• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Uji Coba Parkir Nontunai di Pasar Bontang Tuai Pro-Kontra, Warga Minta Tunai Tetap Ada

by Dwi Kurniawan Nugroho
31 Maret 2026, 16:34
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Pasar Taman Rawa Indah menjadi salah satu lokasi uji coba sistem pembayaran parkir nontunai di Bontang.

Pasar Taman Rawa Indah menjadi salah satu lokasi uji coba sistem pembayaran parkir nontunai di Bontang.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Rencana Pemerintah Kota Bontang menerapkan uji coba sistem parkir non tunai (e-money) di tiga pasar utama mulai April 2026 menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Sejumlah pengunjung menilai kebijakan ini sebagai langkah maju. Namun, mereka berharap sistem pembayaran tunai tetap disediakan, setidaknya selama masa transisi.

Selvi, salah satu pengunjung Pasar Taman Rawa Indah, mengaku mendukung penerapan sistem non tunai. Meski begitu, ia menilai penerapan penuh berpotensi menyulitkan sebagian masyarakat, terutama kalangan lanjut usia (lansia).

“Kalau ada sistem non tunai bagus, tapi harus tetap ada sistem tunai. Tidak semua pengunjung paham teknologi, apalagi kadang orang ke pasar hanya bawa uang tunai, tidak bawa handphone,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga:  Kios Kosong hingga Diperjualbelikan di Pasar Tamrin Jadi Temuan BPK

Hal senada disampaikan Muhammad Fudally (25), warga Gunung Elai. Ia menilai mayoritas pengunjung pasar tidak hanya dari kalangan muda, tetapi juga banyak orang tua yang belum terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital.

“Kalau ada panduan atau aplikasi mungkin bisa membantu. Tapi kalau langsung diterapkan tanpa sosialisasi yang maksimal, pasti tidak efektif,” ungkapnya.

Kekhawatiran juga datang dari kalangan pedagang. Muhammad Syukur (45), pedagang ikan di Pasar Rawa Indah, menilai sistem ini berpotensi membuat pengunjung enggan datang ke pasar.

Menurutnya, proses masuk pasar bisa menjadi lebih lama jika seluruh transaksi dilakukan secara non tunai.

“Pasti ribet. Banyak ibu-ibu yang tidak paham cara bayar non tunai, nanti malah malas ke pasar. Kalau tunai kan cepat, langsung masuk,” katanya.

Baca Juga:  Pedagang Emperan di Depan Pasar Rawa Indah Bakal Ditertibkan

Sementara itu, Marsuna (40), warga Tanjung Laut Indah, mengungkapkan bahwa pedagang sebenarnya telah memiliki kartu akses khusus (kartu kuning) sebagai bypass, sehingga tidak lagi membayar retribusi parkir karena sudah termasuk dalam retribusi lapak.

Ia memahami tujuan pemerintah menerapkan sistem non tunai untuk meningkatkan transparansi dan mencegah kebocoran pendapatan. Namun, ia tetap berharap ada kebijakan yang berpihak pada pengunjung.

“Harus tetap ada dua-duanya, non tunai dan tunai. Jadi pengunjung tidak dipersulit dan punya pilihan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bontang akan mulai menguji coba sistem parkir non tunai di tiga pasar utama pada April 2026, yakni Pasar Taman Rawa Indah, Pasar Telihan, dan Pasar Citra Mas Loktuan.

Baca Juga:  Kios Belum Ditempati, Pedagang di Pasar Tamrin Diberi Teguran Tiga Kali

Sistem retribusi parkir di ketiga pasar tersebut sebelumnya masih menggunakan metode konvensional berupa tiket dan pembayaran tunai.

Fasilitas portal pintu palang otomatis yang terintegrasi dengan mesin karcis telah dipasang sejak 2025 dengan anggaran sekitar Rp900 juta.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Eko Arisandi, mengatakan penerapan sistem non tunai ini bertujuan untuk mengoptimalkan pendapatan retribusi parkir serta meningkatkan transparansi pengelolaan.

“Kami sudah melakukan sosialisasi. Uji coba rencananya berlangsung selama dua bulan, mulai April hingga Mei,” ujarnya. (*) 

Print Friendly, PDF & Email
Tags: nontunaipasar taman rawa indahretribusi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tiang Listrik Roboh Terseret Kontainer, Lalu Lintas di Tanjung Laut Bontang Sempat Lumpuh

Next Post

Jargas Bontang Lestari Belum Tuntas, Pemkot Usulkan Pipa Induk ke Dirjen Migas

Related Posts

Pedagang Pasar Rawa Indah Minta Ketegasan Pemerintah Tertibkan Pedagang yang Buka  Lapak di Trotoar
Bontang

Pedagang Pasar Rawa Indah Minta Ketegasan Pemerintah Tertibkan Pedagang yang Buka Lapak di Trotoar

16 Desember 2025, 10:59
Pedagang Pasar Rawa Indah Nilai Penertiban Masih Lemah, Desak Pemkot Tegas
Bontang

Pedagang Pasar Rawa Indah Nilai Penertiban Masih Lemah, Desak Pemkot Tegas

23 Agustus 2025, 14:00
Penertiban Lapak PKL di Rawa Indah Tuai Protes Pedagang
Bontang

Penertiban Lapak PKL di Rawa Indah Tuai Protes Pedagang

20 Agustus 2025, 10:19
Besok, PKL di Sekitar Pasar Rawa Indah Kembali Ditertibkan
Bontang

Besok, PKL di Sekitar Pasar Rawa Indah Kembali Ditertibkan

19 Agustus 2025, 11:18
Pedagang Taman Rawa Indah Bontang Ancam Jualan di Jalan, Kesal Banyak Pengampar di Luar Bangunan
Bontang

Pedagang Taman Rawa Indah Bontang Ancam Jualan di Jalan, Kesal Banyak Pengampar di Luar Bangunan

6 Juni 2025, 13:19
Pedagang Pasar Tamrin Protes, Barang Dagangan Dikeluarkan dari Kios oleh Petugas
Bontang

Kios Kosong hingga Diperjualbelikan di Pasar Tamrin Jadi Temuan BPK

21 Januari 2025, 14:08

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kartu Bontang Pintar Tetap Prioritas, Pemkot Sesuaikan Nominal Bantuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.