BONTANG – Padamnya lampu lalu lintas di perempatan Jalan Jendral Soedirman atau yang akrab disebut Lengkol, sejak beberapa bulan yang lalu belum bisa dipastikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) terkait perbaikannya. Kepala Dishub Sukardi mengatakan, mereka terkendala akibat belum turunnya APBD Perubahan 2017 untuk pembelian aki baru. “Di perubahan kami rencana belikan aki baru. Uangnya belum keluar,” kata Sukardi.
Sebagai informasi, matinya lampu lalu-lintas di area tersebut akibat adanya konsleting. Oleh sebab itu, Dishub menganggarkan Rp 150 juta untuk maintenance traffict light dalam APBD Perubahan 2017.
Selama ini apabila terjadi kerusakan maka petugas akan mencabut dan menukar dengan yang sudah diisi listrik. Dengan diganti aki yang baru harapanya tidak perlu lagi untuk mencabut dan memasang aki untuk pengisian.
Sukardi juga mengeluhkan traffict light kota Taman yang masih memakai tenaga surya. Mengingat, beberapa hari ini kondisi cuaca yang mendung maka dipastikan lampu lalin tidak akan menyala normal. Empat titik yang menggunakan solar cell yaitu simpang empat RS Amalia dan Jalan A Yani serta simpang tiga Perum BSD dan Jalan Angkasa Berbas.
“Kalau selamanya di Bontang menggunakan solar cell jangan berhapat, ya kalau merah ya merah terus, solar cell kalau tidak panas tidak ada asupan di penampung daya solar cell itu. Seminggu hujan tidak akan nyala,” paparnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bontang AKP Irawan Setyono mewacanakan untuk menutup jalan dengan pagar pembatas sehubungan dengan matinya traffict light di lokasi tersebut. Pasalnya, lokasi tersebut merupakan jalur padat.
“Ini untuk menghindari kecelakaan,” kata AKP Irawan Setyono.
Ke depan, bagi pengendara dari arah Gunung Sari yang ingin ke Kampung Baru maka harus memutar di samping SPBU Tanjung Laut. Hal tersebut diwacanakan sampai lampu lalu lintas berfungsi seperti semula. (*/ak)







