Program Camat Bontang Barat, Sutrisno
Dalam mendukung visi misi Pemkot Bontang green city dan memberikan kenyamanan warga, Camat Bontang Barat, Sutrisno fokuskan kantor menjadi bersih dan sejuk. Baik dengan cara kerja bakti bersih-bersih, maupun penanaman pohon sejak ia mulai resmi menjabat.
Veri Sakal, Bontang
Sutrisno baru saja dilantik 6 Januari lalu. Usai serah terima jabatan (sertijab) langsung aktif bekerja, dengan melakukan pembenahan kantor kecamatan. Melakukan kerja bakti bersih-bersih sekaligus pengecatan pagar dan pot tanaman di seputar wilayah kantor. Ini dilakukan guna mewujudkan salah satu visi misi Permkot Bontang, yakni green city.
“Ini juga kami lakukan agar warga yang datang ke sini bisa merasa nyaman, karena melihat kantor hijau dan bersih yang tentunya saat ini enak dipandang,” ujarnya, Senin (6/2) kemarin.
Selama ia menjabat, dalam kerja bakti tersebut ia bersama seluruh pegawai sudah banyak menanam jenis pohon. Seperti mangga, trambesi, dan masih jenis lainnya. Jenis-jenis tersebut dipilih, berfungsi membuat suasana kantor kecamatan menjadi teduh dan sejuk. Bahkan, bukan hanya pohon, kecamatan sekarang mulai menanam tanaman obat keluarga (Toga) seperti jahe, kunyit, bawang dayak, lengkuas, sirih merah, dan kencur yang memiliki banyak fungsi nantinya bagi warga atau pegawai kelurahan.
“Penanaman ini dibantu juga dari ibu-ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) kecamatan,” jelasnya.
Kegiatan tersebut memang baru difokuskan di seputar kecamatan. Sebab ia ingin lebih meningkatkan pelayanan yang lebih baik dan nyaman di kecamatan terlebih dahulu. Setelah itu usai, barulah ia keluar dan besinergi bersama kelurahan, yang tentunya melibatkan peran ketua RT serta warga dalam kegiatan kerja bakti bersih-bersih. Menurutnya kegiatan ini sangat penting dilaksanakan dalam mencegah terjadinya penyakit demam berdarah di wilayah Bontang Barat.
“Meskipun sekarang ini kami masih melakukan bersih-bersih di seputar kecamatan, tapi bila ada warga yang mengundang untuk kegiatan bersih-bersih kami juga siap untuk turun,” tuturnya.
Saat ditanya mengenai sampah, ia mengaku dalam menyelesaikan permasalahan tersebut yang paling penting adalah kesadaran dari warga itu sendiri. Namun tentunya, ia mengaku tetap akan ada peran dari kecamatan dalam menangani hal tersebut. Salah satunya adalah memberikan sosialisasi pemahaman warga terlebih dahulu, bahwa sampah itu sebenarnya memiliki dampak positif karena dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.
“Bila sampah ini dapat diolah, tentunya dapat memperdayakan warga yang tidak mampu nantinya atau yang belum bekerja sehingga dapat memiliki pekerjaan,” harapnya.
Sementara untuk menjaga kondusif wilayahnya, kecamatan akan bersinergi dengan pihak kepolisian, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjaga keamanan wilayahnya. Sedangkan mengenai peredaran gelap narkoba, ia nantinya akan selalu berkordinasi dengan Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Bontang ataupun pihak kepolisian dalam membasmi barang tersebut bisa sampai masuk wilayahnya.
“Kami juga nanti meminta peran warga dalam menjaga keamanan bersama, dengan memantau pendatang atau warga yang dicurigai melakukan transaksi narkoba,” pungkasnya. (***)






