• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Untuk Turunkan Tarif Tiket Pesawat, Pemerintah Tekan Harga Avtur, Kaji Hapus PPN

by M Zulfikar Akbar
14 Februari 2019, 11:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi. (tribun batam)

Ilustrasi. (tribun batam)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Pemerintah terus mengkaji persoalan mahalnya harga avtur yang mengakibatkan kenaikan harga tiket pesawat. Salah satu solusi yang diusulkan adalah peniadaan pajak pertambahan nilai (PPN) bagi penjualan avtur oleh Pertamina. Saat ini penjualan avtur dikenai PPN 10 persen dan pajak penghasilan (PPh) 0,3 persen.

Usul tersebut disampaikan Menteri BUMN Rini Soemarno saat rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (13/2). ’’Harapannya, dihapus,’’ kata Rini setelah pertemuan.

Rini menyatakan, pihaknya sudah melihat cost structure tentang komponen harga avtur yang ditetapkan Kementerian ESDM. Di situ, lanjutnya, formula yang ditetapkan Kementerian ESDM relatif tidak jauh berbeda dengan yang ada di Singapura. Perbedaan hanya terletak di PPN. ’’Di kita kena PPN, di mereka enggak kena,’’ ujarnya. Atas dasar tersebut, Rini menilai wajar jika poin PPN harus dievaluasi.

Rini pun menilai opsi masuknya perusahaan lain sebagai kompetitor Pertamina kurang tepat. Sebab, selama ini pembangunan infrastruktur distribusi avtur di AP1 dan AP2 dilakukan sepenuhnya oleh Pertamina. ’’Infrastruktur di dalam, infrastruktur penyimpanan, itu semua investasi Pertamina,’’ ungkapnya.

Baca Juga:  Pertamina Diminta Terbuka terkait Berulangnya Kebakaran di Instalasi Kilang Balikpapan

Presiden Joko Widodo belum mengambil keputusan terkait dengan avtur. Dalam rapat tersebut, Jokowi meminta menteri menghitung pos-pos mana saja yang bisa dilakukan efisiensi. Jika sudah ada opsi-opsinya, dia akan mengambil keputusan. ’’Nanti diambil keputusan ya setelah ada kalkulasinya kan,’’ tuturnya.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama menuturkan bahwa pihaknya masih mengkaji perpajakan untuk avtur bersama Pertamina. Namun, harga avtur yang tinggi tidak disebabkan pengenaan pajak. ’’Tapi, bisa juga kami kaji apakah memang pajak bisa untuk membantu menurunkan harga avtur, termasuk (mengkaji) benchmark di beberapa negara. Tampaknya, di negara-negara lain seperti Singapura dan lain-lain, avtur juga dikenai pajak (PPN),’’ jelasnya.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengungkapkan, pengenaan pajak pada avtur juga dilakukan negara lain. Lagi pula, tarif PPN 10 persen tidak berubah sejak 2003. Tarif PPN itu juga berlaku untuk komoditas penjualan lain, tidak hanya terbatas pada avtur. Selain itu, PPh 0,3 persen tidak termasuk tarif PPh yang mahal. Sejak dulu, tidak pernah ada masalah maupun protes dari maskapai penerbangan mengenai pengenaan pajak untuk avtur.

Baca Juga:  Pertamina Buka Delapan Sumur Baru 

Menurut Pras, sapaan akrab Yustinus, pajak bukan pemberat harga jual avtur. Justru ada kemungkinan lain yang mengakibatkan harga avtur itu mahal. ’’Apakah karena bahan bakunya impor, lalu menjadikan avtur itu mahal, atau inefisiensi dalam pengelolaan bisnisnya, atau ada problem monopoli. Saya kira itu yang justru perlu dibedah dan didalami,’’ tegasnya.

Namun, jika hasil kajian dari pemerintah menyimpulkan bahwa pajak memang menjadi pemberat harga avtur, pemerintah bisa memasukkan avtur dalam daftar barang strategis. Jadi, penjualannya tidak dipungut PPN.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menuturkan, sebaiknya pemerintah membuka jalan bagi kompetitor untuk masuk ke bisnis avtur. Namun, kompetitor itu harus bersedia membangun infrastruktur distribusi avtur yang efisien. Sebab, menurut Bhima, faktor yang membuat harga avtur mahal adalah biaya distribusi. Selama ini avtur diangkut lewat berbagai moda transportasi seperti kapal, pesawat, dan truk tangki.

Baca Juga:  Pemerintah Pikirkan Kondisi Ramadan dan Idul Fitri di Tengah Korona

’’Di luar negeri, avtur didistribusikan lewat pipa bawah tanah sehingga biaya distribusinya murah. Kalau kompetitor nanti tidak mau berinvestasi di infrastruktur distribusi, hanya mengimpor, dan menggunakan jalur distribusi yang sama dengan Pertamina, masalah tidak bakal selesai,’’ terang Bhima.

Sejauh ini perusahaan yang menyatakan berminat masuk ke bisnis avtur adalah PT AKR Corporindo. Namun, masuknya kompetitor itu juga bergantung pada kebijakan pemerintah. Entah akan memberi karpet merah atau justru membatasi ruang gerak kompetitor. Lagi pula, sudah sewajarnya bisnis tersebut tidak dimonopoli satu perusahaan. Sebab, avtur sama dengan BBM nonsubsidi lainnya yang dimasuki banyak perusahaan. ’’Avtur kan bukan BBM subsidi, bukan public service obligation (PSO). Avtur ini seperti BBM RON 90, 92, dan lain-lain yang komersial. Jadi, seharusnya tidak ada monopoli,’’ tandas Bhima. (far/rin/c14/oki/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: avturpemerintahpertaminappntiket pesawat
Share27TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Terisolir Akibat Erupsi, Batubulan Rindu Bantuan

Next Post

MUI Tegaskan Lagi Fatwa Haram Golput

Related Posts

Ahok Sebut Proyek Kilang Balikpapan “Ngaco Banget”, Ada Dosa Lama yang Harus Dibongkar
Kaltim

Ahok Sebut Proyek Kilang Balikpapan “Ngaco Banget”, Ada Dosa Lama yang Harus Dibongkar

3 Maret 2025, 17:00
Pertamina Diminta Terbuka terkait Berulangnya Kebakaran di Instalasi Kilang Balikpapan
Kaltim

Pertamina Diminta Terbuka terkait Berulangnya Kebakaran di Instalasi Kilang Balikpapan

28 Mei 2024, 14:00
Kebakaran di Kawasan Kilang Pertamina Balikpapan, hingga Pagi Ini Api Belum Berhasil Dipadamkan
Kaltim

Kebakaran di Kawasan Kilang Pertamina Balikpapan, hingga Pagi Ini Api Belum Berhasil Dipadamkan

25 Mei 2024, 09:00
PPN Naik Jadi 11 Persen, Kosmetik hingga Pulsa Makin Mahal
Nasional

PPN Naik Jadi 11 Persen, Kosmetik hingga Pulsa Makin Mahal

1 April 2022, 16:15
Perkuat Sinergi, 4 Anak Usaha Pertamina Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Infrastruktur Kilang LNG
Society

Perkuat Sinergi, 4 Anak Usaha Pertamina Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Infrastruktur Kilang LNG

20 Oktober 2021, 10:00
Jual Solar ke Malaysia dengan Harga Lebih Murah, ini Dalih Pertamina
Nasional

Jual Solar ke Malaysia dengan Harga Lebih Murah, ini Dalih Pertamina

6 Oktober 2020, 08:41

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.