bontangpost.id – Penanganan banjir masih menjadi prioritas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bontang Utara. Terbukti, dari 43 usulan diajukan, 40 di antaranya usulan fisik terkait penanganan banjir, dan 3 lainnya terkait sosial dan kebudayaan.
Adapun bentuk pengerjaan fisik yang diajukan seperti perbaikan drainase dan pembangunan turap. Usulan ini umumnya disampaikan kelurahan paling rawan banjir di Bontang Utara, seperti Api-Api, Gunung Elai, Guntung, Bontang Kuala, dan Loktuan.
Sekretaris Kota (Sekkot) Bontang Aji Erlynawati menuturkan, usulan ini tentu bakal memudahkan pemerintah untuk memetakan kegiatan apa saja yang mendesak, dan di mana saja targetnya.
“Masyarakat lebih tahu bagaimana kondisi di tempatnya. Semoga anggaran kita (Bontang) cukup mendukung,” kata Sekkot Aji ketika ditemui di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Bontang Baru, Senin (31/1/2022) siang.
Sekkot Aji mengakui, sangat sulit bila seluruhnya diakomodasi kas daerah. Untuk menutupi kekurangan itu, Pemkot akan gencar melakukan lobi. Baik ke pemerintah pusat mencari bantuan APBN, atau dari bantuan keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim.
“Bisa juga melalui dana CSR perusahaan,” sebutnya.
Dengan keterbatasan inipun, Aji mengakui tak semua usulan dapat diakomodasi. Pemerintah akan menetapkan kegiatan atau program mana saja yang menjadi skala prioritas untuk direalisasikan.
“Iya, pasti yang dianggap urgen yang jadi skala prioritas. Dari PUPRK lebih paham titik mana saja yang perlu ditangani secepatnya,” tandasnya. (*)







