TARAKAN – Mortir peninggalan Perang Dunia II satu per satu ditemukan di Tarakan. Rabu (17/1), seorang warga mortir di Jalan Pulau Bangka RT 14, Kelurahan Kampung Satu/Skip.
Adalah Safaruddin (51) yang menemukan ketika sedang membersihkan tanah di belakang rumahnya, sekira pukul 10.00 Wita. Saat menggali menggunakan sekop, tidak sengaja menggesek benda berbahan besi itu.
“Pas saya lihat, memang betul ada bom (mortir). Langsung saya telepon polisi. Memang di sini sekitar tahun 2015 sudah ada 7 temuan, sama yang ini sudah 8 yang saya temukan dengan jenis yang sama,” ungkap pria yang akrab disapa Udin itu.
Sementara itu, Kepala Detasemen C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim AKBP Henzly Moningkey melalui Kanit Subden Gegana IV Iptu Muhammad Nur, menyebutkan mortir yang ditemukan Safaruddin memiliki panjang 33 sentimeter, diameter tengah 27 sentimeter, diameter belakang 14 sentimeter, diameter depan 11 sentimeter, serta ekor atau kipas dengan ukuran 23 sentimeter.
Ia pun mengakui kalau mortir tersebut masih aktif jika melihat dari tampilannya berwarna hijau. Sepengetahuannya, mortir jenis ini memiliki daya ledak radius 200 meter hingga 1 kilometer.
Muhammad Nur menyatakan wilayah tempat tinggal Safaruddin diduga banyak tersimpan mortir sisa PD II dan sudah beberapa kali pihaknya melakukan evakuasi di tempat itu. Sebab, di belakang rumahnya ada bunker peninggalan PD II.
“Kami juga tidak tahu, apakah ini bunker Jepang atau Belanda. Tapi, biasanya mortir ini sengaja untuk diledakkan di dekat bunker oleh musuh,” tuturnya.
“Kalau ada lagi warga yang menemukan benda mirip mortir atau yang bisa membahayakan, segera melapor ke kantor kepolisian terdekat. Jangan pindahkan sendiri tanpa ditangani yang ahli, karena bisa berakibat fatal,” imbaunya. (mrs/fen/jpg)







