersihkan diri. Terlunta-lunta di pasar, tubuhnya mengeluarkan aroma tak sedap akibat berhari-hari tak mandi.

Baca Juga:  Akrab dengan Kasatlantas Polres Bontang, Imam Syafii: Pantang Menyerah Meski Tiga Kali Gagal Tes

Melihat kondisi itu, beberapa orang di pasar dan anggota majelis taklim di Loktuan meminta bantuan Maryasih. Dia dimintai bantuan sebab kala itu posisinya sebagai pengurus inti majelis taklim Masjid Al Mubarok. Yang mana, majelis itu bukan saja membahas kajian agama dan hal-hal yang melingkupinya. Pun menangkap persoalan sosial di masyarakat dan berupaya mencari solusi atas permasalahan tersebut.

“Akhirnya kami tolong, awalnya mau dititipkan di panti jompo Samarinda. Tapi karena enggak bisa, jadi kami berpikir ulang cara membantu mbah Zaroh,” beber Maryasih.

Lepas berdiskusi dengan pengurus majelis taklim, pun bersama keluarga, khususnya suami. Akhirnya, dengan tekad membantu dan bekerja demi kemanusiaan, Maryasih mendirikan panti jompo ini.

“Modalnya cuma yakin. Insyaallah semua akan dimudahkan,” ujarnya bersemangat.

Panti jompo ini mulanya didirikan di Loktuan. Tepatnya di Jalan Kapal Pinisi (Pos 7). Dengan menyewa sebuah rumah, berada tepat di sisi kanan jalan. Dua tahun berselang, pengelola memutuskan pindah lokasi. Pertimbangannya, sebab lokasi itu dinilai kurang aman karena bersisian dengan jalan protokol. Juga tak nyaman akibat suara bising lalu lalang kendaraan.

Baca Juga:  Hari Ibu Dimata Mereka, Tak Anggap Hari Istimewa, Terharu Saat Dicium Anak

“Jadi kami pindah di tempat ini. Sudah 6 tahun,” ujarnya.

Adapun lokasi panti ini terletak di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Kilometer 10 RT 8. Dusun Kemuning, Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Panti jompo ini berdiri di lahan pribadi milik keluarga Maryasih. Lantaran kadung berkecimpung dalam kerja sosial ini, pun agar kelak tak ada polemik hadir, maka lahan itu dengan ikhlas diwakafkan.

“Lahan sekitar 1 hektar. Kami wakafkan untuk pondok pesantren ini. Insyaallah berkah,” ungkapnya.

Untuk saat ini, panti jompo ini hanya menerima mereka yang benar-benar terlantar, atau sebatang kara. Bukan orang tua yang memiliki sanak famili tapi ingin dititipkan ke panti.

“Untuk sementara kami tidak terima penitipan. Bukan karena menolak, tapi karena fasilitas dan SDM masih sangat terbatas,” katanya.

Untuk tenaga yang membantu pengelolaan panti, Maryasih dibantu 4 orang sukarelawan. Sebagian besar merupakan masyarakat yang bermukim dekat panti. Ada pula yang memang ingin mengabdikan diri di panti ini.

Baca Juga:  Curhat Mahasiswa Bontang di Luar Negeri Selama Puasa dan Pandemi (2-Habis): Berdiam Diri di Kamar, Terbiasa Puasa Selama 20 Jam

“Mereka kerja sukarela saja, membantu mbah-mbah kita,” ungkap Maryasih seraya menikmati nasi kuning di hadapannya.

Telah 8 tahun berdiri, sudah 10 penghuni panti kembali ke pangkuan Tuhan. Mbah Zaroh, yang menjadi penghuni pertama, masih di tempat ini. Dia pertama, dia pun tertua.

Selain mbah Zaroh, kini dia punya 8 kawan lain. Masing-masing 2 dari Kutim, 6 dari Bontang. Pun ada 2 anak yang tinggal di panti itu. Kata Maryasih, keduanya merupakan anak korban perceraian.

“Ikut ibu atau bapaknya bermasalah. Jadi dibawa ke sini, disekolahkan,” ujar Maryasih.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, panti jompo ini mengandalkan hasil pertanian sekitar. Sementara untuk membayar air, listrik, gas, dan membeli kebutuhan penghuni, semisal popok dan kebutuhan pangan lain berasal dari sumbangan donatur. LAZ Yaumil Pupuk Kaltim merupakan donatur utama.

“Sisanya bantuan donatur, kayak adik-adik ini,” ujarnya merujuk kepada awak media yang menyambangi pondokan manula itu. (*)

Tags: featureorang tuaponpes manula
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Anjungan Bontang Kuala Ramai Pengunjung, Lurah: Itu di Luar Kuasa Kami

Next Post

Genjot Mahasiswa Menulis, Ilmu Komunikasi UMM Rilis Sepuluh Buku Sekali Terbit

Related Posts

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao
Feature

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao

29 Juli 2026, 16:02
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Jatuh Cinta di Desa Pela
Feature

Jatuh Cinta di Desa Pela

28 Oktober 2024, 08:18
Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual
Feature

Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual

23 Oktober 2024, 13:05
Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien
Bontang

Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien

30 Oktober 2023, 17:00
Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi
Feature

Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi

1 Mei 2023, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.