SANGATTA – Di hari pertama masuk kerja, banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) yang membolos bekerja pasca libur Tahun Baru. Diperkirakan, lebih dari 50 persen.
Hal ini terkuak dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dibagi tiga rombongan, yakni Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Sekretaris Daerah (Sekda) Irawansyah, dan Asisten I Sekretariat Kabupaten (Setkab) Mugeni.
Dari pantauan media ini, ada beberapa alasan ketidakhadiran mereka dihari perdana masuk kerja. Pertama karena sakit, keluarga sakit, ijin, cuti, dan banyak pula tanpa kabar sama sekali. Hanya saja uniknya, banyak dijumpai apsen dibubuhi tanda tangan, akan tetapi orangnya tidak berada di tempat.
Salah satu OPD yang disidak ialah Bappeda. Sebagian nama yang diparaf hadir dalam absensi ternyata tidak ada orangnya. Dia menduga, paraf tersebut dipalsukan oleh rekan se kantor.
Begitupun di Dinas Kominfo Kutim. Tercatat dari total 119 pegawai, hanya sekira 50 orang yang hadir dalam absen. Namun, hanya 28 pegawai yang hadir saat sidak tersebut.
Kasmidi meminta, agar apel setiap pagi wajib terus digalakkan, untuk sekalian melakukan absensi. Itu juga untuk meningkatkan ketertiban.
“Besok akan ada sanksi bagi mereka yang tidak hadir, berupa surat teguran keras. Terutama untuk TK2D. Sebab mereka (TK2D) akan dikurangi jumlahnya sesuai porsi dan penilaian, mungkin sekira 2 ribu orang (yang dikurangi),” ujar Wakil Bupati Kutim, Kasmidi.
Ditegaskannya, pemkab lebih mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas. Cukup sedikit orang asal rajin bekerja ketimbang banyak tetapi malah menjadi beban daerah.
“Jadi melalui absensi merupakan salah satu langkah kami untuk melakukan pengurangan pada 2018 ini. Apalagi pekerjaan di pemerintahan ini sangat bersentuhan dengan hukum, sehingga hal-hal administratif perlu dipentingkan,” katanya. (dy)







