• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

11 Februari Hari Lambang Negara Indonesia, Sultan Hamid II Disebut Layak Jadi Pahlawan Nasional

by M Zulfikar Akbar
12 Februari 2019, 14:00
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Sultan Hamid II, sang perancang lambang negara Indonesia. (kitlv.nl)

Sultan Hamid II, sang perancang lambang negara Indonesia. (kitlv.nl)

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia. Bahwa hari lambang negara Indonesia jatuh pada 11 Februari 1950.

Ketua Yayasan Sultan Hamid II, Anshari Dimyati menjelaskan ditetapkannya lambang negara elang rajawali Garuda Pancasila yang dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak sebagai menteri di era Republik Indonesia Serikat. Pada era perdana menteri Moh Hatta tahun 1949 – 1950.

“Bahwa setelah Indonesia memenuhi kedaulatan secara penuh tahun 1949, diketahui oleh kita bersama di tahun 1945 setelah kemerdekaan sampai 1949, Indonesia tidak memiliki lambang negara,” jelas Anshari, Senin (11/2).

Anshari menyebutkan, sampailah pada 1949. Setelah perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB), Indonesia berdaulat penuh. Maka selanjutnya Sultan Hamid II yang mewakili Majelis Permusyawaratan Federal. Terlibat aktif secara penuh di dalam proses pembentukan negara Federal atau Serikat.

Selain sebagai perwakilan hingga diserahkanlah kedaulatan, Sultan Hamid II juga terlibat aktif dalam merancang konstitusi Republik Indonesia Serikat (konstitusi sementara) 1949. Dalam pasal 3 ayat 3 Konstitusi RIS 49, dinyatakan bahwa pemerintah menetapkan lambang negara. “Di situ Indonesia dalam kontitusinya memiliki amanah bahwa pemerintah harus menetapkan lambang negara atau harus ada lambang negara,” ujar Anshari.

Dari itu, Presiden Soekarno menunjuk Sultan Hamid II yang menjabat sebagai menteri negara tersebut untuk menjadi koordinator tim perumusan lambang negara pada 1950. Dalam sidang kabinet pada 10 Januari 1950, dibentuklah sebuah panitia teknis. Dengan nama Panitia Lencana Negara. Di bawah koordinasi Sultan Hamid II. “Panitia ini bertugas menyeleksi atau menilai usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan ke pemerintah,” jelasnya.

Di sini Muhammad Yamin menjadi ketua panitia. Sementara anggotanya adalah Ki Hajar Dewantoro, M. A. Pellaupessy, Mohammad Natsir dan Purbatjaraka.

Dalam proses sayembara pembuatan lambang negara, banyak rancangan yang diajukan. Tak terkecuali Sultan Hamid II dan Muhammad Yamin. Juga mengajukan rancangan lambang negara buatannya masing-masing. “Dua karya terbaik akhirnya dipilih dan diajukan ke Panitia Lencana Negara, yakni Rancangan Sultan Hamid II dan Muhammad Yamin,” ungkapnya.

Akan tetapi, panitia menolak rancangan Muhammad Yamin. Alasannya, rancangan Yamin banyak mengandung unsur sinar matahari. Mengesankan adanya pengaruh fasis Jepang.

Pemerintah akhirnya menerima Elang Rajawali Garuda Pancasila rancangan Sultan Hamid II. Sehingga ditetapkan sebagai Lambang Negara Republik Indonesia Serikat pada 11 Februari 1950.

“Jadi pada saat itu Muhammad Yamin mengajukan lambang negara banteng matahari dan Sultan Hamid II elang rajawali Garuda Pancasila,” ceritanya.

Namun dalam perkembangannya, banyak masukan-masukan dari berbagai pihak terhadap lambang RIS yang baru itu. Beberapa kali perbaikan pun dilakukan oleh Sultan Hamid II. “Sehingga menghasilkan Garuda Pancasila seperti yang kita kenal sekarang,” jelasnya.

Ketika sudah sempurna. Pada 11 Februari 1950. Akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi lambang negara. Ini disposisi oleh Soekarno kepada Sultan Hamid II. Bahwa rancangan Sultan Hamid II yang final menjadi lambang negara Indonesia.

Ketika itu diresmikan di gedung parlemen RIS. Bekas gedung parlem Hindia Belanda. Saat ini menjadi gedung Pancasila di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Dalam masa kerjanya yang singkat, Sultan Hamid II berhasil menciptakan gambar burung garuda sebagai lambang Negara Republik Indonesia Serikat. Hingga hari ini lambang tersebut digunakan oleh Indonesia dalam bentuk lain. Atau sudah berubah menjadi Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI). “Jadi sampai hari ini, kita sudah 69 tahun memiliki lambang negara,” ucapnya.

Yayasan Sultan Hamid II berharap negara bisa dan patut menghargai apa yang sudah ditorehkan oleh putra bangsa. Yaitu Sultan Hamid II dari Kota Pontianak Kalimantan Barat sebagai pahlawan nasional. “Kami sudah mengajukan Sultan Hamid II sebagai pahlawan nasional,” ungkapnya. “Begitu juga dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara, Bahasa, Lagu Kebangsaan, Sultan Hamid II patut diberikan tempat namanya didalam UU tersebut,” sambung Anshari. (jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: hari lambang negara indonesiasultan hamid ii
Share4TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jokowi Minta Pertamina Turunkan Harga Avtur

Next Post

Satu Dasawarsa Mengenang Prabangsa

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Digerebek Tengah Malam, Pemuda di Bontang Baru Kedapatan Simpan 28 Paket Sabu di Rumah

    Digerebek Tengah Malam, Pemuda di Bontang Baru Kedapatan Simpan 28 Paket Sabu di Rumah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motor vs Pikap di Poros Sangatta–Bontang, Pengendara Asal Tanjung Laut Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh Petugas MBG Jadi ASN, SPPG Bontang Ungkap Fakta Sebenarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Bontang Ingatkan Sekolah, Tak Boleh Pungut Biaya Bimbel dan LKS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar Sabu Dibekuk di Marangkayu, Polisi Sita Belasan Gram Barang Bukti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.