BONTANGPOST.ID – Momentum pelantikan menjadi berkesan bagi pejabat yang ditunjuk di enam OPD di lingkup Pemkot Bontang. Namun demikian, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memberikan catatan tiap pimpinan OPD baru tersebut terkait program pemerintah. Sesuai yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
“Baca RPJMD di situ ada 120 program yang melekat,” kata Neni.
Khusus Dinas Perhubungan, Neni memberikan pekerjaan rumah kepada pimpinan baru terkait pengembangan Pelabuhan Loktuan. Ia berharap Pelabuhan Loktuan nantinya menjadi gerbang perekonomian Kota Bontang.
“Pelabuhan Loktuan itu mimpi kita semua. Supaya menjadi pelabuhan pengumpul dan peti kemas,” ucapnya.
Ia langsung menugaskan Taupan Kurnia untuk segera berkoordinasi dengan PT Laut Bontang Bersinar (LBB) selaku pengelola pelabuhan. Tak hanya itu komunikasi juga harus dibangun dengan Kementerian Perhubungan.
Saat ini, PT LBB telah berbenah yang awalnya pendapatan selalu kosong, bahkan gaji karyawan selalu menunggak. Tetapi di kepemimpinan baru sudah tembus pendapatan Rp 900 juta tiap bulan.
Sebelumnya Pemkot Bontang juga telah menata bangunan liar yang berada di sekitar area Pelabuhan Loktuan. Ia pun menyadari masih ada beberapa bangunan di atas laut yang bersedia dibebaskan.
“Tolong dikawal sesuai dengan regulasi yang berlaku. Agar tidak terjadi masalah di kemudian hari,” tutur dia.
Diketahui, Neni mengatakan ada area seluas empat hektare yang telah dibebaskan Pemkot Bontang untuk lokasi pengembangan. Persisnya di samping gedung Pelabuhan Loktuan.
“Nantinya lahan itu tidak ditimbun. Karena itu juga menjadi alur pasang-surut air. Bisa banjir kalau ditimbun,” terangnya.
Pemkot Bontang memilih untuk menggunakan tiang pancang dan rigid sebagai bagian perluasan area darat. Di lokasi itu nantinya bisa digunakan sebagai gudang pasca pelaksanaan bongkar-muat. Termasuk dengan penempatan cold storage. (KP)








