bontangpost.id – Penanggulangan banjir menjadi fokus perhatian Pemkot Bontang. Penyusunan masterplan penanganan bencana tersebut masih dalam proses yang dilakukan oleh pemenang tender. Kabid Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Edi Suprapto mengatakan kini masih kontraktor pemenang lelang masih melakukan survei dan melakukan kajian.
“Masih proses dan berjalan terus. Hasilnya nanti di Desember,” kata Edi.
Terbaru pengukuran tipografi sungai masih dilakukan. Hasil dari itu akan dibuat permodelan terkait skema apa yang bisa diterapkan untuk mengatasi banjir kiriman. Meski demikian sehubungan dengan kebutuhan anggaran yang akan tertuang pada APBD 2023 mengacu rencana yang sudah ada.
“Skenario besarnya yang belum bisa masuk. Seperti pengadaan pompa. Kalau penanganan saluran drainase masih bisa,” ucapnya.
Terkait dengan pemanfaatan Waduk Kanaan dan pembuatan polder, Dinas PUPRK akan tetap mengusulkan dalam postur anggaran di tahun tersebut. Termasuk dengan rencana penurapan sungai. Meski demikian karena keterbatasan anggaran daerah maka pengerjaan bakal dilakukan secara bertahap.
“Sesuai dengan kondisi kas daerah. Polder dan normalisasi sungai tetap kami dorong. Karena polder ini juga bisa jadi tempat daya tampung air permukaan,” tutur dia.
Ia mengaku beberapa hari belakangan ini intensitas hujan di Kota Taman cukup tinggi. Dampaknya ancaman banjir bisa saja terjadi jika pasokan dari hulu dalam jumlah besar. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait termasuk kelurahan. Utamanya daerah yang menjadi langganan banjir.
“Normalisasi jalan terus. Kami sambil menunggu saja. Paling memberi warning terhadap wilayah yang terdampak banjir,” sebutnya.
Tahun ini penurapan dilakukan di dua titik yakni Kelurahan Api-Api dan Gunung Elai. Diharapkan dari pengerjaan itu ditambah normalisasi sungai secara swakelola dapat mengurangi volume limpasan air di daerah aliran sungai. Diketahui penyusunan masterplan ini menyedot anggaran sebesar Rp 1,3 miliar. Pemenang lelang ialah PT Globetek Glory Konsultan. Perusahaan ini berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Adapun pengerjaan penurapan di Gunung Elai bakal dilakukan oleh PT Bumi Lansirang. Perusahaan bermarkas di Samarinda ini memenangkan tender dengan nilai penawaran Rp 16,7 miliar. Bersumber dari Bankeu Pemprov Kaltim. Berbeda untuk penurapan di Api-Api akan dikerjakan oleh CV Mitra Piposs. Dengan pagu penawaran Rp 6 miliar dari APBD Bontang. (ak)







