bontangpost.id – Sekelompok pemuda yang mengklaim sebagai organisasi diduga melakukan penarikan uang kepada para sopir truk.
Kepada redaksi bontangpost.id, Ketua RT 14 Masnah mengatakan mendapat keluhan dari sopir truk bahwa sekelompok pemuda itu menarik uang kebersihan sebesar Rp 5 ribu. Dengan dalih muatan truk mengotori jalan. Sehingga mereka yang akan membersihkan dan melakukan penyiraman jalan. Padahal, kata Masnah, sudah ada petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Enggak koordinasi dulu ke saya. Lagi pula kan sudah ada petugas kebersihan. Kalau seperti itu saya khawatirkan jadi pungutan liar. Terlebih masuk wilayah saya,” katanya.
Sementara berdasarkan pengakuan dari sopir kepada ketua RT, mereka sendiri merasa keberatan terhadap adanya penarikan itu. “Mereka (sopir truk) bilang ke saya. Tapi mau bagaimana, daripada nantinya enggak boleh masuk. Mereka cari aman saja,” sambungnya.
Kendati demikian, ia masih berharap agar hal tersebut segera menemukan titik terang. Supaya nantinya tidak ada gesekan antarwarga. Pun ia mengutamakan koordinasi dari pihak kelurahan, termasuk soal jalan keluar terhadap permasalahan ini.
“Maunya ya ada jalan tengah. Keputusan terbaik biasa enggak merugikan siapa-siapa,” ujarnya.
Selain itu, sekelompok pemuda tersebut juga mengajukan pembuatan bantalan jalan di lingkungan Jalan Pelabuhan III RT 14, Kelurahan Tanjung Laut Indah. Alasannya agar truk-truk yang melintasi kawasan tersebut bisa mengurangi kecepatannya. Namun hal itu belum mendapatkan persetujuan dari ketua RT setempat.
Masnah menjelaskan sekelompok pemuda tersebut telah meminta tanda tangan ke warga. Dengan dalih sudah mendapat izin dari dirinya. Padahal ia belum menerima informasi terkait hal itu.
“Waktu itu mereka (sekelompok pemuda) minta tanda tangan saya. Mereka bawa form yang sudah ada tanda tangan warga. Tapi enggak saya tanda tangani dulu. Karena saya belum tahu kejelasannya seperti apa. Jika seperti itu kan jadinya melompati RT. Sedangkan kalau ada apa-apa, pasti RT yang tanggung jawab,” jelasnya.
Diungkapkannya, selama bertahun-tahun ia menjabat sebagai ketua RT, belum pernah ada usulan soal pembuatan bantalan jalan. Sementara setiap pertemuan atau acara dengan warga, ia selalu membuka kesempatan terkait usulan yang ingin disampaikan.
“Makanya saya pun bingung. Selama ini enggak ada usulan mau ada polisi tidur. Tiba-tiba langsung minta tanda tangan,” ungkapnya.
Saat disinggung mengenai keabsahan organisasi tersebut, Masnah mengaku sempat melihat surat keterangan dari notaris yang baru disahkan pada akhir Juni lalu. Sementara permintaan tanda tangan kepada warga diketahui sebelum surat keterangan itu diterbitkan.
Masnah menyebut telah mengkonsultasikannya kepada pihak kelurahan. Hasilnya berupa rekomendasi untuk melakukan musyawarah terlebih dahulu. Pertemuan pertama yang digelar tidak membuahkan hasil. Karena pemangku keputusan tidak hadir. Sehingga ia bakal menjadwalkan pertemuan lagi.
“Ini saya mau adakan musyawarah warga dulu. Untuk jadi bahan pertemuan selanjutnya dengan kelurahan,” pungkasnya.
Terpisah, pemuda Tanjung Laut Indah membantah melakukan penarikan biaya kebersihan kepada sopir truk tanpa izin. Mereka menyebut bahwa hal itu sudah diketahui oleh RT dan Lurah.
Ditegaskan Ketua Pemuda Tanjung Laut Indah Alex, penarikan itu sudah melalui musyawarah mufakat.
“Tadi (Selasa) malam kami bahkan ketemu dengan warga dan Bhabinkamtimbas di rumah ketua RT membicarakan hal ini. Ketua RT memberikan kami waktu sampai bulan 12 untuk bekerja,” ungkapnya.
Baca juga; Tak Berizin, Sekelompok Pemuda di Tanjung Laut Indah Diduga Tarik Biaya Kebersihan ke Sopir Truk
Di samping itu, penarikan tersebut bukan kali pertama dilakukan. Pemuda Tanjung Laut Indah hanya melanjutkan. “Kami buktikan uang itu kembali ke warga terdampak. Dalam waktu dekat kami akan membagikan sembako ke mereka,” tuturnya.
Penarikan uang kebersihan itu pun, sebutnya, juga telah disepakati oleh para sopir truk. Besarannya Rp 3 ribu per ret. “Bukan Rp 5 ribu. Itu juga kami diberikan (sopir truk) setelah selesai bongkaran. Bukan setiap truk lewat kami tarik biaya,” kata Alex.
Ditambahkan Sekretaris Pemuda Tanjung Laut Indah, Rafik, uang kebersihan itu juga digunakan untuk membersihkan tumpahan material di jalan. “Jadi kami juga memberikan kontribusi,” ucapnya. (*)
Catatan Redaksi: Berita ini telah disunting dengan menambahkan keterangan Pemuda Tanjung Laut Indah.


