BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang kembali mengusulkan pembangunan pipa induk jaringan gas (jargas) untuk wilayah Kelurahan Bontang Lestari ke Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas).
Langkah ini diambil karena hingga kini Bontang Lestari belum sepenuhnya terjangkau jaringan gas kota. Padahal, program jargas di Bontang telah berjalan sejak 2025 melalui skema tahun jamak hingga 2026.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, mengatakan pihaknya dijadwalkan bertolak ke Jakarta, Selasa (31/3/2026), untuk membahas langsung usulan tersebut bersama Dirjen Migas.
“Kami mengusulkan tambahan jaringan gas sekaligus satu pipa induk khusus untuk Bontang Lestari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan jaringan pipa induk menjadi kendala utama belum masuknya jargas ke wilayah tersebut. Saat ini, jaringan induk masih terpusat di kawasan tengah kota, sehingga distribusi ke Bontang Lestari membutuhkan infrastruktur tambahan.
Berdasarkan data Pemkot, hingga 2025 pembangunan jargas telah mencakup 14 kelurahan dengan 14 pipa induk dan 10.553 sambungan rumah tangga. Artinya, Bontang Lestari menjadi wilayah yang belum terlayani secara optimal.
Jika usulan ini disetujui, Pemkot menargetkan cakupan jargas di Bontang bisa mencapai 100 persen.
“Kalau pipa induk Bontang Lestari selesai, seluruh perumahan di Kota Bontang sudah mendapatkan jargas,” tambahnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemkot juga menyiapkan program tambahan pada 2026 berupa pemasangan jargas gratis bagi rumah tangga, termasuk bantuan kompor gas bagi penerima manfaat. (*)







