Air Luapan Menghitam dan Berbau
SAMARINDA – Sehari tidak diguyur hujan, ketinggian banjir di beberapa wilayah Kota Tepian mulai turun. Seperti yang terlihat di Perumahan Griya Mukti, Kecamatan Samarinda Utara. Ketinggian kini menurun menjadi 60 cm. Hanya, masalah lain menyusul, masih menyerempet seputar banjir.
Warna air banjir yang semula cokelat, kini mulai menghitam. Aroma tak sedap yang menusuk hidung pun beredar di permukiman warga. Menurut Nanang Arifin, staf Bagian Pendataan dan Reaksi Cepat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, kondisi tersebut sudah terjadi sejak Minggu (9/4). “Airnya mulai bau, kemudian berubah warna menjadi hitam,” ujarnya, Senin (10/4).
Kondisi tersebut jelas akan mengancam kesehatan korban terdampak banjir. Mulai penyakit kulit, memar, hingga gatal-gatal. “Sekarang saja sudah banyak yang kena. Bahkan ada juga yang mengalami diare,” terangnya.
Sebagai antisipasi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda. “Mereka sudah ada yang memeriksa kondisi warga. Bahkan, sudah ada yang standby di lokasi,” tutur dia. Di samping itu, mereka juga dibantu para ikatan dokter muda yang turut bersiaga di kawasan korban banjir.
Sejauh ini, pihaknya sudah bekerja maksimal untuk meringankan beban korban bencana alam. “Diperkirakan dalam kurun waktu tiga hari ke depan sudah tidak ada air tergenang. Semoga saja bisa lebih cepat,” pungkasnya. (*/dq/ndy/kpg/gun)







