bontangpost.id – PT Pelni memastikan penjualan tiket pada masa libur Nataru ini dilakukan secara terpusat. Artinya agen tiket sementara waktu tidak diberikan kuota untuk melakukan penjualan. Kepala PT Pelni Cabang Samarinda Syarif Hidayat mengatakan kebijakan ini telah dikeluarkan oleh Pelni pusat. Menanggapi surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan.
“Terpusat di Pelni secara online penjualannya dan kami juga memfasilitasi untuk membuka loket di pelabuhan saat H-1 keberangkatan,” kata pria yang akrab disapa Ujang ini.
Durasi pembukaan penjualan tiket online pun bervariasi. Terkhusus KM Binaiya sudah dapat diakses tiga pekan jelang keberangkatan. Sementara KM Egon dengan keberangkatan tanggal 24 Desember dari Pelabuhan Loktuan belum dibuka.
“Untuk KM Egon belum tahu. Menunggu dari pusat,” ucapnya.
Pertimbangan penerapan penjualan terpusat ini sehubungan dengan ketentuan perjalanan ke luar daerah selama Nataru. Berdasarkan Inmendagri 66/2021 calon penumpang harus menunjukkan keterangan sudah divaksin dua dosis. Tertera dalam aplikasi pedulilindungi. Di tambah dengan pemeriksaan rapid antigen dengan hasil negatif. Masa berlakunya 1×24 jam sebelum keberangkatan.
Sementara untuk calon penumpang di bawah 12 tahun diwajibkan menunjukkan surat keterangan hasil negatif PCR. Pengambilan sampel dilakukan dalam kurun 3×24 jam sebelum keberangkatan. “Kebijakan itu tertuang dalam surat edaran Menhub 110/2021,” tutur dia.
Berdasarkan informasi yang didapatkan ada tiga kali keberangkatan dari Pelabuhan Loktuan saat libur Nataru. Rinciannya KM Egon dengan dengan tujuan Parepare-Batulicin-Surabaya-Lembar-Waingapu akan bertolak dari pelabuihan yang berlokasi di Kecamatan Bontang Utara ini pada 24 Desember. Sehari berselang giliran KM Binaiya dengan tujuan Awerange yang bertolak.
Kapal berkapasitas hampir seribu penumpang ini akan kembali ke Bontang dan melanjutkan rute panjang pada 27 Desember. Menuju Awerange-Makasasar-Labuan Bajo-Bima-Tanjung Benoa. Saat ini Bontang masih berstatus kriteria pandemi level dua. Sehingga hanya bisa mengakomodasi 70 persen dari total kapasitas kapal. Artinya muatan untuk KM Binaiya hanya 679 penumpang dan KM Egon 283.
“Kami juga masih menunggu surat edaran yang terbaru nantinya. Apakah masih 70 persen atau justru dikurangi lagi,” pungkasnya. (*/ak)







