SANGATTA – Defisit anggaran yang menerpa tahun ini, membuat Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memilih skema pembayaran proyek tahun jamak (multiyear contract/MYC) agar beberapa program pembangunan tetap dapat berjalan. Usulan program pun sudah masuk ke meja legeslatif untuk selanjutnya dibahas dan ditetapkan. Program yang diajukan tersebut diantaranya, pembangunan jalan pedalaman, pembangunan dua venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) meliputi kolam renang dan sirkuit balap, peningkatan fasilitas air bersih di Water Treatment Plans (WTP) Kudungga, serta pembangunan Pelabuhan Kenyamukan.
“Sesuai arahan pak Irawansyah (Sekkab Kutim, Red.) jika tak ada aral melintang proyek MYC akan dimulai pada APBD-P 2017 mendatang. Saat ini bahannya sudah kami siapkan semua, tinggal menunggu kesiapan dan jadwal DPRD Kutim,” singkat Kepala Bagian (Kabag) Pembanguan Setkab Kutim Poniso Suryo Renggono.
Dia menerangkan, pemilihan proyek tersebut melihat dari manfaat, khususnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Misalnya proyek pembangunan jalan merupakan janji Bupati Kutim kepada masyarakat.
“Itu kami bahas di tingkat eksekutif. Untuk detail pembangunan dan fisik nantinya akan diserahkan ke OPD teknis terkait, misalnya Dinas Pekerjaan Umum (DPU),” ucapnya.
Sementara untuk pembangunan dua venue Porprov, lanjut manatan Camat Rantau Pulung itu, juga merupakan kebutuhan daerah. Mengingat Kutim terpilih menjadi penyelenggara Porprov VI 2018 mendatang.
“Soal lahan tidak ada masalah karena di kawasan Sport Center Jalan Soekarno-Hatta sudah disiapkan. Sedangkan, untuk sirkuit rencananya akan di bangunan di kawasan Batu Putih, dekat kawasan pelabuhan KPC di Tanjung Bara,” ujar Poniso.
Begitu juga dengan proyek kelanjutan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan, kata dia, juga sangat penting. Apalagi, Kutim telah resmi ditetapkan sebagai rute Tol Laut nasional sesuai Surat Keputusan (SK) Direktur Jendral (Dirjen) Perhubungan Nomor AL.108/1/9/DTPL-17 tentang jaringan trayek penyelenggaraan angkutan barang di laut TA 2017. Sehingga untuk mendukung rencana tersebut pembangunan fasilitas pelabuhan merupakan kebutuhan yang mendesak.
“Pelabuhan tersebut juga butuh perluasan, namun kendala saat ini akses jalan. Kabar terbaru jalan akan dibangunkan melalui kerjasama dengan TNI melalui program Karya Bakti. Harapannya jika jalan pendekat sudah rampung untuk pembangunan dan perluasan pelabuhan akan lebih mudah serta biaya yang dikeluarkan juga bisa ditekan,” tutup Poniso. (aj)






