• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kriminal

Tahanan Diduga Tewas Disiksa, LBH Desak Kapolda Turun Tangan

by Redaksi Bontang Post
12 Juni 2022, 15:00
in Kriminal
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi tahanan tewas dianiaya di dalam sel. (dok JPNN.com)

Ilustrasi tahanan tewas dianiaya di dalam sel. (dok JPNN.com)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan angkat bicara terkait tewasnya seorang tahanan Polrestabes Medan bernama Hendra Syahputra. LBH mendesak Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak untuk turun tangan mengungkap kasus yang diduga melibatkan anak buahnya itu.

Oknum polisi yang diduga terlibat atas tewasnya seorang tahanan Hendra Syahputra tersebut adalah Leonardo Sinaga. Hendra Syahputra yang merupakan tahanan kasus pencabulan itu diduga tewas seusai dianiaya hingga dipaksa masturbasi menggunakan balsem dan diperas oleh sesama tahanan.

Leonardo diketahui saat itu merupakan petugas penjaga RTP. Dalam kasus ini sendiri, ada enam orang terdakwa yang tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Medan. “LBH Medan sebagai lembaga yang konsern terhadap penegakan hukum dan HAM mendesak Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan untuk mengatensi dan mengusut tuntas perkara ini,” kata Wakil Direktur LBH Medan Irvan Saputra, sebagaimana dilansir sumut.jpnn.com, Sabtu (11/6/2022).

Irvan mengatakan bukan kali pertama oknum polisi di Sumut diduga ikut terlibat dalam kasus penyiksaan. Dia mengatakan ada kasus-kasus penyiksaan lain yang juga melibatkan anggota Polri. “Hal ini mengambarkan banyak dugaan keterlibatan anggota kepolisian dalam praktik penyiksaan di Sumatera Utara, sehingga hal ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Kapolda,” sebutnya.

Oleh karena itu, LBH meminta agar Irjen Panca menindak tegas anak buahnya jika terbukti terlibat dalam kasus penyiksaan terhadap Hendra Syahputra ini. Dengan begitu, anggota Polri dapat menunjukkan tanggung jawabnya dalam menegakkan keadilan di masyarakat.

Baca Juga:  Tahanan Diduga Tewas Disiksa, Dipaksa Masturbasi Pakai Balsem

“Hal ini guna membuktikan adanya tanggung jawab hukum dan moral yang seyogianya dilakukan Kapoldasu dan Kaporestabes Medan, seraya menghindari prespektif negatif masyarkat terhadap institusi Polri,” pungkasnya.

Terkait dugaan keterlibatan Leonardo Sinaga ini, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa menyebut pihaknya masih terus mendalami terkait hal itu. Proses pemeriksaan terhadap Leonardo pun masih terus dilakukan.

“Kepada yang bersangkutan (Leonardo) sudah kami ambil keterangan. Kami juga terus melakukan proses penyelidikan,” sebutnya.

Dalam dakwaan tersebut dijelaskan bahwa peristiwa itu berawal pada November 2021 lalu, saat korban pertama kali dimasukkan ke dalam tahanan karena kasus pencabulan.

Setelah itu, seorang tahanan bernama Andi Arpino dipanggil oleh penjaga tahanan untuk mengantar korban ke bagian Blok G. Tak lama, Andi lalu memeras korban dengan meminta uang kebersamaan sebesar Rp 2 juta. “Yang mana setiap tahanan harus membayar uang kebersamaan kepada Andi Arpino,” ujarnya.

Namun, uang tersebut tidak diberikan oleh korban. Akibat tak diberikan, tahanan Juliusman Zebua lalu memukul korban dari arah belakang hingga terjatuh. Pemukulan yang dilakukan Juliusman itu sempat dihentikan oleh Andi. Dia lalu membawa korban untuk duduk.

