BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mendapatkan tambahan kuota pemasangan jaringan gas (jargas) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebanyak 2.000 sambungan rumah tangga untuk tahun 2026.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda Bontang, Moch Arif Rochman, mengungkapkan sebelumnya Pemkot mengusulkan 4.034 sambungan ke Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), termasuk untuk wilayah Bontang Lestari yang hingga kini belum terjangkau jargas.
“Alhamdulillah, dari usulan 4.034 sambungan, yang disetujui sebanyak 2.000 dan akan direalisasikan pada 2026,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Tambahan tersebut melengkapi program jargas yang telah berjalan sejak 2025. Sebelumnya, Bontang telah memperoleh alokasi 10.553 sambungan rumah tangga dari pemerintah pusat yang saat ini masih dalam proses pemasangan hingga 2026.
Dengan tambahan ini, total sambungan jargas di Kota Bontang mencapai 12.533 rumah tangga yang tersebar di berbagai wilayah.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyebut masih terdapat sisa usulan sebanyak 2.034 sambungan yang belum disetujui, termasuk 944 sambungan di wilayah Bontang Lestari.
Menurutnya, belum terjangkaunya wilayah tersebut disebabkan keterbatasan infrastruktur pipa induk yang hingga kini belum tersedia.
“Bontang Lestari dan sisa pemasangan yang belum dikabulkan akan kami usulkan kembali pada 2027,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemkot Bontang juga telah mengajukan pembangunan pipa induk jaringan gas khusus untuk wilayah Bontang Lestari ke Ditjen Migas.
Langkah ini diambil karena hingga kini kawasan tersebut belum sepenuhnya terjangkau jargas, meski program telah berjalan sejak 2025 melalui skema tahun jamak hingga 2026.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menambahkan, pihaknya dijadwalkan bertolak ke Jakarta untuk membahas langsung usulan tersebut bersama Ditjen Migas.
“Kami mengusulkan tambahan jaringan gas sekaligus satu pipa induk khusus untuk Bontang Lestari,” ujarnya. (*)







