Disdik Target Tahun Ajaran Baru Rampung
BONTANG – Program baju seragam gratis terus dikebut. Saat ini prosesnya masih mengumpulkan data ukuran para siswa yang ditarget hingga 17 Maret 2017. Pasalnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang menargetkan agar tahun ajaran baru, baju seragam gratis sudah bisa dibagikan ke para pelajar.
Kasi Kurikulim SMP Disdik Bontang yang menangani program tersebut Saparudin mengatakan, pihak Disdik meminta para pihak sekolah mendata para siswa by name by address. Karena jangan sampai ada data yang tidak valid dimasukkan didalamnya.
Oleh karenanya, data dari sekolah tersebut bisa disinkronkan dengan data dapodik. “Untuk sementara, kami meminta data pelajar sebanyak 29.523 siswa dari semua sekolah negeri maupun swasta,” jelas dia saat ditemui belum lama ini.
Adapun jumlah 29.523 siswa merupakan jumlah kelas 1 SD sampai kelas 5 SD, kelas VII SMP sampai kelas VIII SMP dan kelas X SMA/SMK hingga kelas XI SMA/SMK. Tak hanya itu, Disdik Bontang juga mengakomodir Sekolah Luar Biasa (SLB) serta sekolah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) setingkat SD, Madrasah Tsanawiyah (MTs) setingkat SMP dan Madrasah Aliyah (MA) setingkat SMA.
“Kami minta ukuran anak-anak, karena mengejar tahun ajaran baru, paling tidak agar orang tua tidak bingung saat tahun ajaran baru,” ungkapnya.
Meski demikian, karena program ini untuk sekolah negeri dan swasta, banyak sekolah swasta yang protes. Pasalnya, pihak sekolah swasta sudah menyediakan seragam di sekolahnya. “Tetapi program ini untuk semua, jadi kami sampaikan seragam dari sekolah tetap berjalan saja,” ungkapnya.
Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 18 miliar tersebut masih belum dilelang. Pasalnya, pihak Disdik masih menunggu data ukuran serta spek yang bagus. “Harapan kami kontraktor yang dapat proyek tersebut bukan mencari keuntungan, tetapi mengedepankan kualitas,” ujarnya.
Saparudin juga menargetkan lelang dimulai di akhir bulan Maret sudah masuk Unit Layanan Pengadaan (ULP). Sehingga jika tanpa kendala bisa selesai 25 hari. Bulan April, kontraktor sudah bisa mulai jalan pengerjaannya. Diharapkan juga bulan Agustus, program baju seragam gratis bisa terbagi. “Sehingga dengan adanya ini, orang tua tidak usah membeli kebutuhan seragam,” pungkasnya.(mga)







