bontangpost.id – Warga Kampung Selambai Kelurahan Loktuan mengeluhkan arus listrik yang tidak stabil di wilayahnya. Hal ini menyebabkan sebagian besar perabotan listrik warga rusak.
Anggota DPRD Bontang, Faisal menerangkan kondisi arus listrik yang naik turun ini sudah terjadi beberapa bulan terakhir. Dia yang juga memproduksi es batu bagi para nelayan ini pun mengalami kerugian, mengingat ada tiga kulkas yang mengalami kerusakan. Diperkirakan harga beli kulkas baru mencapai Rp 3 juta, sehingga kerugian mencapai Rp 9 juta.
“Itu baru saya, belum perabotan warga yang lain,” ungkapnya saat ditemui di kantor Sekretariat DPRD Bontang Jalan Moeh Roem Kelurahan Bontang Lestari, Senin (6/7/2020).
Hal ini diperkirakan lantaran daya travo yang berada di Selambai sudah tidak mencukupi untuk dimanfaatkan oleh warga. Mengingat pertumbuhan warga yang meningkat dan serta jumlah perabotan listrik yang bertambah.
“Dulu sudah pernah dipasang, cuman masih kurang,” ujar politisi Nasdem ini.
Dia pun meminta agar PLN dapat segera mendengar aspirasi masyarakat setempat tersebut, dengan menambah travo yang ada. Sehingga kebutuhan masyarakat akan listrik terpenuhi dan perabotan listrik tidak rusak.
“Saya berharap dengan pemimpin yang baru ini dapat mendengarkan aspirasi masyarakat,” ucapnya.
Faisal mengatakan, untuk penempatan travo baru katanya masih bisa bergandeng dengan travo yang lama. Sehingga tidak membutuhkan lahan baru.
“Kalau memang mau pasang kami senang sekali,” katanya.
Terpisah, Manager UP3 PLN Bontang Dona Sinatra menerangkan, pihaknya telah melakukan pengecekan arus listrik di kawasan yang dilaporkan tersebut pada 30 Juni lalu. Katanya, di sana ada beberapa travo 100 kilo volt ampere (kVA) dan 160 kVA.
“Setelah kami cek, tegangan stabil,” ucapnya.
Namun, pihaknya akan melakukan tinjauan kembali dengan warga setempat untuk mengetahui di titik mana saja yang mengalami listrik tidak stabil, dan waktunya kapan.
“Saya akan ke beliau (Faisal), di mana lokasi tepatnya untuk memastikan lagi,” katanya. (*)







