• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Wacanakan Undang Jokowi ke Wehea

by BontangPost
11 April 2017, 12:30
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
DIBAWA KE PUSAT: Semarak Pesta Adat Lom Plai di Lapangan Sepakbola Desa Nehas Liah Bing, Sabtu (8/4). Wakil Bupati Kasmidi Bulang berbaur akrab dengan para penari Hudoq.(Foto: Irfan/humas)

DIBAWA KE PUSAT: Semarak Pesta Adat Lom Plai di Lapangan Sepakbola Desa Nehas Liah Bing, Sabtu (8/4). Wakil Bupati Kasmidi Bulang berbaur akrab dengan para penari Hudoq.(Foto: Irfan/humas)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Belajar dari Lom Plai, Rela Berkorban untuk Kebaikan Bersama

SANGATTA – Upacara adat tradisional Lom Plai kembali digelar, Sabtu (8/4 lalu. Pesta syukur panen masyarakat Suku Wehea ini sudah ada sejak zaman nenek moyang dan tak pernah putus di gelar setiap tahun pasca panen padi. Khususnya dilakukan warga yang mendiami daerah-daerah di wilayah Sungai Wehea dan Telen.

Diceritakan Kepala Adat Wehea Ledjie Taq, dahulu kala datang kemarau berkepanjangan, membuat tumbuh-tumbahan, ternak dan manusia sebagian besar tidak mampu lagi bertahan hidup.

Di tengah situasi ini, Diang Yung, seorang ratu yang menatap di daerah itu menjadi gundah. Suatu malam sang ratu pun bermimpi didatangi Dohtan Tenyei (Yang Maha Kuasa), dan mengatakan kepadanya untuk rela mengorbankan sang putri tunggalnya yang bernama Long Diang Yung, demi menyelamatkan masyarakatnya dari musibah.

“Saat itu Diang Yung berkata, apakah sayang sama putrinya atau sayang dengan masyarakatnya? Kalau memang mau menyelamatkan orang banyak harus rela mengorbankan putri satu-satunya itu,” kisah Ladjie Taq.

Baca Juga:  Penegakan Perda Belum Maksimal 

Setelah terbangun dari tidurnya, sang ratu mengalami dilema. Hatinya berkecamuk kencang. Permasalahan itu pun kemudian dimusyawarahkan kepada para pemuka adat. Lalu timbul kesimpulan yaitu menyelamatkan orang banyak dan mengorbankan putri tunggal pewaris kerajaan itu.

“Mengapa kita harus ada pantangan? Karena mengingat sumpah yang disampaikan ratu Diang Yung sebelum mengorbankan putrinya. Seperti menyiangi (mencabut) padi layaknya anak sendiri, dilanjutkan Erau atau membuat pesta setahun sekali kepada putri ratu meskipun gagal panen sekalipun,” ujarnya.

Ledjie Taq menambahkan masyarakat Suku Wehea mepercayai bahwa kehadiran padi merupakan jelmaan dari serumpun padi dinamakan Pali Long Diang Yung. Diyakini tumbuh tak ada henti-hentinya dan kemudian dibagikan kemasyarakat hingga saat ini untuk ditanam secara bersama-sama. Lom Plai dilaksanakan pada rentang Bulan Maret hingga April.

“Tanggal tidak bisa ditetapkan. Menurut petuah harus sesuai dengan bulan rezeki. Pasalnya diluar bulan ini bisa melanggar pantangan sumpah dan ditakutkan membawa keburukan buat masyarakat Wehea. Kami ingin keberhasilan Desa Adat Wehea ini diperjuangkan ke pusat,” katanya.

Baca Juga:  Gizi Harus Seimbang, Sosialisasikan Lewat Lomba Cipta Menu

Gegap gempita prosesi adat Lom Plai di Desa Nehas Liah Bing Kecamatan Muara Wahau dipadati ratusan pengunjung, di Lapangan Sepakbola, balai desa setempat. Tidak hanya dari warga Adat Dayak Wehea, sejumlah pendatang dari berbagai luar Kutim seperti dari Jakarta, Balikpapan, Samarinda, dan Bandung tumpah ruah menyaksikan rangkaian kegiatan ritual adat turun temurun tersebut. Dipadukan dengan tarian dan sejumlah lomba, Pesta adat ini dihadiri sejumlah pejabat lingkup Pemkab Kutim dan undangan. seperti Wakil Bupati Kasmidi Bulang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Mugeni. Direktur Penyiapan Kawasan dan Perhutanan Sosial dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno, serta sejumlah perwakilan pejabat dari Organisasi Pejabat Daerah (OPD) Setkab Kutim terkait. Antara lain Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, serta BPBD Kutim.

Baca Juga:  Pesisir Sektor Wisata Kota Taman

Wabup Kasmidi Bulang menyatakan siap membawa Lom Plai  jadi wisata budaya nasional yang diakui pusat, dalam hal ini oleh Presiden Joko Widodo.

“Saya segera laporkan ke Bupati Ismunandar, Lom Plai terus ada mengharumkan nama Kutim sebagai warisan leluhur yang harus dijaga kelestariannya. Dampaknya positif  ke sektor perekonomian bukan hanya ramai dikunjungi penikmat wisatawan luar Kutim dan mancanegara, tapi mendapatkan pendapatan bagi warga Wehea sekaligus garansi promosi wisata,” tegas Kasmidi.

Senada, perwakilan dari KLHK Wiratno menuturkan dirinya sangat antusias ketika menyaksikan Lom Plai ini. Sesuai dengan apa yang diperjuangkan Joko Widodo dalam program Nawacita membangun daerah pesisir mempertahankan tradisi budaya.

“Kebetulan dalam waktu dekat tepatnya 20 April, saya berencana bertemu dengan Bupati Kutim menetapkan Wehea sebagai hutan lindung adat terbesar. Perbincangan ini sekaligus merencanakan mengundang Presiden Joko Widodo ke Wehea sekaligus menonton langsung Lom Plai bisa saja di tahun depan,” katanya. (hms13/hd)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: budayasanggata postwisata
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

1.704 Peserta Ikut Ujian, 7 Sekolah Ikut UNBK, 18 Sekolah UNKP

Next Post

Pesawat Perintis Beroperasi Lagi 

Related Posts

Minta Penggunaan Bahasa Kutai di Pengumuman Bandara SAMS Sepinggan
Kaltim

Minta Penggunaan Bahasa Kutai di Pengumuman Bandara SAMS Sepinggan

1 Juni 2022, 13:00
PPKM Bontang, Anjungan Bontang Kuala tetap Buka
Bontang

PPKM Bontang, Anjungan Bontang Kuala tetap Buka

18 Januari 2021, 17:43
Menikmati Potensi Wisata di Desa Batu Lepoq Kutim: Dari Air Terjun Kembar Siapat sampai Gua Mengkuris
Bontang

Menikmati Potensi Wisata di Desa Batu Lepoq Kutim: Dari Air Terjun Kembar Siapat sampai Gua Mengkuris

5 Juli 2020, 17:00
Tanjung Galau
Bontang

Tanjung Galau, Wisata Baru dari Tanah Uruk

16 Februari 2020, 16:00
Liburan di Beras Basah, Enam Pengunjung Kecelakaan
Bontang

Liburan di Beras Basah, Enam Pengunjung Kecelakaan

20 Januari 2019, 16:13
Liburan, Balita Tenggelam di Beras Basah
Bontang

Liburan, Balita Tenggelam di Beras Basah

24 Desember 2018, 17:20

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balapan Liar Saat Salat Jumat, Puluhan Motor Diamankan Polisi di Bontang Kuala

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.