BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang mewacanakan menggelar kegiatan sertifikasi halal di 2019 mendatang. Kegiatan ini diperuntukkan bagi para pelaku usaha lokal yang tersebar di Kota Taman.
Kabid Koperasi dan UMKM Diskop-UKMP Bontang, Yusran mengatakan, wacana kegiatan sertifikasi halal digelar dengan tujuan meningkatkan daya saing para pelaku UKM di Bontang. Nantinya, kegiatan tersebut akan bekerja sama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) Kaltim.
“Kami melihat hambatan para pelaku usaha lokal dalam bersaing karena belum adanya sertifikasi halal. Sehingga sulit masuk ke pasar modern. Karena di pasar modern mensyaratkan harus sudah memiliki labelisasi halal,” ujarnya kepada Bontang Post, Selasa (28/8).
Jika sertifikasi tersebut diurus secara pribadi, kata Yusran, tentu biaya yang dikeluarkan akan mahal. Sedangkan hal tersebut justru yang menjadi kendala para pelaku usaha lokal. Mereka enggan mengurus sertifikasi itu karena cost yang terlalu tinggi.
Apalagi masa berlakunya hanya selama 2 tahun. Untuk itu, rencananya Diskop-UKMP ingin memfasilitasi mereka sehingga nantinya bisa bersaing dengan produk-produk lain dari luar Bontang.
“Sementara ini yang disetujui ada 50 pelaku usaha di tahun 2019 mendatang. Kami juga akan membentuk kemitraan dengan toko modern. Sehingga bisa lebih memudahkan memasukkan produk lokal ke toko mereka,” jelasnya.
Diakui Yusran, untuk rasa, olahan, mutu, dan kemasan produk lokal Bontang tak kalah dengan produk dari luar. Sehingga dia berharap, nantinya produk Bontang bisa menjadi tuan rumah di kota sendiri. Jika usahanya sudah sukses, tentu diharapkan pengusaha lokal tersebut bisa mengurus sertifikasi halal sendiri. Sehingga jika di tahun berikutnya program ini masih ada lagi, kuotanya bisa digunakan untuk pelaku usaha lain yang belum bersertifikasi halal.
“Untuk itu, kami terus mengimbau para pelaku usaha di Bontang untuk terus kreatif dalam berinovasi dan berkreasi. Sehingga tidak kalah bersaing dengan pelaku usaha dari luar,” pungkasnya. (bbg)






