• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Waspada, Jutaan Data Pengguna Diobral di Internet

by Redaksi Bontang Post
4 Mei 2020, 09:54
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi: Pencurian data di internet. (TechWireAsia)

Ilustrasi: Pencurian data di internet. (TechWireAsia)

Share on FacebookShare on Twitter

Tokopedia dilaporkan mengalami peretasan, seperti dalam cuitan akun twitter @underthebreach. Bahkan jumlahnya diperkirakan mencapai 91 juta akun dan 7 juta akun merchant, tidak lagi 15 juta seperti diinfokan sebelumnya.

Di tahun 2019, Tokopedia menginfokan bahwa ada sekitar 91 juta akun aktif di platformnya. Artinya hampir semua akun di Tokopedia berhasil diambil datanya oleh peretas.

Pelaku menjual data di darkweb berupa user ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor handphone dan password yang masih ter-hash atau tersandi. Semua dijual dengan harga USD 5.000 atau sekitar Rp 74 jutaan. Bahkan ada 14.999.896 akun Tokopedia yang datanya saat ini bisa didownload.

Kepada JawaPos.com (grup Bontangpost.id), Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha menjelaskan bahwa kejadian seperti ini harus cepat direspons oleh pihak Tokopedia dan juga para penggunanya. Karena ancaman penipuan dan pengambilalihan akun bisa terjadi kapan saja, termasuk merembet ke peretasan lainnya dalam hal ini media sosial (medsos).

Pratama menjelaskan, peretas Whysodank pertama kali mempublikasikan hasil peretasan di raid forum pada Sabtu (2/5/2020). Kemudian peretas ShinyHunters memposting thread penjualan 91 juta akun Tokopedia di forum darkweb bernama EmpireMarket. Dari sinilah akun @underthebreach mempublikasikan peretasan Tokopedia ke publik Twitter.

Baca Juga:  Diduga Diretas, Situs untuk Keluh Kesah Warga Alami Gangguan

“Memang data untuk password masih dienkripsi, namun tinggal menunggu waktu sampai ada pihak yang bisa membuka. Itulah kenapa pelaku mau melakukan share gratis beberapa juta akun untuk membuat semacam sandiwara siapa yang berhasil membuka kode acak pada password,” jelas Pratama yang juga Chairman Lembaga Riset SIber Indonesia CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) ini pada Minggu (3/4).

Pratama menambahkan, meski password masih dalam bentuk acak, namun data lain sudah plain alias terbuka. Artinya semua peretas bisa memanfaatkan data tersebut untuk melakukan penipuan dan pengambilalihan akun-akun di internet.

Misalnya mengirimkan link phising maupun upaya social engineering lainnya, karena itu seharusnya Tokopedia melakukan update dan informasi kepada seluruh penggunanya segera.

“Bila nantinya password sudah berhasil dibuka oleh pelaku, pastinya salah satu yang akan dilakukan adalah takeover akun. Lalu pelaku secara random akan mencoba melakukan take over akun medsos dan marketplace lainnya, karena ada kebiasaan penggunaan password yang sama untuk semua platform,” terang pria asal Cepu Jawa Tengah ini.

Baca Juga:  Peretas Situs KPU Tertangkap, Pelaku Masih Tergolong Anak

Pratama menggarisbawahi yang bisa dilakukan pengguna Tokopedia adalah mengganti password dan mengaktifkan OTP (one time password) lewat SMS. Lalu mengganti semua password dari akun medsos dan platform marketplace selain tokopedia.

“Akibat peretasan Tokopedia ini bisa menjalar ke akun media sosial dan platform lainnya bila menggunakan email dan password yang sama. Terutama bagi admin akun medsos pemerintah dan lembaga harus cepat melakukan pengamanan akun sebagai langkah antisipasi,” jelasnya.

Ditambahkan Pratama, saat mendapatkan sampel data dari forum, belum ada data kartu kredit maupun debit yang disebar pelaku. Tentu harapannya data kartu tidak ikut menjadi salah satu yang berhasil diretas.

“Pihak Tokopedia harus bertanggung jawab atas kejadian ini karena data penggunanya diambil dan diperjualbelikan. Pihak Tokopedia wajib secara berulang-ulang, dengan menggunakan segala sarana media yang ada, mensosialisasikan apa saja yang harus dilakukan oleh para penggunanya, seperti ganti password akun dan mengaktifkan OTP, sampai semua penggunanya menyadari kebocoran ini dan mau mengganti passwordnya” terang Pratama.

Baca Juga:  Diduga Diretas, Situs untuk Keluh Kesah Warga Alami Gangguan

Sebagai informasi, kejadian ini bukan yang pertama kali di tanah air. Sebelumnya Bukalapak juga mengalami hal serupa. Pratama menilai seharusnya ini menjadi peringatan keras pada setiap penyedia layanan di internet yang memakai banyak data masyarakat dalam kegiatannya.

Penetration test harus sesering mungkin dilakukan untuk mengetahui dimana saja letak celah keamanan. Situs marketplace akan selalu menjadi sasaran para peretas karena banyak menghimpun data masyarakat, terutama kartu kredit, kartu debit dan dompet digital.

“Perkuat pengamanan sistemnya, investasi lebih banyak untuk cyber security. Penggunaan enkripsi harus merata terhadap semua data yang berhubungan dengan user, jangan hanya password seperti saat ini,” tandas Pratama. (jpc)

Source: Jawa Pos
Tags: data internethackerperetasan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

25 Persen Pelajar Bontang Tidak Bisa Belajar Online, Ini Langkah Sekolah

Next Post

Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Negara Tetap Lanjut Meski Ada Covid-19

Related Posts

Diduga Diretas, Situs untuk Keluh Kesah Warga Alami Gangguan
Bontang

Diduga Diretas, Situs untuk Keluh Kesah Warga Alami Gangguan

4 November 2019, 17:00
Peretas Situs KPU Tertangkap, Pelaku Masih Tergolong Anak
Nasional

Peretas Situs KPU Tertangkap, Pelaku Masih Tergolong Anak

15 Maret 2019, 17:30

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.