bontangpost.id – Pemkot Bontang memprioritaskan pembangunan mal pelayanan publik (MPP) pada tahun ini. Kabid Tata Ruang dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Roby Malissa memastikan pembangunan tidak akan sekaligus. Tetapi sifatnya bertahap.
“Menyesuaikan dengan ketersediaan kas daerah,” kata Roby.
Terkhusus tahun ini anggaran yang diplot dari APBD Bontang sebesar Rp 17 miliar. Sisa kebutuhan dipastikan terambil dari alokasi anggaran tahun depan. Mengenai konsep bangunan layaknya dome. Terdiri dari empat lantai. Nantinya sebagai penghubung tiap lantai akan dipasang sarana lift.
“Lantai satu nanti berbentuk bulat. Diameter 60 meter. Di lantai ini nanti seluruh layanan pengurusan perizinan diberikan kepada masyarakat,” ucapnya.
Lantai kedua berbentuk kotak dengan luasan 32×32 meter. Ke depan lantai tersebut akan ditempati oleh staf pendukung. Sementara lantai tiga dan empat berukuran 24×24 meter. Lantai tiga sebagai ruangan badan pengelola gedung. Adapun lantai paling atas digunakan untuk pertemuan.
Rencananya pengawasan dari pembangunan ini akan mulai ditender Maret. Selisih dua bulan baru lelang pengerjaan fisik. Ia memastikan sebagian bangunan milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) akan dibongkar terlebih dahulu. Ke depan markas petugas pemadam si jago merah ini akan dicarikan lokasi lain.
“Tidak dibongkar semua. Ada yang masih ditempati. Nanti sementara mencari lokasi lain,” terangnya.
Mulai lahan, Detail Engineering Design (DED), dan anggaran, semuanya sudah klir. Luas lahan yang diperlukan sekitar 9.900 meter persegi dan luas bangunan 4.944 meter persegi. Direncanakan ada 85 jenis layanan perizinan terpusat di bangunan itu ke depannya. Misalnya pengurusan kartu keluarga, KTP-el, SKCK, dan SIM. Ke depan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis sehubungan perizinan akan berkantor di bangunan tersebut. (*/ak)