Baca Juga:  Tahanan Diduga Tewas Disiksa, Dipaksa Masturbasi Pakai Balsem

Tak lama, Andi lalu memerintahkan Nino Pratama Aritonang, untuk memberikan handphone kepada korban agar menghubungi keluarganya, untuk meminta uang kebersamaan.

Korban pun lalu menghubungi nomor keluarganya, tetapi tidak aktif. Karena kesal, Wily Sanjaya dan Nino Pratama langsung memukul punggung korban dari arah belakang.

Penganiayaan itu pun juga dilakukan oleh Hendra Siregar dengan memukul di bagian pundak. Kemudian dilanjutkan Nino dengan memukul bagian mulut almarhum dengan menggunakan bola karet yang dibungkus menggunakan baju miliknya.

Setelah itu, Andi Arpino kembali menyuruh Hendra untuk menghubungi keluarganya. Permintaan itu pun kembali dituruti oleh korban. Telepon dari korban diterima oleh keluarganya bernama Hermansyah.

“Minta tolong dulu aku bantu di sini, sekarang aku sudah di RTP Block G, disini ada uang kebersamaan untuk bayar uang air minum,” ujar korban kepada keluarganya.

Hermansyah pun menanyakan jumlah uang kebersamaan yang diminta para terdakwa kepada korban. Hendra lantas menjawab uang tersebut sebesar Rp 2 juta.

Mendengar hal itu, Hermansyah meminta agar korban memberikan handphone tersebut kepada salah satu terdakwa. Para terdakwa menyebut bahwa uang Rp 2 juta tersebut bisa dicicil.

Baca Juga:  Tahanan Diduga Tewas Disiksa, Dipaksa Masturbasi Pakai Balsem

Hermansyah mengatakan kepada korban bahwa dirinya tidak punya uang sebanyak yang diminta oleh para pelaku. “Hermansyah lalu mematikan telepon. Melihat hal tersebut Tolib Siregar merasa kesal lalu memukul lutut sebelah kiri korban, masing-masing sebanyak 2 (dua) kali,” jelasnya.

Setelah menerima sejumlah penganiayaan dari para terdakwa, salah satu tahanan kemudian meminta agar mencarikan balsem untuk diberikan kepada korban. Tak lama, Rizki kemudian memberikan balsem tersebut kepada korban dan dipaksa untuk masturbasi dengan balsem tersebut.

Jaksa menyebut selama di dalam tahanan korban terus menerima penganiayaan dari terdakwa sampai korban mengalami sakit dan susah berjalan.

Terdakwa sempat menghubungi keluarga korban soal kondisi kesehatannya. Namun, keluarga Hendra tidak merespons hingga akhirnya pada Sabtu (21/11) sekitar pukul 08.30 WIB korban mengalami demam tinggi.

Peristiwa itu dilaporkan ke petugas piket tahanan. Tak lama, korban lalu dibawa ke klinik Polrestabes Medan.

Namun, karena kondisi korban yang cukup parah, korban selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan pada Selasa (23/11/2021) sekitar pukul 03.00 WIB. Nahas, sekitar pukul 17.00 WIB, korban mengembuskan napas terakhirnya.

“Pada 23 November 2021, almarhum Hendra Syahputra dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara dan pada sekitar pukul 17.00 WIB sudah meninggal dunia,” pungkasnya. (mcr22/jpnn)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Tahanan Disiksa
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Warga Bontang yang Bawa 19,8 Kilogram Sabu; Kakak Beradik, Baru Setahun Bebas

Next Post

Pemkot Bontang Dukung Gerakan Pungut Sampah, Antisipasi Tumpukan di Laut

Related Posts

Tahanan Diduga Tewas Disiksa, Dipaksa Masturbasi Pakai Balsem
Kriminal

Tahanan Diduga Tewas Disiksa, Dipaksa Masturbasi Pakai Balsem

12 Juni 2022, 11:00

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April Kaltim, Massa Desak Audit Pemprov dan Hentikan KKN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.