BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memberikan apresiasi kepada 3 ribu santri se Kota Bontang yang ikut dalam pawai taaruf untuk merayakan hari jadi ke-41 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Bontang.
Selain menyiarkan islam, menurutnya pawai memiliki tujuan mulia yakni membumikan Alquran. Ia pun mengungkap rasa bangganya kepada para santri. Meski matahari cukup menyengat pagi itu, para santri tampak semangat mengikuti pawai taaruf ini. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Hari Jadi ke-41 BKPRMI di Gedung BKPRMI Pisangan, Minggu (30/9).

“Atas nama pemerintah, saya ucapkan selamat Milad ke-41 untuk BKPRMI. Insyaallah setiap tetes keringat kita keluarkan mendapat rida dari Allah SWT dan dicatat sebagai amal ibadah kita. Karena niat tulus adalah ingin bagaimana menyiarkan islam serta membumikan Alquran, dan para santri sudah luar biasa tangguh berjalan dari Masjid Al-Hijrah sampai dengan Gedung BKPRMI ini,” kata Neni.
Pada kesempatan ini, ia juga meluncurkan Gerakan Santri Bersedekah. Gerakan ini merupakan inovasi yang diinisiasi oleh BKPRMI Kota Bontang, di mana setiap santri menyedekahkan uang senilai Rp 2 ribu. Rencananya uang yang terkumpul akan digunakan untuk membangun aula santri. Aula santri ini akan menunjang proses belajar-mengajar para santri.
Ke depan, Neni pun berharap gerakan ini tidak hanya untuk santri semata. Ia harap akan ada Gerakan PNS Bersedekah pula di masa depan.
“Kalau 3 ribu santri bisa Rp 2 ribu, mungkin kalau ASN bisa Rp 5 ribu. Kalau kita punya 3 ribu ASN, bisa mencapai Rp 15 juta. Alhamdulillah, ini merupakan gerakan-gerakan kesetiakawanan,” tuturnya.
Selanjutnya ia menyinggung tentang restorasi kali dan laut bersih. Ia menyayangkan masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah di sungai dan laut. Padahal sesuai dengan praktik islam, kebersihan sebagian dari iman. Menurutnya, membuang sampah di sungai dan laut merupakan perilaku yang salah dan akan menyebabkan bencana bagi masyarakat Kota Taman.
Oleh karena itu, ia pun mengajak seluruh masyarakat khususnya para santri dan pengajar untuk mulai memerhatikan hal ini. Ia harap seluruh masyarakat dapat membiasakan dirinya untuk membuang sampah di tempatnya.
“Semua harus sepakat bahwa tidak boleh membuang sampah sembarangan. Kalau melihat sampah, tolong dipungut ya anak-anak. Kertas-kertas doorprize jangan dibuang di jalan, masukkan kantong dulu kemudian buang di tong sampah,” seru Neni.
Sebelum menutup sambutannya, ia menuturkan bahwa tahun depan insentif guru ngaji akan naik menjadi sebesar Rp 750 ribu perbulan. Pemerintah Kota Bontang telah menyiapkan anggaran ini dan akan cair tahun depan.
Turut hadir menghadiri acara ini yakni, Mantan Wali Kota Bontang Periode 2001-2011 Andi Sofyan Hasdam, Anggota DPRD Kota Bontang Setyoko Waluyo, beserta jajaran Pemerintah Kota Bontang pagi itu. (hms8)







